Berita  

Wamensos Agus Jabo Ajak Karang Taruna Jadi Agen Perlinsos, Kawal Bansos Tepat Sasaran

Wamensos Agus Jabo Ajak Karang Taruna Jadi Agen Perlinsos, Kawal Bansos Tepat Sasaran
Wamensos Agus Jabo Ajak Karang Taruna Jadi Agen Perlinsos, Kawal Bansos Tepat Sasaran

FaktaHari – 11 Oktober 2026 | Jakarta – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono resmi mengajak seluruh jajaran Karang Taruna di Indonesia untuk menjadi agen Perlinsos (Perlindungan Sosial) dalam Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Ajakan ini disampaikan saat pembukaan Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) ke-66 di Banjir Kanal Timur (BKT) Pintu Air Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (10/10/2026). Langkah strategis ini diharapkan mampu memastikan data penerima bantuan sosial (bansos) lebih akurat dan tepat sasaran.

“Jadi sekarang ini kita sedang membangun gerakan dan saya minta nanti Karang Taruna menjadi agen-agen Perlinsos supaya data dari masyarakat miskin masuk (dalam data) dan bantuan sosial tepat sasaran,” ujar Agus Jabo dalam keterangan tertulis yang diterima awak media. Menurutnya, peran aktif organisasi kepemudaan ini menjadi kunci dalam mendigitalisasi data bansos, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Agus Jabo menekankan bahwa Karang Taruna harus menjadi garda terdepan dalam mendampingi masyarakat prasejahtera, terutama dalam hal pendataan. “Kalian adalah pilar sosial, kalian adalah pendamping sosial. Jangan sampai tetangga-tetangga kalian ada yang miskin, ada yang kekurangan,” tegasnya. Ia meminta setiap pengurus Karang Taruna di tingkat desa hingga kota untuk aktif mendata warga yang membutuhkan bansos, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

“Karang Taruna harus bisa melihat di daerahnya masing-masing, mana saudara-saudara kita yang masih miskin, yang membutuhkan bantuan, segera didata, dilaporkan ke dinsos atau langsung ke Pusdatin Kemensos,” imbuh Agus Jabo. Selain itu, ia juga mendorong Karang Taruna untuk mengawal program prioritas presiden, termasuk Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Koperasi Desa Merah Putih.

Seiring dengan ajakan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) telah membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin menjadi agen Perlinsos. Koordinator piloting Perlinsos dari Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Rahmat Danu Andika, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memudahkan pemerintah mengidentifikasi calon penerima bansos. Pendaftaran dapat dilakukan melalui portal resmi agen-perlinsos.kemensos.go.id.

Proses pendaftaran cukup sederhana: calon agen harus memiliki NIK, melakukan autentikasi biometrik wajah, memilih tipe agen (pendamping PKH atau unsur masyarakat), serta menyetujui komitmen untuk membantu tanpa memungut biaya. Pendaftar juga wajib terdaftar dalam Identitas Kependudukan Digital (IKD) atau KTP digital dari Dukcapil. Dengan adanya agen Perlinsos, diharapkan proses pendataan dan penyaluran bansos menjadi lebih transparan dan akurat.

Di sisi lain, digitalisasi perlinsos juga tengah diuji coba di berbagai daerah, termasuk di Bali. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat hingga minggu pertama Oktober 2026, sebanyak 625.858 kepala keluarga (KK) atau 50,52 persen dari total KK di Bali telah teregistrasi melalui portal perlinsos. Hal ini menjadikan Pulau Dewata sebagai salah satu provinsi dengan cakupan tertinggi secara nasional. Secara nasional, perlinsos digital telah menjangkau sekitar 6,6 juta KK dan ditargetkan mencapai 48 juta KK pada akhir 2026.

Dengan melibatkan agen Perlinsos dari Karang Taruna, pemerintah optimistis program perlindungan sosial dapat berjalan lebih efektif. Agus Jabo menegaskan, “Jadi Karang Taruna sekarang menjadi pilar sosial, mereka harus menjadi pendamping sosial yang hebat untuk bisa mensukseskan program-program Bapak Presiden.” Partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, menjadi kunci keberhasilan penyaluran bansos yang adil dan merata.

Langkah ini juga diharapkan mampu menekan angka kesalahan sasaran bansos yang kerap terjadi akibat data yang tidak valid. Dengan adanya agen Perlinsos yang tersebar hingga ke pelosok desa, setiap warga yang benar-benar membutuhkan dapat terdata dengan baik. Pemerintah pun berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program ini ke seluruh Indonesia.

Kesimpulannya, inisiatif menjadikan Karang Taruna sebagai agen Perlinsos merupakan terobosan penting dalam tata kelola bansos. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, dan teknologi digital diharapkan mampu mewujudkan sistem perlindungan sosial yang lebih inklusif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Exit mobile version