FaktaHari – 10 Oktober 2026 | Letjen TNI Iwan Setiawan resmi ditunjuk sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) menggantikan Letjen Mohammad Fadjar. Penunjukan ini dikonfirmasi oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak pada Selasa, 6 Oktober 2026. Perwira tinggi bintang tiga ini bukanlah nama baru di jajaran elite TNI AD; ia dikenal luas sebagai jebolan Korps Baret Merah Kopassus yang memiliki segudang pengalaman tempur dan kepemimpinan strategis.
Lahir di Bandung pada 15 Februari 1968, Letjen TNI Iwan Setiawan merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1992. Karier militernya dimulai di Kopassus, di mana ia menjabat sebagai Komandan Unit Grup 2/Para Komando pada 1993. Namanya melambung ketika ia terpilih menjadi bagian dari Ekspedisi Gunung Everest pada 1997, sebuah misi yang digagas langsung oleh Prabowo Subianto yang saat itu menjabat Danjen Kopassus. Bersama dua prajurit Kopassus lainnya, Sersan Misirin dan Pratu Asmujiono, ia berhasil mengibarkan Sang Saka Merah Putih di puncak tertinggi dunia tersebut, menjadikan mereka orang Asia Tenggara pertama yang mencapai prestasi itu.
Perjalanan karier Letjen TNI Iwan Setiawan terus menanjak. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon 22/Manggala Yudha Grup 2 Kopassus pada 2008, Komandan Kodim 0608/Cianjur pada 2010, Wakil Komandan Grup 2 Kopassus, hingga Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus) pada 2015. Memasuki jenjang perwira tinggi, ia dipercaya sebagai Danrem 173/Praja Vira Braja Biak (2020–2021) yang menangani wilayah konflik di Papua. Puncak kariernya di Kopassus diraih saat ia menjabat Danjen Kopassus pada 2022–2023, lalu berturut-turut menjadi Pangdam XII/Tanjungpura (2023–2025), dan terakhir sebagai Danpussenif (2025–2026).
Promosi Letjen TNI Iwan Setiawan sebagai Pangkostrad menandai babak baru dalam kepemimpinan TNI AD. Dengan latar belakang di pasukan khusus dan pengalaman teritorial yang luas, ia diharapkan mampu membawa penyegaran signifikan bagi kesiapsiagaan pasukan Kostrad. Kepemimpinan tegas dan pengalaman operasi tempur yang dimilikinya menjadi modal utama untuk menghadapi tantangan pertahanan ke depan.
Kesimpulannya, perjalanan karier Letjen TNI Iwan Setiawan dari seorang perwira Kopassus hingga menjadi Pangkostrad adalah bukti dedikasi dan profesionalisme yang tinggi. Pengalaman taktis, teritorial, dan prestasi gemilang seperti menaklukkan Gunung Everest menjadikannya salah satu jenderal paling disegani di TNI AD. Dengan amanah barunya, publik menantikan kontribusinya dalam memperkuat pertahanan negara.











