FaktaHari – 01 November 2026 | Memphis Grizzlies terus menunjukkan dominasi di awal musim NBA 2026/2027. Kemenangan telak 136-105 atas Sacramento Kings pada Sabtu (31/10/2026) malam waktu setempat tidak hanya menjaga rekor sempurna mereka, tetapi juga mencatatkan sejarah baru bagi rookie sensasional Cameron Boozer. Pemain berusia 19 tahun itu menjadi pusat perhatian setelah mencetak 27 poin, sembilan rebound, tiga assist, dan satu blok dalam 26 menit bermain.
Kemenangan ini membawa Grizzlies menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan dengan rekor 6-0, menyamai start terbaik dalam sejarah klub yang sebelumnya diraih pada musim 2014/2015. Cameron Boozer, yang dipilih sebagai pick ketiga dalam draft 2026, tampil efisien dengan tembakan 8 dari 14 dari lapangan, termasuk 3 dari 7 dari luar busur, dan sempurna 8 dari 8 dari garis free throw. Meski begitu, ia masih harus memperbaiki penguasaan bola setelah mencatat tujuh turnover dalam pertandingan tersebut.
Penampilan gemilang Cameron Boozer ini bukanlah hal yang mengejutkan. Dua hari sebelumnya, dalam kemenangan 124-103 atas Portland Trail Blazers, ia mencatatkan triple-double pertama dalam kariernya dengan 18 poin, 11 rebound, dan 12 assist. Hebatnya, catatan tersebut menjadikannya sebagai forward termuda dalam sejarah NBA yang mampu membukukan triple-double, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh LeBron James. Sebuah pencapaian luar biasa bagi pemain yang baru menjalani lima pertandingan di liga paling kompetitif dunia.
Konsistensi Cameron Boozer sepanjang enam pertandingan awal musim ini memang luar biasa. Ia rata-rata mencetak 17,3 poin, 10,5 rebound, dan 5,7 assist per pertandingan dengan waktu bermain 31,2 menit. Meski persentase tembakannya masih fluktuatif, kemampuannya dalam mencetak angka, merebut rebound, dan menciptakan peluang bagi rekan setim membuatnya menjadi kandidat kuat untuk gelar Rookie of the Year. Pelatih dan manajemen Grizzlies pun tampak memberikan kepercayaan penuh kepada Boozer sebagai fondasi tim di masa depan.
Dalam pertandingan melawan Kings, Grizzlies menunjukkan kekuatan serangan yang solid. Selain Cameron Boozer, Isaiah Stewart menyumbang 24 poin, sementara GG Jackson menambahkan 21 poin dengan tembakan 7 dari 10 dari lapangan, termasuk 5 dari 5 dari tiga angka. Kemenangan ini juga tidak lepas dari absennya beberapa pemain kunci Kings, namun Grizzlies tetap tampil dominan sejak kuarter pertama.
Bagi Sacramento Kings, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Meski rookie mereka, Darius Acuff Jr., mencetak 38 poin dan 9 three-pointer, usaha tersebut tidak cukup untuk membendung agresivitas Memphis. Domantas Sabonis hanya mencetak 11 poin dengan 14 rebound, sementara Zach LaVine menambahkan 11 poin. Kings masih mencari konsistensi di awal musim yang panjang ini.
Dengan rekor sempurna 6-0, Memphis Grizzlies kini menjadi buruan utama tim-tim lain di Wilayah Barat. Jadwal berat menanti mereka, dimulai dengan pertandingan melawan New Orleans Pelicans pada Senin (2/11/2026) waktu setempat. Jika Cameron Boozer dan kawan-kawan mampu mempertahankan performa apik ini, bukan tidak mungkin Grizzlies akan menjadi kekuatan baru yang diperhitungkan di kancah NBA musim ini.
Kisah Cameron Boozer adalah bukti bahwa talenta muda dapat langsung bersinar di panggung tertinggi. Dari kesulitan di debutnya hingga mencetak rekor bersejarah, perjalanannya baru dimulai. Grizzlies dan penggemar NBA di seluruh dunia akan terus menyaksikan bagaimana pemain muda ini tumbuh menjadi bintang masa depan.











