FaktaHari – 20 Juli 2026 | PM baru Inggris didesak bisa setop agresi Israel di Gaza oleh ribuan warga yang turun ke jalan di London pada Sabtu (18/7/2026). Demonstrasi besar-besaran ini menuntut Perdana Menteri Andy Burnham untuk segera mengubah kebijakan Inggris yang dianggap terlalu pro-Israel. Dalam aksi yang berlangsung dari Russel Square hingga Downing Street, para peserta membawa bendera Palestina dan meneriakkan seruan agar pemerintah Inggris segera memberlakukan embargo senjata ke Israel. Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, ikut serta dan menegaskan bahwa tiga tahun genosida yang terus berlanjut harus segera dihentikan.
PM baru Inggris didesak bisa setop agresi Israel di Gaza tidak hanya oleh aktivis, tetapi juga oleh politisi senior seperti mantan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn. Dalam pernyataannya, Corbyn menyatakan bahwa gerakan pembebasan Palestina tidak akan pernah berhenti. Wakil Ketua Partai Hijau Inggris, Mothin Ali, juga hadir mendesak langkah konkret. Tekanan ini muncul setelah Partai Buruh di bawah kepemimpinan sebelumnya dianggap lamban dalam menyuarakan keadilan bagi Palestina. Burnham sendiri telah mengakui kesalahan partainya dan berjanji akan bersikap lebih tegas.
Sementara itu, situasi di Gaza semakin memprihatinkan. Pada 17 Juli 2026, serangan udara Israel kembali menewaskan 14 warga Palestina dan melukai 20 lainnya di Gaza Tengah. Jet tempur Israel menjatuhkan bom di permukiman padat Maghazi dan Deir el-Balah, menyebabkan dua warga sipil luka parah. Militer Israel mengeluarkan empat perintah pengosongan paksa hanya dalam dua jam, memaksa ribuan keluarga mengungsi tanpa tujuan jelas. Sejak gencatan senjata tahap pertama pada Oktober 2025, korban jiwa terus bertambah hingga mencapai 1.123 orang. Jika dihitung sejak Oktober 2023, total korban tewas sudah lebih dari 73 ribu jiwa menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Di sisi lain, tekanan diplomatik terhadap Israel juga datang dari dalam negeri. Ribuan warga Israel, termasuk menteri dan anggota parlemen, justru menggelar aksi di perbatasan Gaza pada 19 Juli 2026 untuk menuntut pembangunan kembali pemukiman Yahudi. Tokoh seperti Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich hadir, bahkan Ben Gvir berjanji akan ada pemukiman Yahudi di seluruh Gaza. Massa demonstran menerobos zona militer tertutup yang dijaga ketat IDF.
Perubahan sikap juga mulai terlihat di Amerika Serikat. Sebanyak 104 anggota DPR AS mendukung amendemen yang diajukan oleh Thomas Massie untuk menghapus dana bantuan militer sebesar 3,3 miliar dolar AS (Rp 59 triliun) bagi Israel. Meski gagal, jumlah ini dianggap sebagai sinyal keretakan dukungan kongres terhadap Israel. Selama ini, Israel menjadi penerima bantuan luar negeri AS terbesar sejak Perang Dunia II dengan total akumulasi lebih dari 300 miliar dolar AS.
PM baru Inggris didesak bisa setop agresi Israel di Gaza menjadi seruan yang semakin lantang di tengah eskalasi kekerasan. Desakan embargo senjata dan tuntutan keadilan bagi rakyat Palestina terus bergema. Dengan janji Burnham untuk memperbaiki sikap partainya, dunia menanti langkah nyata pemerintah Inggris. Tanpa tekanan internasional yang kuat, agresi Israel di Gaza dikhawatirkan akan terus berlanjut dan memakan lebih banyak korban jiwa.











