FaktaHari – 25 Oktober 2026 | Panathinaikos tengah menjadi sorotan setelah performa impresif di lapangan berbenturan dengan badai cedera yang mengancam stabilitas tim. Klub raksasa Yunani ini baru saja mencatat kemenangan penting di Liga Conference Eropa dengan menghancurkan Kairat Almaty 5-1, sekaligus mengokohkan posisi puncak klasemen sementara. Namun, di balik euforia kemenangan tersebut, kabar buruk datang dari ruang perawatan. Gelandang andalan asal Maroko, Azzedine Ounahi, mengalami cedera serius yang diprediksi akan menepisnya dari lapangan selama dua setengah hingga tiga bulan ke depan. Situasi ini tentu menjadi pukulan telak bagi Panathinaikos yang sangat mengandalkan kreativitas Ounahi di lini tengah.
Pelatih Panathinaikos, Jakob Nestrup, secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya atas musibah yang menimpa pemain bintangnya tersebut. Dalam konferensi pers menjelang laga melawan Kairat Almaty, Nestrup menyatakan bahwa absennya Ounahi bukanlah hal yang diinginkan. Menurutnya, Ounahi adalah salah satu tokoh sentral dalam skema permainan tim, dan kehilangannya akan sangat terasa. Cedera robek otot di paha kanan yang dialami Ounahi saat kemenangan atas Asteras Tripolis menjadi pukulan berat, terlebih lagi karena ia juga harus absen bersama rekannya, Jagusic, yang juga mengalami cedera. Nestrup menegaskan bahwa staf pelatih akan terus memberikan dukungan penuh kepada Ounahi selama masa pemulihan agar ia bisa kembali ke performa terbaiknya.
Meski diterpa badai cedera, Panathinaikos menunjukkan ketangguhan luar biasa di kompetisi domestik. Dalam laga lanjutan Liga Basket Yunani, tim yang dijuluki The Greens ini berhasil mengalahkan Karditsa dengan skor 78-64. Kemenangan tersebut tidak datang dengan mudah. Panathinaikos sempat tertinggal 50-56 setelah tiga kuarter dan kesulitan menembak dari luar garis busur, hanya mencetak 1 dari 11 percobaan tiga angka di babak pertama. Namun, ledakan di kuarter keempat dengan skor 28-8 memastikan kemenangan dan mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka di liga, meskipun musim ini dimulai dengan pengurangan dua poin. Guerschon Yabusele tampil gemilang dengan 22 poin, didukung oleh Kendrick Nunn yang menambahkan 12 poin dan Kostas Sloukas dengan 9 asis. Sementara itu, Jordan McRae dari Karditsa mencetak 18 poin, diikuti Turner dengan 14 poin.
Keberhasilan Panathinaikos di Eropa juga patut diapresiasi. Kemenangan 5-1 atas Kairat Almaty membawa mereka ke puncak klasemen Liga Conference, mengungguli tim-tim kuat seperti Lugano dan Getafe. Hasil ini menunjukkan bahwa meski kehilangan Ounahi, skuad asuhan Nestrup masih memiliki kedalaman dan kualitas untuk bersaing di level tertinggi. Namun, tantangan ke depan akan semakin berat. Jadwal padat, termasuk pertandingan melawan Brighton & Hove Albion pada 17 Desember 2026 di Stadion Apostolos Nikolaidis, menuntut rotasi cerdas dan pemanfaatan pemain muda serta cadangan secara maksimal. Nestrup dituntut untuk segera menemukan formula pengganti Ounahi agar dominasi Panathinaikos di liga dan Eropa tetap terjaga.
Dengan situasi yang ada, manajemen Panathinaikos mungkin perlu mempertimbangkan langkah darurat di bursa transfer atau memberikan kepercayaan lebih kepada pemain akademi. Cedera Ounahi menjadi alarm bagi tim medis dan pelatih untuk lebih memperhatikan beban kerja pemain, mengingat jadwal yang sangat padat. Meski demikian, semangat juang tinggi yang ditunjukkan para pemain dalam laga melawan Karditsa dan Kairat Almaty menjadi modal berharga. Panathinaikos membuktikan bahwa mereka bukan hanya tentang satu pemain, melainkan tentang kekuatan kolektif sebuah tim.
Ke depan, Panathinaikos akan menghadapi ujian sesungguhnya. Konsistensi di liga domestik dan Eropa akan sangat bergantung pada kemampuan Nestrup meracik strategi tanpa Ounahi. Dukungan suporter tentu menjadi energi tambahan bagi The Greens. Jika mampu melewati periode sulit ini dengan baik, bukan tidak mungkin Panathinaikos akan tampil lebih kuat dan matang saat Ounahi kembali nanti. Yang jelas, perjalanan Panathinaikos musim ini masih panjang dan penuh kejutan.











