FaktaHari – 24 Juli 2026 | Stafsus Wapres dukung Sudaryono perbaiki tata kelola MBG menjadi pernyataan yang mengemuka setelah Staf Khusus Wakil Presiden RI Nico Harjanto menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam membenahi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/7/2026), Nico menegaskan bahwa perbaikan tata kelola yang menyeluruh merupakan langkah krusial agar program unggulan pemerintah ini tepat sasaran dan lebih efektif.
“Kami mendukung penuh Kepala BGN Bapak Sudaryono dalam melakukan perbaikan tata kelola MBG secara menyeluruh,” ujar Nico. Menurutnya, pembenahan tata kelola yang dibarengi dengan pemanfaatan teknologi yang andal akan meningkatkan akurasi penyaluran manfaat sekaligus meminimalkan potensi kebocoran anggaran. “Dengan tata kelola yang lebih baik dan didukung pemanfaatan teknologi yang andal, maka target sasaran MBG akan lebih tepat dan kebocoran anggaran bisa ditekan seminimal mungkin,” tambahnya.
Stafsus Wapres dukung Sudaryono perbaiki tata kelola MBG juga mencakup strategi pelaksanaan yang difokuskan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Nico menekankan pentingnya melibatkan pelaku usaha lokal, seperti UMKM, kantin sekolah, dan orang tua siswa, untuk memberikan dampak sosial yang lebih terukur. “Apalagi dengan fokus eksekusi di daerah 3T dengan melibatkan UMKM lokal, kantin sekolah, hingga orang tua siswa, maka program MBG tentunya akan memiliki dampak sosial yang lebih terukur dan nyata di tengah masyarakat,” katanya.
Selain itu, Nico optimistis bahwa perbaikan tata kelola dan efisiensi anggaran MBG akan mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap perekonomian nasional, khususnya terkait disiplin fiskal. Ia menilai peningkatan akuntabilitas pelaksanaan program dapat memperkuat persepsi pasar dan mendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta nilai tukar rupiah. “Ini tentu akan menjadi salah satu hal yang dapat mendorong tren penguatan IHSG dan nilai tukar rupiah,” ucap Nico.
Stafsus Wapres dukung Sudaryono perbaiki tata kelola MBG muncul di tengah pergantian kepemimpinan BGN yang ketiga kalinya dalam waktu sekitar dua tahun. Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN pada Rabu (22/7/2026) menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Sebelumnya, BGN dipimpin oleh Dadan Hindayana. Pergantian ini diharapkan menjadi momentum evaluasi kinerja lembaga tersebut.
Namun, tidak semua pihak optimistis. Akademisi sekaligus perwakilan MBG Watch, Media Wahyudi Askar, meragukan bahwa pergantian pimpinan akan menyelesaikan krisis kelembagaan BGN. Menurutnya, masalah utama terletak pada desain kelembagaan yang tersentralisasi dan adanya konflik kepentingan dalam pengelolaan dapur MBG. “Pergantian kepemimpinan tidak membuat perubahan signifikan pada kinerja BGN jika krisis kelembagaannya masih belum diselesaikan,” ujar Media. Ia menekankan perlunya perbaikan desain kelembagaan untuk meningkatkan tata kelola program.
Di sisi lain, Nico Harjanto meyakini bahwa dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Stafsus Wapres dukung Sudaryono perbaiki tata kelola MBG, program ini dapat menjadi contoh nyata penerapan tata kelola yang baik. “Kami berharap, MBG bisa menjadi salah satu contoh nyata penerapan tata kelola yang baik yang mendukung pertumbuhan ekonomi, serta bisa menjadi mesin pendorong perekonomian daerah,” tutup Nico.
Dengan langkah-langkah perbaikan yang diusung, diharapkan program MBG tidak hanya memberikan manfaat gizi bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan fiskal negara. Efisiensi dan akuntabilitas menjadi kunci untuk mencapai target tersebut.











