FaktaHari – 21 Juli 2026 | Seorang kakek berusia 74 tahun berinisial S harus menjalani pengalaman mencekam selama lebih dari dua jam setelah terkunci di dalam mobilnya di Jalan Margo Utomo, Kota Yogyakarta, pada Minggu (19/7) lalu. Peristiwa Kakek 2 jam terkunci di mobil di Yogya, warga evakuasi dengan pecahkan kaca itu bermula ketika keluarga korban yang datang dari Demak, Jawa Tengah, untuk berlibur memarkir kendaraan dan pergi berjalan-jalan ke Malioboro. Sang kakek memilih menunggu di kursi belakang, namun tanpa disadari pintu mobil terkunci secara otomatis setelah mesin dimatikan.
Insiden Kakek 2 jam terkunci di mobil di Yogya, warga evakuasi dengan pecahkan kaca berlangsung dramatis. Pukul 17.30 WIB, korban mulai mengetuk-ngetuk kaca untuk meminta tolong. Warga sekitar yang mendengar segera berusaha membuka pintu, namun gagal. Tanpa alat khusus, mereka akhirnya memecahkan kaca mobil bagian depan sebelah kanan (samping sopir) untuk mengevakuasi sang kakek. Beruntung, korban berhasil dikeluarkan dalam kondisi lemas namun selamat. Kasi Humas Polresta Yogyakarta Iptu Dani HS mengonfirmasi kejadian ini pada Selasa (21/7).
Kejadian Kakek 2 jam terkunci di mobil di Yogya, warga evakuasi dengan pecahkan kaca ini menjadi pengingat bagi para pengendara untuk selalu waspada terhadap sistem kunci otomatis, terutama saat meninggalkan lansia atau anak-anak di dalam kendaraan. Di sisi lain, aksi cepat dan gotong royong warga menunjukkan solidaritas tinggi di tengah masyarakat Yogyakarta.
Tak hanya di Yogyakarta, kecelakaan dan insiden serupa juga terjadi di berbagai daerah. Di Wonosobo, Jawa Tengah, pada hari yang sama (Selasa, 21/7), sebuah kecelakaan beruntun melibatkan truk tangki di Jalan Wonosobo–Parakan, Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek. Sopir truk bernama Suroso (67) terjepit di kabin ringsek selama lebih dari satu jam. Tim gabungan Basarnas, polisi, damkar, relawan, dan warga berjuang keras membebaskannya, namun nyawa korban tak tertolong. Suroso meninggal dunia akibat luka berat di kepala.
Sementara itu, di Surabaya, aksi heroik pengemudi ojek online (ojol) dan warga terjadi pada Senin (20/7) malam. Sebuah truk tangki bermuatan air mineral menabrak truk pasir di Jalan Raya A Yani, Gayungan, menyebabkan sopir truk tangki berinisial JI terjepit di kabin ringsek. Dengan cepat, para ojol dan warga bergotong royong “ongkek” (merenggangkan) bodi kabin hingga korban berhasil dievakuasi dan selamat dengan patah tulang kaki kiri. Insiden ini menunjukkan betapa pentingnya kecepatan dan kerja sama dalam situasi darurat.
Di Bantul, Yogyakarta, pada Senin (20/7), seorang pemuda bernama Taufan Aktafiama (27) tenggelam di Lembah Sungai Oya Parangan. Diduga korban berenang tanpa pelampung dalam kondisi mabuk. Tim SAR menemukan jasadnya pada kedalaman dua meter dan menyerahkan ke pihak berwenang. Polisi mengimbau pengunjung wisata alam untuk selalu mematuhi aturan keselamatan.
Berbagai peristiwa ini menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat. Kakek 2 jam terkunci di mobil di Yogya, warga evakuasi dengan pecahkan kaca menjadi contoh bahwa tindakan cepat dan solidaritas warga dapat menyelamatkan nyawa. Dengan meningkatnya mobilitas dan aktivitas luar ruangan, keselamatan harus menjadi prioritas utama. Semoga kejadian serupa tidak terulang dan menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.











