RI Jajaki China dan Rusia Garap Kereta Trans Kalimantan, Proyek Raksasa Menanti Investor

RI Jajaki China dan Rusia Garap Kereta Trans Kalimantan, Proyek Raksasa Menanti Investor
RI Jajaki China dan Rusia Garap Kereta Trans Kalimantan, Proyek Raksasa Menanti Investor

FaktaHari – 09 Agustus 2026 | Pemerintah Indonesia terus mempercepat realisasi proyek strategis kereta api lintas pulau. Dalam perkembangan terbaru, RI jajaki China dan Rusia garap kereta Trans Kalimantan, sebuah langkah besar untuk membuka konektivitas baru di Pulau Kalimantan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa penjajakan investasi tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari perintah Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk segera membangun jaringan rel di Sumatra dan Kalimantan.

Pernyataan tersebut disampaikan Dudy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026) malam. Ia menegaskan bahwa KAI telah menyiapkan peta jalan (roadmap) pengembangan kereta Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan. Namun, untuk Kalimantan, proyek dimulai dari nol. “Kalau Trans-Sumatra sebagian memang sudah tersedia tinggal disambung-sambungkan, kalau Trans-Kalimantan memang kita harus mulai,” kata Dudy.

RI jajaki China dan Rusia garap kereta Trans Kalimantan bukan tanpa alasan. Dudy menyebut kedua negara tersebut telah menunjukkan minat serius untuk berinvestasi dalam pembangunan jalur kereta api di Pulau Kalimantan. “Kami sudah jajaki dalam negeri maupun dengan luar negeri, di antaranya Rusia dan Tiongkok,” ujarnya. Komunikasi dengan para calon investor telah berlangsung, dan saat ini mereka tengah melakukan penghitungan kelayakan bisnis sebelum mengajukan proposal resmi.

Menariknya, pembagian minat antara proyek Sumatra dan Kalimantan mulai terlihat jelas. Dudy mengamati bahwa untuk pengembangan logistik di Sumatra, KAI Logistik lebih berminat untuk menggarapnya. Sementara itu, untuk Kalimantan, investor dari China dan Rusia yang lebih antusias. “Tergantung investor tentunya mana yang menurut mereka lebih visible ya untuk mereka garap. Saya lihat sepertinya kalau Sumatra logistiknya KAI yang lebih berminat untuk mengembangkannya, kalau di Kalimantan sepertinya dari China sama Rusia yang lebih berminat,” jelas Dudy.

Proyek kereta api Trans-Kalimantan merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo untuk menghubungkan wilayah-wilayah strategis di Indonesia. Sebelumnya, saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Jawa Tengah, Presiden menegaskan bahwa setelah Trans-Sumatra, pembangunan Trans-Kalimantan harus segera dimulai. Bahkan, ia meminta agar kedua proyek dapat berjalan bersamaan. “Habis Trans Sumatra nanti Trans Kalimantan, kalau bisa bersamaan kita mulai. Indonesia negara besar, Indonesia negara kuat, Indonesia negara makmur. Kita buktikan,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

Dengan adanya minat dari investor asing, pemerintah optimistis proyek ini dapat segera terwujud. Namun, Dudy mengaku belum dapat menghitung total anggaran yang dibutuhkan karena masih menunggu hasil studi kelayakan dari calon investor. “Belum, belum. Kan kita juga harus lihat perhitungan bisnisnya mereka ya,” tandasnya.

RI jajaki China dan Rusia garap kereta Trans Kalimantan juga menjadi sinyal kuat bagi dunia internasional bahwa Indonesia serius mengembangkan infrastruktur perkeretaapian nasional. Kehadiran investor global diharapkan tidak hanya membawa modal, tetapi juga transfer teknologi dan percepatan pembangunan. Pemerintah terus mematangkan skema kerja sama, baik melalui skema pemerintah-ke-pemerintah (G to G) maupun kerja sama badan usaha.

Kalimantan selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung sumber daya alam terbesar di Indonesia, namun konektivitas antarwilayahnya masih terbatas. Dengan adanya jalur kereta api yang membentang dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Timur, distribusi logistik, mobilitas masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi diharapkan meningkat signifikan. Proyek ini juga akan mendukung pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terletak di Kalimantan Timur.

Meski masih dalam tahap penjajakan, langkah pemerintah yang melibatkan China dan Rusia dinilai strategis. Kedua negara tersebut memiliki kapabilitas dan pengalaman luas dalam membangun jaringan kereta api jarak jauh. Diharapkan, proses negosiasi dapat berjalan lancar sehingga pembangunan fisik dapat segera dimulai.

Ke depan, pemerintah bersama PT KAI akan terus mengawal setiap tahapan, mulai dari studi kelayakan, desain, hingga pembebasan lahan. Dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah di Kalimantan, menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Trans-Kalimantan bukan sekadar proyek transportasi, melainkan investasi jangka panjang untuk pemerataan pembangunan dan kedaulatan logistik nasional.

Dengan komitmen politik yang kuat dan minat investor yang nyata, tidak lama lagi Pulau Kalimantan akan menikmati layanan kereta api modern yang selama ini dinanti. Rakyat Indonesia, khususnya warga Kalimantan, berharap proyek ini berjalan sesuai target dan membawa dampak positif bagi kesejahteraan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *