Berita  

Kapolri Suyudi Ario Seto: Langkah Awal Kepemimpinan dengan Mutasi Besar dan Tagline Baru

Kapolri Suyudi Ario Seto: Langkah Awal Kepemimpinan dengan Mutasi Besar dan Tagline Baru
Kapolri Suyudi Ario Seto: Langkah Awal Kepemimpinan dengan Mutasi Besar dan Tagline Baru

FaktaHari – 06 Oktober 2026 | Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi memulai era kepemimpinannya di tubuh Polri dengan serangkaian langkah strategis. Dalam waktu singkat setelah dilantik sebagai Kapolri ke-26, ia langsung melakukan mutasi besar-besaran terhadap 88 perwira tinggi dan menengah, serta memperkenalkan tagline baru ‘Polisi Bersama Masyarakat’ yang menjadi identitas komunikasi institusi.

Langkah pertama yang mencuri perhatian publik adalah keputusan Kapolri Suyudi untuk merombak sejumlah posisi strategis di Mabes Polri dan kewilayahan. Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026 menjadi dasar mutasi yang mencakup 70 personel yang mendapatkan promosi atau menduduki jabatan baru. Beberapa posisi penting yang berganti antara lain Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) yang kini dijabat Irjen Pol. Asep Safrudin, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) dipegang Irjen Pol. Hery Herjawan, serta Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) oleh Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk mempercepat adaptasi Polri dalam menjawab tuntutan masyarakat. “Kegiatan rotasi atau mutasi jabatan ini merupakan dinamika organisasi yang tentunya Bapak Kapolri berkomitmen kepada seluruh masyarakat dalam menghadapi dinamika dan tuntutan masyarakat dengan tagline beliau adalah ‘Polri Bersama Masyarakat’,” ujarnya di Mabes Polri, Sabtu (3/10/2026). Ia menambahkan bahwa penyegaran internal dan regenerasi menjadi tujuan utama kebijakan ini.

Tak hanya mutasi, Kapolri Suyudi juga memperkenalkan tagline baru ‘Polisi Bersama Masyarakat’ pada Senin (5/10/2026). Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa tagline ini bukan sekadar slogan, melainkan semangat yang harus diwujudkan dalam setiap tugas kepolisian. “Polri hadir untuk mendengar, melayani, melindungi, memberikan kepastian hukum, serta bersama-sama masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya. Tagline ini sejalan dengan visi Kapolri Suyudi yang menekankan profesionalisme, akuntabilitas, dan kedekatan dengan masyarakat.

Di tengah langkah-langkah strategis tersebut, Kapolri Suyudi juga menunjukkan sisi humanisnya. Pada Selasa (6/10/2026), ia menemui massa buruh yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta. Di atas panggung, ia meminta para buruh untuk kembali ke rumah masing-masing dengan tertib. “Pesan saya yang terakhir kembali ke rumah masing-masing dengan tertib. Salam saya. Terima kasih, hidup buruh,” kata Suyudi dalam Breaking News Metro TV. Sikap ini menegaskan komitmennya untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat, termasuk kelompok-kelompok yang sering berhadapan dengan aparat.

Jenderal Suyudi Ario Seto merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994, yang kemudian melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (2003) dan Sekolah Pimpinan Tinggi Kepolisian (2018). Ia menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menjabat sejak 27 Januari 2021 dan tercatat sebagai Kapolri dengan masa jabatan terlama di era reformasi, yaitu 5 tahun 8 bulan. Suyudi adalah junior Listyo di Akpol, namun kini ia memimpin dengan visi yang segar.

Langkah-langkah awal Kapolri Suyudi ini mendapat sorotan luas. Mutasi besar-besaran dinilai sebagai upaya untuk menyegarkan organisasi dan meningkatkan pelayanan publik. Sementara itu, tagline ‘Polisi Bersama Masyarakat’ diharapkan dapat mengubah citra Polri menjadi lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan warga. Dengan kombinasi antara penataan internal dan pendekatan humanis, Kapolri Suyudi optimistis dapat membawa perubahan positif bagi institusi Polri dan masyarakat Indonesia.

Kesimpulannya, kepemimpinan Kapolri Suyudi Ario Seto dimulai dengan gebrakan yang jelas: mutasi strategis untuk memperkuat organisasi, tagline baru yang menempatkan masyarakat sebagai pusat, serta aksi nyata menemui langsung massa buruh. Semua ini menunjukkan bahwa di bawah komandonya, Polri bertekad untuk menjadi institusi yang lebih profesional, akuntabel, dan dekat dengan rakyat.

Exit mobile version