Berita  

Subuh Surabaya: Saat Rusa Timor Menanti Ahmad Mundir di Tengah Tangki BBM

Subuh Surabaya: Saat Rusa Timor Menanti Ahmad Mundir di Tengah Tangki BBM
Subuh Surabaya: Saat Rusa Timor Menanti Ahmad Mundir di Tengah Tangki BBM

FaktaHari – 06 Oktober 2026 | Subuh Surabaya masih diselimuti kabut tipis ketika sebagian warga mulai bersiap menunaikan salat Subuh. Namun, di Fuel Terminal Tuban, sekitar dua jam perjalanan dari pusat Kota Surabaya, rutinitas berbeda telah dimulai. Pukul 05.30 WIB, Ahmad Mundir, warga Dusun Remen Jenu, telah melangkah pelan dengan karung goni di punggung menuju sebuah kandang di antara bayang-bayang tangki BBM raksasa. Ia bukan hendak ke ladang, melainkan memberi makan rusa Timor yang dilindungi. Suasana subuh Surabaya yang tenang berpadu dengan semangat seorang pria yang memilih merawat satwa langka di sela-sela hiruk pikuk industri.

Ahmad, yang sehari-hari bertugas sebagai petugas kebersihan taman, kini bersama rekannya Abdul Salam menjadi perawat khusus kandang rusa di kompleks Fuel Terminal Tuban. Setiap subuh Surabaya, ia memotong rumput segar dan kangkung yang telah disiapkan sejak dini hari. Rusa-rusa Jawa berbulu cokelat kemerahan itu langsung hafal langkahnya. “Ndak pernah mimpi, Mbak,” ujar Ahmad sambil mengelus rusa betina paling jinak. Hewan yang dirawatnya adalah Rusa timorensis atau Rusa Jawa, spesies yang hanya ada di Jawa dan Bali dan kini berstatus Vulnerable (rentan punah) menurut IUCN Redlist.

Di saat yang sama, ribuan warga Surabaya justru memanfaatkan momentum subuh untuk bergerak. Pada 20 September 2026, hemaviton Fit & Health Action Run 2026 digelar di Parkir Timur Plaza Surabaya dengan peserta hampir 3.000 orang. Sejak subuh, area venue sudah dipenuhi energi antusias para pelari kategori 5K dan 10K. Aktor Chicco Jerikho, Brand Ambassador hemaviton, turun langsung berlari bersama komunitas. “Lari bukan lagi sekadar mengejar waktu. Ada energi luar biasa ketika orang berkumpul, saling menyemangati, dan menikmati proses bersama,” ujarnya.

Fenomena subuh Surabaya juga menyimpan cerita lain. Di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan justru semakin pekat pada pagi hingga subuh. BMKG Kotim melalui Stasiun Meteorologi Haji Asan menjelaskan bahwa dinamika atmosfer yang dipengaruhi Siklus Walker membuat asap terkurung di permukaan. Kepala BMKG Kotim, Mulyono Leo Nardo, menyebutkan bahwa gerakan udara turun (downdraft) menghambat pertumbuhan awan dan hujan. Akibatnya, kabut asap sulit terurai, terutama pada jam subuh hingga pukul 08.00 WIB.

Kembali ke Surabaya, jadwal salat subuh pada Minggu, 4 Oktober 2026, berdasarkan Bimas Islam Kementerian Agama, menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memulai hari dengan ibadah. Niat sholat Subuh dua rakaat dapat dibaca dalam hati sebagai tanda kesungguhan. Di tengah kesibukan kota, momen subuh menjadi waktu yang sakral—baik bagi Ahmad yang merawat rusa, pelari yang menyiapkan start, maupun warga yang menunaikan kewajiban agama.

Kesimpulannya, subuh Surabaya bukan sekadar pergantian waktu. Ia adalah kanvas yang melukiskan harmoni antara manusia, alam, dan industri. Dari Ahmad Mundir yang setia merawat rusa Timor di tengah tangki BBM, ribuan pelari yang memulai langkah sehat, hingga kabut asap yang menantang sains, setiap subuh menghadirkan cerita yang patut direnungkan. Semangat menjaga lingkungan dan kesehatan harus terus digelorakan, agar setiap subuh menjadi awal yang bermakna bagi kehidupan yang lebih baik.

Exit mobile version