FaktaHari – 07 Oktober 2026 | Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) terus menjadi pilar penting dalam dinamika kawasan Asia Tenggara. Sebagai organisasi regional yang didirikan pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand, ASEAN kini menaungi 11 negara anggota, termasuk Indonesia yang menjadi salah satu pendiri. Setiap negara asean memiliki karakteristik unik, mulai dari ibu kota, bahasa, mata uang, hingga luas wilayah. Namun, di balik keberagaman itu, semangat kerja sama dan persaingan sehat terus mewarnai hubungan antarnegara. Indonesia, sebagai anggota terbesar, baru-baru ini menorehkan prestasi gemilang di bidang olahraga dan menunjukkan keunggulan ekonomi yang patut diperhitungkan di antara negara asean lainnya.
Dalam dunia sepak bola, Timnas Indonesia sukses menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 5 Oktober 2026. Kemenangan ini tidak hanya membawa gelar juara, tetapi juga menambah poin peringkat FIFA Indonesia menjadi 1.166,50 poin, menempatkan skuad Garuda di peringkat ke-117 dunia. Jarak dengan Kazakhstan di peringkat ke-116 hanya terpaut 0,15 poin, menunjukkan peningkatan signifikan performa sepak bola Indonesia di tingkat regional. Turnamen ini merupakan edisi perdana yang diselenggarakan FIFA bekerja sama dengan ASEAN, berbeda dengan ASEAN Championship (sebelumnya AFF Championship) yang sudah berlangsung sejak 1996. Dalam FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia menjadi tuan rumah untuk divisi utama, sementara Hong Kong, China menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Challenge Cup. Dengan format baru ini, persaingan antar negara asean semakin terbuka dan kompetitif.
Di sisi lain, Indonesia juga unggul dalam hal harga bahan bakar minyak (BBM) dan avtur dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Joko Pranoto, menyampaikan bahwa harga BBM di Indonesia sangat kompetitif. Untuk bensin RON 92 (setara Pertamax), Indonesia hanya mematok Rp15.950 per liter, jauh lebih murah dibandingkan Singapura (Rp48.514), Thailand (Rp21.213), dan Filipina (Rp25.014). Harga avtur di Indonesia juga menjadi yang termurah di kawasan, yakni Rp20.190 per liter, sementara di Vietnam Rp20.619, Thailand Rp33.377, Singapura Rp44.202, dan Malaysia Rp46.006. Untuk diesel, Indonesia berada di posisi ketiga termurah setelah Vietnam dan Malaysia. Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara asean dengan biaya energi paling terjangkau, yang tentunya berdampak positif pada daya saing industri dan perekonomian nasional.
Keberhasilan di bidang olahraga dan keunggulan di sektor energi menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing dan bahkan unggul di antara negara-negara ASEAN. Prestasi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi bukti nyata bahwa pengembangan sepak bola nasional membuahkan hasil. Sementara itu, kebijakan harga BBM yang terjangkau mencerminkan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. Kedua capaian ini menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk terus berkontribusi positif dalam kerja sama regional ASEAN, baik dalam bidang olahraga maupun ekonomi.
Dengan semangat kebersamaan dan persaingan sehat, ASEAN terus berkembang sebagai kawasan yang dinamis. Indonesia, sebagai salah satu pilar utama, diharapkan dapat mempertahankan momentum positif ini untuk kemajuan bersama. Ke depannya, kolaborasi antar negara asean dalam berbagai bidang, termasuk olahraga dan energi, akan semakin memperkuat integrasi regional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Asia Tenggara.
