FaktaHari – 28 Juli 2026 | Perry Warjiyo mundur, ini deretan kebijakan yang jadi warisannya di BI. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo secara mengejutkan mengundurkan diri dari jabatannya pada Minggu (26/7/2026). Surat pengunduran diri diterima Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Pengunduran diri ini langsung memicu reaksi pasar, dengan nilai tukar rupiah melemah 46 poin ke Rp18.009 per dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun pada perdagangan Senin (27/7/2026). Perry Warjiyo mundur, ini deretan kebijakan yang jadi warisannya di BI menjadi sorotan publik. Selama kurang lebih delapan tahun memimpin bank sentral, Perry menorehkan sejumlah kebijakan penting yang membentuk arah ekonomi Indonesia.
Kebijakan Moneter yang Pro-Stabilitas
Salah satu warisan utama Perry adalah kebijakan suku bunga yang agresif dalam mengendalikan inflasi. Di bawah kepemimpinannya, BI menaikkan suku bunga acuan hingga 6,25% pada 2024 untuk meredam inflasi pasca-pandemi. Inflasi berhasil dijaga dalam kisaran sasaran. Perry juga memperkuat bauran kebijakan dengan intervensi pasar valuta asing dan operasi moneter yang fleksibel.
Pendalaman Pasar Keuangan dan Digitalisasi
Perry mendorong pendalaman pasar keuangan melalui penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuf Valas Bank Indonesia (SUVBI). Instrumen ini bertujuan menarik modal asing dan memperkuat moneter. Di bidang digital, Perry merintis kebijakan Sistem Pembayaran Digital, termasuk QRIS yang kini meluas, serta pengembangan rupiah digital (CBDC).
Stabilitas Sistem Keuangan dan Makroprudensial
Perry menerapkan kebijakan makroprudensial longgar untuk mendorong pertumbuhan, seperti penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) dan pelonggaran kredit properti. Di tengah tekanan global, ia menjaga stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Perry Warjiyo mundur, ini deretan kebijakan yang jadi warisannya di BI juga mencakup independensi bank sentral yang ia jaga dengan teguh, meski beberapa kali menghadapi tekanan politis. Pejabat Sementara Gubernur BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa arah kebijakan tetap stabil dan tidak akan berubah.
Transparansi dan Komunikasi Pasar
Perry dikenal aktif berkomunikasi dengan pasar melalui konferensi pers dan publikasi data. Ia memperkenalkan kebijakan suku bunga forward looking dan meningkatkan transparansi hasil rapat dewan gubernur. Hal ini membantu mengelola ekspektasi pelaku pasar.
Namun, pengunduran diri ini meninggalkan pekerjaan rumah bagi penggantinya. Ekonom menilai stabilitas rupiah, inflasi, dan kepercayaan pasar menjadi tantangan utama. Perry Warjiyo mundur, ini deretan kebijakan yang jadi warisannya di BI akan terus dikenang, tetapi masa depan perekonomian kini berada di tangan pemimpin baru.
Masa transisi kepemimpinan menjadi ujian bagi BI dan pemerintah untuk membuktikan tata kelola yang transparan. Dengan dukungan KSSK dan komitmen Destry Damayanti, stabilitas diharapkan segera pulih.











