Berita  

Kecelakaan Beruntun 15 Kendaraan di Tol Cipularang, Jasamarga Siapkan Jalur Penyelamat Darurat

Kecelakaan Beruntun 15 Kendaraan di Tol Cipularang, Jasamarga Siapkan Jalur Penyelamat Darurat
Kecelakaan Beruntun 15 Kendaraan di Tol Cipularang, Jasamarga Siapkan Jalur Penyelamat Darurat

FaktaHari – 10 Oktober 2026 | Kecelakaan beruntun yang melibatkan 15 kendaraan terjadi di ruas jalan tol Cipularang KM 91+900 B arah Jakarta pada Rabu siang (7/10/2026). Peristiwa tersebut sempat menutup lajur menuju Jakarta dan menyebabkan kemacetan panjang di sekitar lokasi. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara di jalan tol Cipularang yang dikenal memiliki kontur menurun dan rawan rem blong.

Berdasarkan keterangan Senior Manajer Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Agus Susilo, kecelakaan bermula saat sebuah truk melaju dari arah Bandung menuju Jakarta. Setiba di KM 91+900 B, kendaraan tersebut diduga mengalami masalah pengereman hingga tidak terkendali. Truk itu kemudian menabrak 14 kendaraan lain yang berada di depannya, menyebabkan kerusakan parah pada beberapa mobil. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, satu orang dilaporkan mengalami luka berat dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Radjak Purwakarta, sementara korban luka ringan mendapatkan perawatan langsung di lokasi.

Petugas Jasamarga Metropolitan Tollroad melalui Representative Office 3 bersama Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) segera menuju lokasi setelah menerima laporan. Mereka melakukan pengaturan lalu lintas dan evakuasi kendaraan yang terlibat. Proses evakuasi berlangsung beberapa jam hingga lajur arah Jakarta dapat kembali dilalui dengan normal.

Untuk mengantisipasi kecelakaan serupa di masa mendatang, Jasamarga telah menyediakan sejumlah jalur penyelamat darurat di ruas jalan tol Cipularang. Jalur ini khusus diperuntukkan bagi kendaraan besar yang mengalami rem blong saat melintasi turunan. Agus Susilo menjelaskan bahwa jalur penyelamat darurat tersebut berada di KM 116+800, KM 92+600, dan KM 91+400 ruas Tol Cipularang arah Jakarta. Keberadaan jalur penyelamat ini merupakan bagian dari upaya antisipasi kontur jalan yang menurun dan seringkali menyebabkan masalah pengereman pada kendaraan besar.

“Sebagai antisipasi atas kontur jalan yang menurun dan seringkali terjadi masalah rem pada kendaraan besar di sekitar lokasi, Jasa Marga telah menyediakan jalur penyelamat darurat di tiga titik,” ujar Agus Susilo dalam keterangannya di Purwakarta, Rabu (7/10).

Selain menyediakan jalur penyelamat, Jasamarga juga mengimbau seluruh pengguna jalan tol Cipularang untuk selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, mengantisipasi perubahan kondisi lalu lintas, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berkendara. Pengguna jalan juga diminta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan.

Kecelakaan di Tol Cipularang ini menjadi yang terbaru dalam rangkaian insiden di jalan tol tersebut. Sebelumnya, pada hari yang sama, sebuah kecelakaan tunggal melibatkan pikap bermuatan saus di Tol Porong-Sidoarjo, Jawa Timur, yang juga disebabkan oleh pecah ban. Meski berbeda lokasi, kedua kejadian ini menegaskan pentingnya pemeriksaan kendaraan sebelum bepergian, terutama bagi kendaraan angkutan barang.

Dengan adanya jalur penyelamat darurat dan imbauan keselamatan dari Jasamarga, diharapkan pengguna jalan tol dapat lebih waspada dan meminimalisir risiko kecelakaan. Keselamatan bersama adalah tanggung jawab semua pihak, baik pengelola jalan maupun pengguna jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *