FaktaHari – 11 Oktober 2026 | Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menjadi pusat perhatian pada momen arus balik Lebaran Idul Fitri 2026. Hingga H+7, tercatat sebanyak 15.749 penumpang telah dilayani, dengan rata-rata 1.020 penumpang per hari. Kepala UPBU Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie, mengungkapkan bahwa total 130 flight (65 kedatangan dan 65 keberangkatan) dioperasikan oleh tiga maskapai: Batik Air, NAM Air, dan Wings Air, yang melayani rute Semarang, Jakarta, Surabaya, dan Ketapang. Lonjakan penumpang mencapai 15,5 persen atau 4.461 orang dibandingkan hari-hari biasa, sehingga maskapai menambah jadwal extra penerbangan.
Namun, di tengah kesibukan arus balik, Bandar Udara Iskandar kembali menghadapi kendala serius akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada Kamis, 8 Oktober 2026, jarak pandang di sekitar bandara turun drastis di bawah 1.500 meter, memaksa pembatalan tiga penerbangan Batik Air dan seluruh rute NAM Air. Asri Alie menegaskan bahwa keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama. Pembatalan ini berdampak pada konektivitas udara Kobar dengan Jakarta, Surabaya, dan Semarang, serta mengganggu sektor pariwisata, khususnya akses menuju Taman Nasional Tanjung Puting.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa bandar udara iskandar tidak hanya melayani arus mudik dan balik, tetapi juga menjadi barometer kondisi lingkungan dan ekonomi daerah. Ketergantungan masyarakat dan wisatawan terhadap transportasi udara membuat setiap gangguan—baik karena lonjakan penumpang maupun bencana asap—berpengaruh langsung pada mobilitas dan roda ekonomi.
Ke depan, diperlukan koordinasi lintas sektor untuk mengatasi karhutla secara tuntas, serta peningkatan infrastruktur bandar udara iskandar agar mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi cuaca ekstrem. Dengan begitu, bandar udara iskandar dapat terus menjadi pintu gerbang yang andal bagi Kalimantan Tengah.
