FaktaHari – 24 Juli 2026 | Ramai klub lari di Bali larang WNI ikutan dan hanya buat WNA, polisi telusuri [titlebase] menjadi sorotan publik setelah sebuah komunitas lari di kawasan Canggu, Kabupaten Badung, Bali, diduga menerapkan aturan diskriminatif. Video yang viral di media sosial menunjukkan bahwa warga negara Indonesia (WNI) tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan lari yang digelar oleh komunitas Entourage Run, sementara warga negara asing (WNA) bebas berpartisipasi. Polemik ini memicu kemarahan berbagai pihak, termasuk anggota DPR RI dan pemerintah daerah, yang menuntut penegakan hukum tegas.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengonfirmasi bahwa Polres Badung telah diterjunkan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran hukum dalam kegiatan tersebut. “Iya, Polres Badung sementara turun untuk mengumpulkan barang bukti menindak persoalan itu juga,” ujarnya. Polisi akan meminta keterangan dari penyelenggara dan pihak terkait untuk memastikan apakah ada unsur diskriminasi atau pelanggaran keimigrasian. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari masyarakat, namun polisi tetap melakukan penyelidikan proaktif.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, turut angkat bicara. Ia menegaskan bahwa Pemkab Badung mendukung kegiatan olahraga komunitas, namun seluruh kegiatan yang bersifat massal dan komersial wajib mengantongi izin resmi. “Prinsipnya sederhana, siapa pun penyelenggaranya, baik WNI maupun WNA, seluruh kegiatan yang memenuhi unsur event wajib mengikuti prosedur perizinan keramaian. Tidak ada perlakuan yang berbeda,” tegas Adi Arnawa. Ia juga meminta penyelenggara yang melibatkan WNA untuk berkoordinasi dengan polres dan polda guna menjaga keamanan dan ketertiban.
Sementara itu, Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka melontarkan kritik pedas. “Bali bukan klub eksklusif. Tidak boleh ada sekat kewarganegaraan yang menghalangi WNI mengakses ruang publik di tanah airnya sendiri. Sikap ini mencederai semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya. Rieke juga mengingatkan bahwa pemegang visa kunjungan dilarang mengelola komunitas rutin yang bersifat komersial, dan jika terbukti melanggar UU Keimigrasian, mereka terancam deportasi dan dicekal.
Menanggapi tuduhan tersebut, komunitas digital nomad Entourage Bali menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram mereka. Mereka mengakui adanya kesalahan sistem pada proses persetujuan otomatis untuk masuk grup WhatsApp, yang menyebabkan beberapa pendaftar dengan nomor telepon Indonesia ditolak secara keliru. “Pertama, kami minta maaf sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung karena kami sama sekali tidak ada niat untuk mendiskriminasi siapa pun. Kami menyetop sementara semua acara saat ini untuk mengambil tanggung jawab penuh dan berjanji akan melakukan perubahan nyata ke depannya,” tulis mereka. Entourage Bali menegaskan bahwa keanggotaan mereka tidak pernah ditentukan oleh kewarganegaraan, dan acara lari selalu terbuka untuk siapa saja.
Menurut data kepolisian, kegiatan lari tersebut telah digelar dua kali, yaitu pada 27 Mei dan 24 Juni 2026, dengan rute di sekitar Jalan Subak, Canggu. Jumlah peserta sekitar 200 orang, dan dimulai pukul 05.30 hingga 06.30 WITA. Pihak kepolisian menyatakan bahwa tidak ada larangan bagi WNI untuk mengikuti kegiatan tersebut, namun peserta didominasi WNA. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa sistem pendaftaran mungkin tidak sengaja memfilter nomor telepon Indonesia.
Ramai klub lari di Bali larang WNI ikutan dan hanya buat WNA, polisi telusuri [titlebase] juga memicu diskusi di kalangan masyarakat tentang perlunya regulasi yang lebih ketat bagi kegiatan yang melibatkan WNA di ruang publik. Dinas Pariwisata Badung bersama desa adat setempat diminta menyusun mekanisme notifikasi kegiatan yang terintegrasi untuk mencegah kejadian serupa. Polemik ini menjadi pengingat bahwa Bali sebagai destinasi wisata global harus menjaga keseimbangan antara keterbukaan terhadap turis dan perlindungan hak warga lokal.
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung. Polres Badung terus mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi. Masyarakat berharap kasus ini dapat diselesaikan secara transparan dan memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang melanggar hukum. Ramai klub lari di Bali larang WNI ikutan dan hanya buat WNA, polisi telusuri [titlebase] menjadi topik yang masih hangat diperbincangkan, dan publik menanti hasil akhir dari proses hukum ini.











