Berita  

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Bandara Sultan Thaha, Sejumlah Penerbangan Tertunda

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Bandara Sultan Thaha, Sejumlah Penerbangan Tertunda
Kabut Asap Ganggu Aktivitas Bandara Sultan Thaha, Sejumlah Penerbangan Tertunda

FaktaHari – 05 Oktober 2026 | Bandara Sultan Thaha di Jambi mengalami gangguan operasional akibat kabut asap tebal yang menyelimuti kawasan tersebut. Kondisi ini menyebabkan penundaan enam penerbangan, terdiri dari tiga penerbangan kedatangan dan tiga penerbangan keberangkatan. EGM Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Mabrun, menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan kru tetap menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan terkait operasional penerbangan.

Pada Minggu, 4 Oktober 2026, penerbangan Citilink QG 966, Super Air Jet IU 840, dan Garuda Indonesia GA 126 yang dijadwalkan mendarat di Jambi mengalami penundaan. Sementara itu, penerbangan Citilink QG 967, Super Air Jet IU 841, dan Garuda Indonesia GA 127 yang akan berangkat dari Jambi juga ditunda. Penundaan ini disebabkan oleh jarak pandang di bandara yang rendah, mencapai hanya 1.400 meter, dan sempat turun hingga 1.200 meter.

Ardon menjelaskan bahwa pihak bandara terus berkoordinasi dengan AirNav dan BMKG untuk memantau kondisi cuaca dan jarak pandang. “Kami terus memonitor kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Jika kondisi sudah memenuhi aspek keselamatan, operasional penerbangan akan kembali berjalan,” ungkap Ardon.

Tidak hanya di Jambi, kondisi serupa juga terjadi di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. General Manager Ahmad Syaugi Shahab mengonfirmasi bahwa delapan penerbangan di bandara tersebut ditunda akibat jarak pandang yang hanya mencapai 600 meter, jauh di bawah standar minimal penerbangan.

Penumpang seperti Khotib Syarbini yang terjebak di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) berharap agar situasi ini segera teratasi. Khotib menekankan pentingnya penanganan kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla), agar tidak terus-menerus mengganggu mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi, serta berdampak negatif pada kesehatan dan pendidikan.

Situasi ini menyoroti betapa pentingnya koordinasi antara pihak bandara dan instansi terkait agar penerbangan dapat kembali normal secepat mungkin tanpa mengesampingkan aspek keselamatan. Keberadaan fasilitas bandara seperti Wi-Fi dan area pengisian daya sangat membantu penumpang dalam masa tunggu yang panjang, memastikan mereka tetap terhubung dan produktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *