PSPS Pekanbaru Tak Cepat Puas, Evaluasi Jadi Kunci Hadapi Adhyaksa FC

PSPS Pekanbaru Tak Cepat Puas, Evaluasi Jadi Kunci Hadapi Adhyaksa FC
PSPS Pekanbaru Tak Cepat Puas, Evaluasi Jadi Kunci Hadapi Adhyaksa FC

FaktaHari – 28 Oktober 2026 | PSPS Pekanbaru terus menunjukkan performa impresif di ajang Pegadaian Championship 2026/27. Tim berjuluk Askar Bertuah ini sukses meraih enam kemenangan beruntun dan kini nyaman di puncak klasemen Grup A dengan koleksi 18 poin dari tujuh pertandingan. Meski demikian, PSPS Pekanbaru tidak lantas berpuas diri. Pelatih Akhyar Ilyas menegaskan bahwa evaluasi usai setiap pertandingan menjadi kunci utama untuk menjaga konsistensi tim.

“Sekarang tugas kami bagaimana menjaga konsistensi ini, bagaimana kami mengevaluasi setiap pertandingan mau kalah ataupun menang,” ujar Akhyar Ilyas. Ia menambahkan bahwa evaluasi dilakukan untuk mengetahui detail kesalahan yang bisa segera ditambal sebelum laga selanjutnya. Menurutnya, tren positif ini merupakan buah dari sikap anak asuhnya yang tidak cepat puas dan terus berbenah, baik saat meraih tiga poin maupun ketika menelan kekalahan di laga pertama melawan PSIS Semarang.

Dengan modal kemenangan enam laga beruntun, Akhyar berharap Andik Rendika Rama dan kolega bisa terus konsisten memenangkan pertandingan agar impian promosi ke BRI Super League musim depan dapat tercapai. Namun, ia meminta timnya tetap membumi dan tidak terburu-buru membicarakan target akhir musim. “Kami dengan pemain berjuang setiap laga, dan setiap laga sangat penting. Kami tidak mau berbicara terlalu jauh, karena pertandingan masih panjang,” tegasnya.

Pada pekan kedelapan, PSPS Pekanbaru akan bertandang ke markas Adhyaksa FC Bekasi. Laga ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Patriot Chandra Bhaga, Bekasi, Sabtu (31/10) sore. Adhyaksa FC saat ini berada di posisi ke-8 dengan mengemas enam poin, unggul tujuh poin dari Persiku Kudus yang berada di dasar klasemen Grup A. Meski secara peringkat jauh di bawah, PSPS Pekanbaru tetap waspada dan menjadikan laga ini sebagai ajang pembuktian konsistensi.

Di sisi lain, PSPS Pekanbaru tengah menghadapi masalah disiplin. Manajemen klub mengajukan keberatan resmi kepada PSSI atas sanksi denda Rp20 juta yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Sanksi tersebut terkait laporan pertandingan melawan Persiku Kudus pada 26 Oktober 2026, di mana PSPS disebut gagal menjaga keamanan karena ada pihak luar yang masuk ke area Field of Play (FOP) dan ruang ganti tim tamu tanpa mengenakan kartu identitas.

Humas dan Media Officer PSPS Pekanbaru, M Teza Taufik, membenarkan adanya denda tersebut. “Iya, betul kita kena denda. Namun, kita punya bukti bahwa sanksi ini tidak tepat. Kita sudah bersurat kepada PSSI terkait hal ini,” kata Teza, Selasa (27/10/2026). Menurut penelusuran internal klub, orang yang terlihat berada di area terlarang tanpa ID card dalam laporan tersebut adalah Direktur Teknik Persiku Kudus, Kahudi Wahyu. PSPS menilai identitas orang tersebut, waktu kejadian, dan situasi pertandingan perlu menjadi pertimbangan dalam mengevaluasi sanksi.

Salah satu hal yang dipersoalkan adalah waktu pengambilan foto yang dijadikan bukti. Berdasarkan analisis manajemen, Kahudi Wahyu terlihat berada di lokasi sekitar pukul 18.05 WIB. Pada waktu tersebut, pertandingan telah selesai dan rombongan pemain serta ofisial Persiku Kudus sedang bersiap meninggalkan stadion untuk kembali ke hotel. “Jadi otomatis ID card sudah tidak dipakai lagi. Terlihat di foto juga pemain dan ofisial Persiku lainnya sudah tidak memakai ID card karena memang pertandingan sudah selesai,” jelas Teza. Manajemen PSPS Pekanbaru menegaskan bahwa pejabat klub lawan tersebut sebenarnya telah memiliki dan mengenakan kartu identitas resmi sejak awal rangkaian pertandingan.

Melalui surat permohonan resmi, PSPS Pekanbaru tidak hanya meminta pembatalan denda finansial, tetapi juga mendesak PSSI agar mengevaluasi kinerja match commissioner yang bertugas. Keputusan akhir atas keberatan ini sepenuhnya berada di tangan PSSI melalui mekanisme organisasi yang berlaku.

Keberatan ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi PSPS Pekanbaru. Di tengah fokus menghadapi Adhyaksa FC, tim harus tetap menjaga fokus dan tidak terpengaruh situasi di luar lapangan. Konsistensi performa dan mentalitas juara akan menjadi kunci utama jika ingin mewujudkan ambisi promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Dengan enam kemenangan beruntun dan posisi puncak klasemen, PSPS Pekanbaru memiliki modal berharga. Namun, perjalanan masih panjang. Evaluasi berkelanjutan, kewaspadaan terhadap setiap lawan, dan penyelesaian masalah disiplin secara profesional akan menentukan apakah tren positif ini dapat berlanjut hingga akhir musim. Yang jelas, PSPS Pekanbaru saat ini adalah salah satu tim paling menonjol di Grup A dan patut diperhitungkan dalam perebutan tiket promosi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *