Berita  

Haedar Nashir Tegaskan Tiga Pilar Muhammadiyah dan Resmikan Dua AUM di Jawa Timur

Haedar Nashir
Haedar Nashir

FaktaHari – 13 Oktober 2026 | Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, kembali menegaskan pentingnya memahami arsitektur dasar organisasi yang telah berdiri sejak 1912. Dalam berbagai kesempatan, Haedar Nashir mengingatkan bahwa kekuatan dan adaptabilitas Muhammadiyah selama lebih dari satu abad bersumber pada tiga pilar utama: paham agama, ideologi, serta sistem organisasi beserta seluruh aspek turunannya. Pernyataan ini disampaikan Haedar Nashir saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Baitul Arqam Dosen Tetap Non-Struktural Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) 2026 di Prime UMY Hotel Convention & Dormitory, Senin (12/10). Menurutnya, fondasi yang kokoh inilah yang memungkinkan Muhammadiyah terus bertransformasi menjadi lebih unggul, maju, dan berdampak signifikan bagi kemaslahatan umat, bangsa, serta semesta.

Haedar Nashir menjelaskan bahwa gerakan pembaruan (tajdid) yang diinisiasi oleh K.H. Ahmad Dahlan tidak berhenti pada pemurnian ajaran agama semata. Lebih dari itu, pembaruan tersebut mencakup pembangunan peradaban umat melalui pranata sosial modern, seperti pendidikan dan kesehatan, serta gerakan emansipasi perempuan ‘Aisyiyah yang lahir pada 1917. Dalam merespons dinamika era modern, Muhammadiyah konsisten menerapkan tiga pendekatan utama: bayani (sumber teks), burhani (penalaran rasional ilmiah), dan irfani (penghayatan spiritual). Prinsip wasathiyah (moderasi) dan sepuluh sifat Kepribadian Muhammadiyah 1962 menjadi kompas moral agar organisasi tetap bersikap adil, proporsional, dan bebas dari politik praktis.

Selain memperkuat fondasi organisasi, Haedar Nashir juga aktif dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah (AUM) di berbagai daerah. Pada Sabtu (10/10), Haedar Nashir melakukan kunjungan kerja sehari di Jawa Timur, tepatnya di Kecamatan Sepanjang, Sidoarjo. Dalam kunjungan tersebut, ia meresmikan dua AUM, yaitu SD Muhammadiyah 1 dan 2 Sepanjang serta Kantor Cabang PT Mentari Prima Niaga (MPN), perusahaan jasa konstruksi milik Muhammadiyah. Tidak hanya itu, Haedar Nashir juga meletakkan maket sebagai tanda dimulainya pembangunan dua rumah sakit: Gedung Tower Empat RS Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang dan Gedung RSI Arofah Mojosari di Mojokerto yang menjadi bagian dari Holding AUMKES PCM Sepanjang.

Dalam sambutannya di hadapan warga persyarikatan, Haedar Nashir menyampaikan apresiasi atas semangat pengembangan infrastruktur pelayanan di Jawa Timur. Ia bergurau bahwa jika ada pemilihan Cabang Muhammadiyah terbaik oleh PBB, maka PCM Sepanjang sangat layak menjadi juaranya. Namun demikian, Haedar Nashir mengingatkan agar tidak terjadi ketimpangan kemajuan antara cabang dan daerah. Menurutnya, kemajuan bangsa bergantung pada dua kunci utama: pembangunan manusia dan pendidikan. Ia juga menekankan bahwa berbagai pembangunan AUM merupakan bagian dari pengamalan ihsan yang khas oleh Muhammadiyah, yaitu beribadah dengan sebaik-baiknya melalui amal usaha yang nyata, seperti mendirikan sekolah, rumah sakit, dan mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab.

Haedar Nashir juga memberikan apresiasi khusus kepada PT MPN yang tidak hanya membangun gedung milik Muhammadiyah, tetapi juga mengerjakan proyek rumah sakit yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, kiprah usaha yang menjangkau berbagai golongan dan lintas organisasi keagamaan ini perlu terus dijaga. Ia berpesan agar PT MPN terus tumbuh dan maju dengan menerapkan profesionalisme di seluruh lini organisasi, serta berkembang menjadi perusahaan konstruksi yang modern. Direktur PT MPN, Ahmad Mirza, menegaskan bahwa pengembangan perusahaan selalu berlandaskan nilai-nilai keislaman, profesionalisme, integritas, serta semangat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat dan masyarakat.

Menutup rangkaian kegiatannya, Haedar Nashir berpesan kepada seluruh warga persyarikatan agar menjalankan roda organisasi dengan lapang dada dan penuh rasa gembira. Ia mengingatkan, “Jangan sampai di dalam Muhammadiyah tapi hati merasa resah. Kan rugi. Jadi bermuhammadiyah harus nikmat, gembira, dan senang.” Pesan ini sekaligus menegaskan bahwa Muhammadiyah, dengan tiga pilar utamanya, terus berkomitmen menjadi gerakan Islam yang berkemajuan, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *