FaktaHari – 11 Oktober 2026 | Pemerintah Burkina Faso meluncurkan kampanye nasional bertajuk “Pagb Yidgr-Sooré” atau “Entreprendre au féminin” untuk mendorong partisipasi perempuan dalam dunia usaha. Kampanye ini berlangsung sejak 10 Oktober 2026 di Koudougou, ibu kota region Nando, dan akan menjangkau tiga region utama: Nando, Koulsé, dan Yaadga. Dengan target menjaring lebih dari 3.000 perempuan di sepuluh komune, inisiatif ini bertujuan menghilangkan hambatan sosial dan ekonomi yang selama ini menghalangi perempuan untuk memulai usaha formal.
Menurut data resmi, di Burkina Faso hanya 20,8% dari total 22.829 perusahaan yang terdaftar pada 2024 dimiliki oleh perempuan, yaitu sekitar 4.742 unit. Michel Ouaba, koordinator Program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan (PADS), menegaskan bahwa kesenjangan ini bukan disebabkan oleh kurangnya inisiatif atau keterampilan, melainkan oleh akses terbatas terhadap pembiayaan, tanah, dan norma sosial yang membatasi ruang gerak perempuan. Kampanye ini juga menyasar pemimpin adat dan agama untuk mengubah persepsi masyarakat.
Di sisi lain, sektor pertambangan Burkina Faso menunjukkan kemajuan signifikan. Société Nationale des Substances Précieuses (SONASP) berhasil meningkatkan koleksi emas dari 457 kilogram pada 2022 menjadi sekitar 40 ton pada 2025. Menteri Energi dan Pertambangan, Yacouba Zabré Gouba, mengungkapkan bahwa produksi emas nasional mencapai 94 ton pada 2025, dengan 73,64% dari volume koleksi SONASP berasal dari pertambangan rakyat. Peningkatan ini didukung oleh reformasi hukum, termasuk kode mineral baru 2024 dan pendirian Société de Participation Minière du Burkina Faso (SOPAMIB), yang memberikan kontrol lebih besar kepada negara atas sumber daya alam.
Namun, pemerintah Burkina Faso juga mengambil langkah protektif untuk menjaga ketahanan pangan. Pada 9 Oktober 2026, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Serge Gnaniodem Poda mengumumkan larangan ekspor tepung serealia (millet, jagung, sorgum) dan turunannya hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Langkah ini bertujuan memastikan pasokan dalam negeri tetap stabil dan terjangkau bagi konsumen. Sebelumnya, larangan serupa juga diberlakukan untuk ekspor ternak dan tomat segar. Para pelaku usaha diminta menunjukkan patriotisme ekonomi, sementara pelanggar akan dikenai sanksi sesuai peraturan.
Dalam upaya mendorong transformasi digital, United Bank for Africa (UBA) Burkina Faso bermitra dengan Le Faso Digital 2026, sebuah pameran virtual yang berlangsung pada 17-24 Oktober 2026. Acara ini mengusung tema “Inklusi, Kedaulatan, Inovasi: Menuju Burkina Digital untuk Semua”. UBA akan memberikan “UBA Startup Innovation Award” bagi startup digital terbaik, dengan lebih dari 208 solusi yang telah mendaftar di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, dan keuangan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen sektor perbankan untuk mendukung ekosistem kewirausahaan digital di Burkina Faso.
Kesimpulannya, Burkina Faso tengah bergerak maju dengan strategi terpadu yang menggabungkan pemberdayaan perempuan, pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik, perlindungan ketahanan pangan, dan pengembangan ekonomi digital. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.











