FaktaHari – 17 Juli 2026 | SAMPIT – Langkah strategis kembali dilakukan oleh pengelola Bandara H Asan Sampit dalam upaya meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Melalui serangkaian kegiatan yang digelar pada Kamis, 16 Juli 2026, bandara yang melayani wilayah Kotawaringin Timur ini menggelar Rapat Komite Keamanan Bandara, Rapat Komite Airport Emergency Plan (AEP), serta kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pelatihan Safety and Security Awareness dan pengembangan jaringan rute penerbangan. Kegiatan ini menegaskan komitmen Bandara H Asan Sampit Perkuat Koordinasi Keamanan dan Keselamatan Penerbangan secara berkesinambungan.
Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, camat, lurah, ketua RT, hingga unsur pengamanan bandara. Tidak hanya itu, tim dari Politeknik Penerbangan (PPI) Curug juga turut berpartisipasi memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan dan keamanan penerbangan, termasuk aturan di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Langkah ini menjadi bagian dari upaya Bandara H Asan Sampit Perkuat Koordinasi Keamanan dan Keselamatan Penerbangan melalui pendekatan partisipatif.
Kepala Bandara H Asan Sampit, Abdul Haris, menjelaskan bahwa edukasi kepada masyarakat sangat krusial. Masih terdapat potensi gangguan terhadap operasional penerbangan, seperti permainan layang-layang di sekitar bandara maupun asap akibat pembakaran sampah. Meskipun hingga saat ini gangguan tersebut belum berdampak signifikan terhadap jadwal penerbangan, kondisi ini perlu diantisipasi. “Jika semakin meningkat, dapat mengganggu sistem navigasi dan membahayakan keselamatan penerbangan. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama, sehingga penerbangan bisa saja dibatalkan jika faktor keselamatan terganggu,” tegas Haris. Ia memastikan bahwa seluruh penerbangan di Bandara H Asan Sampit masih berjalan normal.
Selain aspek keselamatan, Bandara H Asan Sampit juga terus berupaya memperluas jaringan penerbangan. Faktor utama yang menjadi pertimbangan maskapai membuka rute baru adalah jumlah penumpang. Oleh karena itu, Haris berharap masyarakat Kotawaringin Timur semakin memilih terbang melalui Bandara H Asan Sampit dibandingkan menggunakan bandara di daerah lain seperti Palangka Raya maupun Pangkalan Bun. “Kalau penumpangnya ada, tentu maskapai akan bertahan bahkan menambah rute. Operator selalu mempertimbangkan sisi keuntungan,” ujarnya. Untuk mendorong peningkatan jumlah penumpang, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, maskapai, dan perusahaan-perusahaan besar di Kotim, terutama sektor perkebunan kelapa sawit yang memiliki ribuan karyawan dari luar daerah. Mereka bisa diarahkan menggunakan Bandara H Asan Sampit sebagai pintu keberangkatan dan kedatangan.
Terkait pengembangan infrastruktur, Haris mengakui tantangan terbesar saat ini adalah ketersediaan lahan. Keterbatasan anggaran pemerintah pusat juga menjadi kendala. “Usulan perpanjangan landasan pacu belum ada kepastian, namun pembangunan pagar untuk pengembangan landasan ditargetkan mulai dilaksanakan tahun ini,” ungkapnya.
Agenda rapat komite juga menjadi forum untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan kesiapsiagaan penanganan keadaan darurat di lingkungan bandara. Haris menambahkan, rapat tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi pelaksanaan koordinasi yang telah berjalan sekaligus menghimpun masukan dari seluruh anggota komite. “Kami ingin melihat apakah masih ada kekurangan atau hal-hal yang perlu ditambahkan dalam kolaborasi dengan seluruh stakeholder,” katanya.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat PPI Curug, Kardi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya lembaga pendidikan penerbangan dalam meningkatkan pemahaman seluruh pemangku kepentingan mengenai regulasi keselamatan dan keamanan penerbangan. “Kami memberikan edukasi mengenai regulasi yang harus dipenuhi bandara. Kendala-kendala yang dihadapi akan kami inventarisasi untuk menjadi masukan kepada regulator dalam upaya pemenuhan standar keselamatan penerbangan,” ujarnya.
Dengan berbagai inisiatif ini, Bandara H Asan Sampit Perkuat Koordinasi Keamanan dan Keselamatan Penerbangan tidak hanya melalui rapat koordinasi, tetapi juga melalui edukasi langsung ke masyarakat. Sinergi antara pengelola bandara, pemerintah, aparat keamanan, dan pihak pendidikan diharapkan mampu menciptakan ekosistem penerbangan yang aman, nyaman, dan berkembang. Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama, sementara pengembangan rute baru diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan perekonomian daerah.











