Berita  

Mengapa Siprus Buru Warga Palestina Hingga ke Indonesia? Ini Fakta di Balik Penangkapan Abdul Karim Miqdad

Mengapa Siprus Buru Warga Palestina Hingga ke Indonesia? Ini Fakta di Balik Penangkapan Abdul Karim Miqdad
Mengapa Siprus Buru Warga Palestina Hingga ke Indonesia? Ini Fakta di Balik Penangkapan Abdul Karim Miqdad

FaktaHari – 20 Juli 2026 | Mengapa Siprus buru ‘warga Palestina’ sampai ke Indonesia? Pertanyaan ini mengemuka setelah warga negara Palestina, Abdul Karim Raed Miqdad, ditangkap oleh Divisi Hubungan Internasional Polri pada 16 Juli 2026 dan langsung dideportasi ke Siprus sehari kemudian. Kasus ini memicu perdebatan hangat, baik di tingkat nasional maupun internasional, karena melibatkan tuduhan terorisme, kerja sama Interpol, serta hubungan erat Siprus dengan Israel.

Menurut Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Untung Widyatmoko, penangkapan Abdul Karim didasarkan pada Red Notice dari NCB Interpol Nicosia. Ia menegaskan bahwa Abdul Karim bukanlah aktivis, melainkan buronan yang terlibat tindak pidana terorisme. “Kami bekerja sesuai prosedur dan mekanisme. Tidak tiba-tiba, tentunya berdasarkan analisis intelijen,” ujarnya. Polri membantah isu bahwa Abdul Karim akan dipindahkan ke negara lain selain Siprus.

Namun, keluarga Abdul Karim membantah keras tuduhan tersebut. Dalam pernyataan resmi, mereka menyebut Abdul Karim sebagai pribadi berakhlak baik yang hanya memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina melalui cara damai. Mereka mengkhawatirkan keselamatannya karena proses penangkapan dan deportasi berlangsung sangat cepat. Keluarga juga mempertanyakan dasar hukum penangkapan, mengingat dokumen yang mereka terima tidak memuat uraian fakta atau bukti pendukung.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut angkat bicara. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, meminta pemerintah memberikan penjelasan resmi mengenai dasar hukum, mekanisme, dan jaminan perlindungan hak asasi manusia. MUI menekankan pentingnya due process of law, transparansi, dan akuntabilitas, serta mengingatkan agar komitmen Indonesia terhadap Palestina tidak luntur.

Mengapa Siprus buru ‘warga Palestina’ sampai ke Indonesia? Jawabannya terkait erat dengan hubungan Siprus dengan Israel. Siprus dan Yunani belakangan gencar memburu warga keturunan Palestina dengan tuduhan terkait Hamas. Pada Juni lalu, seorang pria Palestina ditangkap di Yunani atas dugaan merencanakan serangan terhadap target Israel. Penangkapan di Yunani dan Siprus saling terkait, dengan salah satu tersangka mengaku akan melakukan aksi di berbagai negara, termasuk Malaysia tempat ia menjalani pelatihan.

Mengapa Siprus buru ‘warga Palestina’ sampai ke Indonesia? Indonesia menjadi lokasi penangkapan karena Abdul Karim berada di Tanah Air saat Red Notice dikeluarkan. Polri menindaklanjuti analisis intelijen dan bekerja sama dengan Interpol. Namun, langkah ini menuai kritik karena dianggap terlalu cepat tanpa transparansi. Keluarga dan MUI mendesak agar hak-hak Abdul Karim dipenuhi, termasuk pendampingan hukum dan akses ke perwakilan yang berwenang.

Mengapa Siprus buru ‘warga Palestina’ sampai ke Indonesia? Selain faktor kerja sama intelijen, alasan lain adalah meningkatnya tekanan politik terhadap kelompok perlawanan Palestina di Eropa. Siprus, sebagai negara tetangga Israel, memiliki kepentingan untuk meredam aktivitas yang dianggap mengancam keamanan Israel. Namun, tuduhan terorisme terhadap Abdul Karim diragukan banyak pihak karena bukti yang lemah dan ketidakjelasan proses hukum.

Polri menegaskan tidak ada yang salah dengan deportasi tersebut. “Biasanya begitu tertangkap langsung dideportasi,” kata Brigjen Untung. Namun, kasus ini meninggalkan banyak pertanyaan, terutama tentang nasib Abdul Karim di Siprus dan apakah Indonesia telah melanggar prinsip non-refoulement atau tidak.

Kesimpulannya, penangkapan Abdul Karim Miqdad adalah contoh kompleksitas kerja sama antarnegara dalam pemberantasan terorisme, namun juga menyoroti pentingnya transparansi dan perlindungan hak asasi manusia. Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara komitmen internasional dan dukungan tradisionalnya terhadap perjuangan rakyat Palestina. Masyarakat menanti klarifikasi lebih lanjut dari pemerintah untuk memastikan keadilan dan menghindari spekulasi yang merugikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *