Profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang Kena OTT KPK, Dulu Mundur dari Dirut Keuangan BUMN

Profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang Kena OTT KPK, Dulu Mundur dari Dirut Keuangan BUMN
Profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang Kena OTT KPK, Dulu Mundur dari Dirut Keuangan BUMN

FaktaHari – 29 Juli 2026 | Profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang kena OTT KPK, dulu mundur dari dirut keuangan BUMN [titlebase] menjadi sorotan publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan dirinya bersama istri dalam operasi tangkap tangan pada Selasa (28/7/2026) malam. Operasi senyap ini tidak hanya menciduk Anom, tetapi juga sejumlah pihak lain yang diduga terkait dengan praktik korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Anom Widiyantoro, pria kelahiran Cimahi, 20 Maret 1970, memiliki latar belakang pendidikan yang kokoh. Ia meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Sebelum terjun ke politik, Anom menghabiskan puluhan tahun di BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, dan bahkan pernah menjabat sebagai direktur di anak perusahaan yang mengelola sektor properti dan perhotelan. Keputusannya mundur dari posisi direktur keuangan BUMN untuk maju dalam Pilkada Pemalang 2024 menjadi titik balik kariernya. Profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang kena OTT KPK, dulu mundur dari dirut keuangan BUMN [titlebase] menandai perjalanan dari eksekutif korporat menuju panggung politik daerah.

Pasangan Anom dan Nurkholes berhasil memenangkan Pilkada dengan perolehan 278.043 suara (sekitar 44,51 persen) dan dilantik pada 20 Februari 2025 untuk periode 2025–2030. Mereka mengusung visi “Pemalang Bercahaya” yang fokus pada pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, serta peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan. Namun, belum genap dua tahun menjabat, operasi tangkap tangan KPK menghentikan langkahnya. Dalam OTT tersebut, tim KPK menyita sejumlah uang sebagai barang bukti dan menyegel sejumlah lokasi, termasuk ruangan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta dua rumah di Perumahan Mutiara Residence, Kelurahan Mulyoharjo, Pemalang, yang diduga milik seorang kontraktor dan kerabat dekat Anom.

Selain Anom, istrinya dr. Noor Faizah Maenofi juga ikut diamankan. Keduanya diperiksa di lantai dua Gedung Merah Putih KPK. Wakil Ketua KPK, Fitroch Rochcayanto, membenarkan penangkapan tersebut, namun belum merinci perkara yang menjerat. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap belasan pejabat Pemkab Pemalang di Polres Pemalang, dengan menggunakan dua ruangan yaitu Ruang Tribrata dan Ruang PPKO. Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, mengonfirmasi bahwa proses pemeriksaan masih berlangsung dan angka pasti pihak yang diperiksa menunggu informasi resmi dari KPK.

Kasus ini menjadi OTT kepala daerah ke-18 sepanjang tahun 2026. Profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang kena OTT KPK, dulu mundur dari dirut keuangan BUMN [titlebase] kembali mencuat seiring dengan perkembangan hukum yang masih bergulir. Publik menunggu kepastian status hukum Anom dan keterangan resmi dari KPK mengenai konstruksi perkara. Penangkapan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa transisi dari dunia korporasi ke politik tidak menjamin seseorang terbebas dari jerat hukum, dan komitmen antikorupsi harus dipegang teguh di setiap lini pemerintahan.

Kesimpulannya, profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang kena OTT KPK, dulu mundur dari dirut keuangan BUMN [titlebase] menunjukkan betapa pentingnya integritas dalam kepemimpinan daerah. KPK terus mengembangkan penyidikan dan pihak-pihak terkait masih menjalani pemeriksaan intensif. Masyarakat Pemalang dan publik luas berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan efek jera bagi pelaku korupsi lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *