FaktaHari – 02 Oktober 2026 | Gempa hari ini kembali mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), menambah daftar bencana alam yang memerlukan perhatian serius. Pemerintah, melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bergerak cepat untuk memulihkan kondisi masyarakat terdampak. Fokus utama dalam pemulihan ini meliputi perbaikan dokumen kependudukan, pembangunan hunian sementara (huntara), dan persiapan hunian tetap (huntap) untuk para korban.
BNPB menegaskan upaya pemulihan akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek sosial, administrasi, serta infrastruktur dasar. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Berton S. P. Panjaitan, menjelaskan bahwa layanan seperti pencetakan ulang dokumen kependudukan yang rusak atau hilang dilakukan secara gratis di lokasi pengungsian. Selain itu, layanan kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak juga terus dijalankan untuk memastikan kelangsungan aktivitas sehari-hari warga terdampak.
Sementara itu, di Kabupaten Flores Timur, Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa pembangunan hunian tetap bagi penyintas bencana, termasuk korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, akan dilakukan tanpa biaya. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada pungutan dalam bentuk apapun kepada masyarakat penerima manfaat hunian tetap. Masyarakat diminta melapor jika ada pihak yang mencoba memungut biaya dalam proses pembangunan tersebut.
Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan rencana Presiden untuk memproduksi genteng ringan dari bahan alami seperti serabut kelapa, yang lebih cocok untuk daerah rawan gempa. Inisiatif ini bertujuan menggantikan penggunaan seng dan asbes yang saat ini banyak digunakan karena lebih ringan namun kurang baik untuk kesehatan dan kenyamanan.
Sebagai tambahan, gempa dengan magnitudo 5,1 yang terjadi di Selayar juga dirasakan di Pulau Jampea. Meskipun getarannya hanya berlangsung satu sampai dua detik, ada laporan awal mengenai kerusakan yang belum terkonfirmasi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer, sekitar 111 kilometer dari tenggara Selayar.
Dengan adanya gempa hari ini, perhatian pemerintah terhadap daerah rawan bencana semakin meningkat. Langkah-langkah pemulihan dan kebijakan baru mengenai infrastruktur tahan gempa diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat. Upaya ini juga mencerminkan kehadiran negara dalam mendukung warganya yang terdampak bencana.











