Monetisasi Gas Sengeti Dorong Ketahanan Energi dan Investasi Baru di Jambi

Monetisasi Gas Sengeti Dorong Ketahanan Energi dan Investasi Baru di Jambi
Monetisasi Gas Sengeti Dorong Ketahanan Energi dan Investasi Baru di Jambi

FaktaHari – 16 Juli 2026 | Monetisasi Gas Sengeti Dorong Ketahanan Energi dan Investasi Baru di Jambi menjadi tonggak baru dalam pengelolaan migas nasional. Pertamina EP Jambi berhasil memonetisasi gas bumi dari Lapangan Sengeti, menandai penjualan gas pertama dari Field Jambi setelah hampir satu dekade. Keberhasilan ini membuka peluang optimalisasi potensi stranded gas yang sebelumnya terhambat oleh keterbatasan akses pasar dan infrastruktur.

Lapangan Sengeti memiliki cadangan gas sebesar 14,76 BSCF dengan volume kontrak penjualan sekitar 13,4 BSCF yang akan disalurkan selama tujuh tahun. Melalui proses seleksi, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk ditetapkan sebagai pembeli gas setelah memenuhi kriteria evaluasi. Nilai penjualan gas secara bruto diperkirakan mencapai Rp1,6 triliun sepanjang masa kontrak, memberikan kontribusi ekonomi melalui mekanisme bagi hasil migas, pajak, dan ketentuan fiskal.

General Manager Pertamina Hulu Rokan Zona 1, Mefredi, mengatakan keberhasilan komersialisasi Lapangan Sengeti memiliki arti strategis bagi Pertamina EP. Selain menghasilkan nilai ekonomi, proyek ini menjadi pilot project pengembangan stranded gas di Field Jambi dan referensi bagi percepatan komersialisasi lapangan gas lainnya seperti Sungai Gelam, Puspa, Puspa Asri, Simpang Tuan, hingga Meruap. “Pengalaman mulai dari pematangan teknis, penyusunan skema rencana komersialisasi, market intelligence, hingga proses pengajuan permohonan Penetapan Alokasi dan Harga Gas kepada Menteri ESDM melalui SKK Migas, diharapkan menjadi pembelajaran penting dalam mempercepat pengembangan potensi gas yang belum termanfaatkan,” jelasnya.

Dari sisi daerah, proyek Sengeti diharapkan memberikan efek domino bagi perekonomian melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja lokal, serta tumbuhnya peluang usaha bagi UMKM di sekitar wilayah operasi, terutama pada tahap konstruksi dan operasional. Pemerintah daerah dilibatkan melalui koordinasi perizinan, kesesuaian tata ruang, dan sinkronisasi dengan program pembangunan daerah. Rahmat Keslani, Senior Manager Commercial Regional 1 PT Pertamina Hulu Rokan, menambahkan bahwa keberhasilan Lapangan Sengeti membuka peluang pengembangan ekosistem gas di Provinsi Jambi. “Semakin banyak lapangan gas yang berhasil dikomersialkan, semakin besar peluang hadirnya industri berbasis gas serta pembangunan infrastruktur energi yang meningkatkan daya saing daerah,” katanya.

Dalam mendukung program swasembada energi nasional, gas dari Lapangan Sengeti dimanfaatkan oleh PGN untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri dan pembangkit listrik, termasuk di Batam serta sektor strategis lainnya. Mefredi menegaskan bahwa monetisasi Sengeti menjadi awal dari strategi jangka panjang Pertamina EP dalam mengembangkan stranded gas di Jambi. “Saat ini perusahaan tengah mempercepat komersialisasi beberapa lapangan lain, di antaranya Sungai Gelam yang menunggu Penetapan Alokasi dan Harga, Puspa dan Puspa Asri yang diajukan permohonan, serta Simpang Tuan yang masih dalam tahap pematangan teknis dan keekonomian,” jelasnya.

Keberhasilan Monetisasi Gas Sengeti Dorong Ketahanan Energi dan Investasi Baru di Jambi tidak hanya menjadi pencapaian penjualan gas pertama setelah hampir satu dekade, tetapi juga fondasi bagi percepatan pengembangan stranded gas lainnya. Dengan komitmen Pertamina EP untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya migas secara berkelanjutan, proyek ini diharapkan meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, dan memperkuat ketahanan energi Indonesia. Inisiatif ini juga menjadi bukti nyata bahwa potensi gas yang selama ini tertahan dapat dimonetisasi untuk kesejahteraan bersama, sekaligus mendorong investasi baru di sektor energi Jambi.

Secara keseluruhan, Monetisasi Gas Sengeti Dorong Ketahanan Energi dan Investasi Baru di Jambi merupakan langkah strategis yang tidak hanya memberikan dampak ekonomi jangka pendek, tetapi juga membangun ekosistem energi yang lebih tangguh. Dengan adanya pilot project ini, diharapkan lapangan-lapangan gas lainnya di Jambi dapat segera menyusul, sehingga ketahanan energi nasional semakin kuat dan investasi di daerah terus mengalir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *