FaktaHari – 03 November 2026 | Jamie Carragher kembali menjadi sorotan publik sepak bola Inggris. Legenda Liverpool yang kini berprofesi sebagai komentator Sky Sports itu melontarkan pujian tinggi kepada gelandang Arsenal, Declan Rice, usai kemenangan 1-0 The Gunners atas Liverpool di Anfield, Minggu (1/11/2026). Carragher bahkan menilai Rice sebagai gelandang terbaik di Premier League saat ini, tanpa keraguan sedikit pun.
Dalam pertandingan tersebut, Rice menjadi kreator gol tunggal Kai Havertz yang memastikan Arsenal membawa pulang tiga poin dari Anfield. Itu adalah kemenangan pertama Arsenal di markas Liverpool dalam 14 tahun terakhir, sejak terakhir kali terjadi pada 2012 ketika Mikel Arteta masih bermain untuk The Gunners. Penampilan Rice tidak hanya berkontribusi pada gol, tetapi juga solid dalam menjaga keseimbangan lini tengah, terutama ketika Liverpool terus menekan.
Carragher pun tidak sungkan memuji Rice. “Dia adalah gelandang terbaik di Premier League dengan selisih yang jauh. Ini bahkan bukan perdebatan. Declan Rice adalah gelandang terbaik di negara ini. Saya bukan penggemar Arsenal, tetapi terkadang saya mendengar orang berbicara tentang dia. Dan saya agak terkejut bahwa mereka tidak memahami sepak bola dan tidak menonton pertandingan yang sama dengan saya,” ujar Carragher seperti dikutip dari Metro.
Pujian tersebut menegaskan status Rice sebagai salah satu gelandang paling berpengaruh di Liga Inggris. Sejak dibeli Arsenal dengan harga rekor transfer klub, Rice terus menunjukkan perkembangan pesat dan menjadi sosok kunci dalam skema Mikel Arteta. Konsistensinya membuatnya dianggap layak masuk dalam perbincangan gelandang terbaik Eropa.
Namun, nama Jamie Carragher juga sempat menjadi sorotan karena kontroversi dengan Aston Villa. Pada Jumat (30/10/2026), Villa mengumumkan rencana mengambil langkah hukum terhadap Carragher atas komentar yang dianggap menghina klub dan penggemarnya dalam podcast Stick to Football. Carragher sebelumnya menyarankan agar pelatih Unai Emery mempertimbangkan pekerjaan di Manchester United jika Michael Carrick diberhentikan, dan ia juga meminta penggemar Villa untuk “diam” setelah kritik yang dilontarkan kepada mereka.
Tak lama kemudian, Carragher menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial X pada Sabtu (31/10/2026). “Saya ingin meminta maaf kepada Aston Villa, para pemilik, dan penggemar. Bahasa saya minggu ini canggung dan salah. Saya dapat meyakinkan penggemar Villa bahwa itu hanya bercanda, tetapi saya mengerti itu tidak tersampaikan seperti itu, jadi mohon maaf. Semoga beruntung hari ini UTV!” tulisnya. Villa pun memutuskan mencabut ancaman hukumnya setelah permintaan maaf tersebut, meskipun mereka belum secara resmi memulai proses hukum.
Kontroversi lain juga melibatkan Jamie Carragher dalam pertandingan Liverpool vs Arsenal. Ia mengkritik keras gelandang Liverpool, Alexis Mac Allister, yang mencoba membuat pemain Arsenal Noni Madueke dikeluarkan dari lapangan. Carragher menyebut tindakan Mac Allister sebagai sesuatu yang memalukan dan menggelikan. Kritik ini muncul di tengah kekalahan Liverpool yang membuat mereka tertahan di posisi kelima, sementara Arsenal naik ke puncak klasemen.
Meski demikian, fokus utama Carragher tetap pada kualitas Declan Rice. Pujiannya yang tanpa ragu menunjukkan betapa ia mengagumi kemampuan gelandang timnas Inggris tersebut. Rice memang tampil impresif dalam pertandingan melawan Liverpool, baik dalam menyerang maupun bertahan. Ia menjadi motor penggerak Arsenal dan membantu tim meraih hasil penting di Anfield.
Dengan performa seperti ini, wajar jika Jamie Carragher menyebut Rice sebagai yang terbaik. Kontroversi yang melibatkan Carragher di luar lapangan tidak mengurangi kredibilitasnya sebagai pengamat sepak bola. Publik pun menantikan apakah Rice dapat mempertahankan konsistensinya dan membawa Arsenal meraih gelar juara Premier League musim ini.
Secara keseluruhan, Jamie Carragher kembali menunjukkan bahwa pendapatnya selalu menarik perhatian. Baik saat memuji Rice, mengkritik Mac Allister, maupun berselisih dengan Aston Villa, ia tetap menjadi figur sentral dalam diskusi sepak bola Inggris. Kini, semua mata tertuju pada Declan Rice dan Arsenal untuk membuktikan bahwa pujian Carragher bukan sekadar omong kosong.











