FaktaHari – 31 Oktober 2026 | Nama Collin Sexton menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar Los Angeles Lakers setelah penampilan energiknya dalam kemenangan 103-87 atas Los Angeles Clippers di Intuit Dome. Guard berusia 27 tahun itu tidak hanya mencetak 21 poin dari bangku cadangan, tetapi juga mencuri perhatian dengan ekspresi wajahnya yang intens saat menjaga Cam Christie, yang videonya viral di media sosial. Collin Sexton tampil sebagai sosok berbeda di lapangan, menjelma menjadi petarung yang agresif dan penuh semangat.
Dalam laga yang digelar Rabu malam waktu setempat, Lakers harus bermain tanpa dua pemain inti, Luka Doncic (back tightness) dan Ziaire Williams (left foot soreness). Kehilangan Doncic yang rata-rata mencetak 36 poin per game tentu menjadi pukulan berat. Namun, kedalaman skuad yang dibangun pada musim panas terbukti mampu menutupi celah tersebut. Quentin Grimes memimpin perolehan angka dengan 23 poin, disusul Collin Sexton yang menambahkan 21 poin, termasuk empat tembakan tiga angka. Austin Reaves menyumbang 16 poin dan Matisse Thybulle 15 poin.
Penampilan Collin Sexton di kuarter ketiga menjadi momen krusial. Ia mencetak 11 dari 21 poinnya di periode itu, beberapa kali melakukan flexing dan menepuk dada setelah tembakan masuk. Aksi tersebut membantu Lakers membuka keunggulan 22 poin yang tidak terkejar lagi. Pelatih kepala JJ Redick mengakui keunikan pemain barunya itu. “Kadang sulit menarik perhatiannya karena ia sangat fokus, ia masuk ke zonanya,” ujar Redick. “Saya suka api kompetitifnya.”
Di luar sorotan atas agresivitasnya, Collin Sexton juga menunjukkan sisi profesionalnya dengan memuji rekan setim, Jarred Vanderbilt. Vanderbilt, yang tidak tampil dalam empat laga pertama musim ini, dimainkan sebagai center cadangan melawan Clippers. Meski undersized, energi dan kegigihannya memberikan dampak besar. Dalam 21 menit, Vanderbilt mencatat 7 rebound, 2 assist, dan plus-minus +22 tanpa mencetak poin. “Vando selalu siap,” kata Sexton. “Pagi ini saya datang, dia sudah di lapangan, berkeringat, berlatih tembakan. Itu menunjukkan profesionalisme sejati. Tidak peduli berapa menit yang ia dapat, dia tetap orang yang sama.”
Keputusan Redick memasukkan Vanderbilt juga tidak lepas dari penurunan performa Kevon Looney di awal musim. Vanderbilt dianggap sebagai sosok yang selalu siap memberikan energi dan pertahanan solid. Redick bahkan menyebut kombinasi Vanderbilt dengan Sandro Mamukelashvili sebagai duo frontcourt yang menjanjikan karena perpaduan versatilitas ofensif dan intensitas defensif.
Sementara itu, gaya bermain Collin Sexton yang ‘rabid’ atau seperti hewan gila di lapangan menuai beragam reaksi. Sebagian penggemar Lakers terhibur dan memuji semangatnya, namun ada pula yang menganggapnya berlebihan. “Dia akan mengalami momen-momen aneh, tapi tidak diragukan lagi dia akan bermain setiap malam seperti nyawanya taruhannya,” tulis seorang penggemar. Sexton sendiri menyadari perubahan kepribadiannya saat bertanding. “Jujur, saat saya melangkah di antara garis, itu kami melawan mereka. Saya akan melakukan apa pun yang tim butuhkan. Saya berubah menjadi orang berbeda saat waktunya bertarung,” ujarnya sambil tersenyum.
Dengan kemenangan ini, Lakers memperbaiki rekor menjadi 4-1 setelah sebelumnya kalah 136-129 dari Portland Trail Blazers. Selanjutnya, mereka akan menghadapi Golden State Warriors pada Jumat untuk memulai kampanye group-stage NBA. Penampilan Collin Sexton yang menggabungkan energi, ketajaman mencetak angka, dan sikap profesional terhadap rekan setim menjadi sinyal positif bagi kedalaman skuad Lakers musim ini. Jika ia mampu menjaga konsistensi dan mengendalikan emosinya, Collin Sexton bisa menjadi kunci sukses Lakers dalam menghadapi jadwal padat dan cedera pemain inti.











