FaktaHari – 27 Oktober 2026 | Federico Redondo kembali menjadi sorotan dalam lanjutan LaLiga EA Sports 2026/2027. Bermain sebagai bek tengah darurat, pemain berusia 22 tahun itu sukses mengantarkan Elche meraih kemenangan penting 3-0 atas Rayo Vallecano di Stadion Vallecas, Sabtu (24/10/2026). Penampilan gemilang Federico Redondo tidak hanya membantu timnya menjaga clean sheet, tetapi juga mencetak gol pembuka melalui titik putih.
Kemenangan ini menjadi bukti kebangkitan Elche di bawah asuhan Martín Anselmi. Federico Redondo, yang biasanya beroperasi di lini tengah, dipercaya mengisi posisi bek tengah akibat kebutuhan tim. Keputusan Anselmi terbukti jitu. Redondo tampil disiplin, kuat dalam duel udara, dan cermat dalam membaca pergerakan lawan. Bahkan, ia berani mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor penalti pertama pada menit ke-23.
“Federico Redondo telah melakukan pertandingan yang sempurna, dengan gol sebagai bonus,” ujar Anselmi dalam konferensi pers usai laga, seperti dikutip dari laman resmi klub. Pujian itu bukan tanpa alasan. Statistik menunjukkan Redondo mencatatkan 89 persen akurasi umpan, tiga sapuan, dan dua intersepsi krusial. Ia juga menjadi tembok kokoh bersama Víctor Chust di jantung pertahanan Elche.
Kemenangan atas Rayo Vallecano membawa Elche ke posisi yang lebih aman di klasemen sementara. Tim berjuluk Franjiverdes itu kini mengoleksi 16 poin dari 10 pertandingan, hanya terpaut tiga poin dari zona Eropa. Federico Redondo pun kini menjadi salah satu pemain kunci yang tidak tergantikan. Fleksibilitasnya sebagai gelandang bertahan dan bek tengah memberikan opsi taktis berharga bagi Anselmi.
Menariknya, penampilan apik Federico Redondo turut mencuri perhatian di jagat sepak bola Asia Tenggara. Pasalnya, kiper Rayo Vallecano, Emil Audero, yang merupakan pemain diaspora Timnas Indonesia, harus memungut bola dari gawangnya tiga kali. Audero sebenarnya tampil heroik dengan enam penyelamatan, tetapi gol penalti Redondo dan Fer Niño serta lesakan German Valera tidak mampu dibendung. Hal ini menunjukkan bagaimana aksi Federico Redondo berdampak langsung pada performa lawan, termasuk kiper sekaliber Audero.
Bagi Elche, kemenangan ini menjadi modal berharga sebelum menghadapi UD Pinatar di Copa del Rey pada Selasa (27/10/2026). Anselmi kemungkinan akan melakukan rotasi, tetapi posisi Federico Redondo tampaknya tetap aman. Performa konsistennya membuat ia sulit untuk dikesampingkan. Redondo telah menjelma menjadi salah satu bek tengah paling menjanjikan di LaLiga musim ini, meski statusnya sebagai pemain pinjaman dari Real Madrid Castilla.
Di sisi lain, hasil ini juga memperpanjang tren positif Elche yang kini tidak terkalahkan dalam empat laga terakhir. Federico Redondo menjadi simbol kebangkitan tim. Ia bukan hanya sekadar pengganti sementara, melainkan solusi jangka panjang. Dengan usia yang masih muda dan pengalaman bermain di level atas, masa depan Federico Redondo bersama Elche maupun Timnas Argentina tampak cerah.
Keberhasilan Redondo juga tidak lepas dari kepercayaan yang diberikan Anselmi. Pelatih asal Argentina itu dikenal berani memberi kesempatan kepada pemain muda dan mengambil risiko taktis. Keputusan memainkan Redondo sebagai bek tengah awalnya diragukan, tetapi kini menjadi salah satu kunci sukses Elche. Redondo sendiri mengaku senang bisa berkontribusi maksimal. “Saya selalu siap di mana pun pelatih menempatkan saya. Yang terpenting adalah tim menang,” ujarnya.
Dengan performa impresif ini, Federico Redondo diprediksi akan terus menjadi pilihan utama di lini belakang Elche. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi dan membantu tim meraih hasil positif di Copa del Rey dan LaLiga. Jika terus tampil seperti ini, bukan tidak mungkin Redondo akan masuk radar timnas senior Argentina dalam waktu dekat.











