Berita  

Kota Batu Bersiap: Lapangan Sumberejo Diresmikan Tahun Depan, Banjir dan Wisata Bunga Jadi Sorotan

Kota Batu Bersiap: Lapangan Sumberejo Diresmikan Tahun Depan, Banjir dan Wisata Bunga Jadi Sorotan
Kota Batu Bersiap: Lapangan Sumberejo Diresmikan Tahun Depan, Banjir dan Wisata Bunga Jadi Sorotan

FaktaHari – 01 November 2026 | Kota Batu terus berbenah di berbagai sektor. Mulai dari infrastruktur olahraga, penanganan banjir, hingga pengembangan desa wisata bunga, semua menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat. Lapangan sepak bola induk Desa Sumberejo yang dibangun pada 2025 lalu dipastikan baru bisa digunakan secara resmi pada tahun depan. Penundaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi rumput dan fasilitas dasar benar-benar siap.

Kepala Desa Sumberejo, Riyanto, menjelaskan bahwa pihak desa bersama pengelola telah sepakat untuk menunda penggunaan lapangan. “Kemarin pihak desa bersama pengelola sepakat, lapangan ini insyaallah baru akan dipakai tahun depan,” ujarnya. Menurutnya, pengerjaan awal oleh kontraktor baru mencakup penanaman rumput, sehingga desa masih perlu melengkapi fasilitas utama seperti gawang dan jaring. “Kalau belum ada gawang dan jaring, itu bukan lapangan, tapi taman hijau. Makanya kami fokus memenuhi persyaratan dasar itu dulu,” imbuhnya.

Untuk memastikan rumput tumbuh dengan baik, Pemdes Sumberejo mengalokasikan anggaran mandiri sebesar Rp 80 juta. Dana tersebut digunakan untuk perawatan berkala selama Juli hingga Desember, meliputi pemotongan rumput, pemupukan, hingga pemasangan gawang dan jaring. Lapangan seluas sekitar satu hektare yang berdiri di atas dua bidang persil tanah kas desa ini nantinya diharapkan menjadi pusat kegiatan olahraga warga. Sementara menunggu kesiapan, kegiatan olahraga termasuk Sekolah Sepak Bola (SSB) diarahkan ke lapangan alternatif di Dusun Sumbersari yang memiliki luas 3-4 ribu meter persegi. Desa juga telah mengajukan proposal bantuan kepada Pemkot Batu untuk pembangunan tribun penonton di sisi barat lapangan.

Di sisi lain, masalah banjir masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kota Batu. Penumpukan tanah dan lumpur di hilir sungai diduga memperparah luapan air yang terjadi saat hujan deras. Material sedimen dari kawasan hulu tidak tertahan optimal sehingga terbawa arus dan menggerus plengsengan. Kepala Dinas PUPR Kota Batu, Esty Dwiastuti, menyatakan pihaknya akan memeriksa bangunan pengendali sedimen (check dam) di kawasan hulu serta kondisi pintu air. “Kami akan cek dam di atas. Mungkin di sana yang membuat banyak sedimen di bawah,” ungkapnya. Pengecekan dan perbaikan pintu air menjadi prioritas jangka pendek untuk memastikan material sedimen dan sampah tidak langsung terbawa ke permukiman warga.

Meski dihadapkan pada tantangan infrastruktur, Kota Batu tetap memiliki daya tarik wisata yang kuat. Kawasan budidaya bunga tersebar di beberapa wilayah, seperti Desa Gunungsari, Kelurahan Dadaprejo, dan Desa Sidomulyo. Desa Gunungsari dikenal sebagai sentra mawar potong dengan berbagai varietas unggulan seperti Cherry Brandy, Luciana, Red Holland, dan Pergiwo Pergiwati. Pengunjung dapat menikmati kebun mawar sekaligus mengikuti kegiatan petik mawar di beberapa pengelola seperti Petik Mawar Gumur, Rose Asterina, dan Berkah. Sementara itu, Kampung Anggrek di Dadaprejo menawarkan pengalaman mengenal budidaya anggrek di rumah kaca. Desa Sidomulyo menjadi pusat penjualan tanaman hias yang menjadi incaran wisatawan.

Dengan berbagai potensi dan tantangan yang ada, Pemerintah Kota Batu bersama masyarakat diharapkan terus berkolaborasi. Pembangunan lapangan Sumberejo, penanganan banjir yang holistik, serta pengembangan desa wisata bunga menjadi cermin bahwa Kota Batu tidak hanya fokus pada satu sektor. Dukungan semua pihak sangat diperlukan agar setiap program berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi warga serta wisatawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *