FaktaHari – 22 Oktober 2026 | Waktu magrib pada Kamis, 22 Oktober 2026, menjadi penanda penting dalam sejumlah peristiwa yang terjadi di berbagai daerah. Umat Islam di Jawa Timur, khususnya Surabaya, menggunakan jadwal sholat sebagai panduan ibadah, sementara di Aceh dan Kalimantan Timur, momen menjelang magrib justru diwarnai dinamika sosial yang berbeda.
Bagi warga Surabaya, jadwal sholat hari ini telah dirilis oleh Bimas Islam Kementerian Agama RI. Jadwal lengkap mulai imsak hingga isya menjadi acuan untuk menunaikan ibadah wajib dan sunah. Perintah mendirikan sholat sendiri tertuang dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 43, yang menegaskan kewajiban sholat, zakat, dan rukuk bersama orang-orang yang rukuk. Sebelum memulai sholat, niat dibaca di dalam hati sebagai tanda kesungguhan dan keikhlasan kepada Allah SWT.
Untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya, jadwal sholat pada Kamis, 22 Oktober 2026, adalah sebagai berikut:
| Waktu | Jam (WIB) |
|---|---|
| Imsak | 03.38 |
| Subuh | 03.48 |
| Terbit | 05.02 |
| Duha | 05.29 |
| Zuhur | 11.17 |
| Asar | 14.26 |
| Magrib | 17.26 |
| Isya | 18.36 |
Selain Surabaya, jadwal sholat untuk 38 kabupaten/kota di Jawa Timur juga telah tersedia. Beberapa di antaranya menunjukkan variasi waktu magrib yang berbeda-beda. Misalnya, di salah satu kabupaten, magrib jatuh pada pukul 17.20 WIB, sementara di kota lain pukul 17.29 WIB. Perbedaan ini merupakan hal biasa karena dipengaruhi letak geografis masing-masing daerah. Umat Islam diimbau untuk selalu memperhatikan jadwal resmi agar ibadah tepat waktu.
Di Banda Aceh, momen menjelang magrib berubah menjadi kericuhan. Demonstrasi Front Mahasiswa Aceh Resisten di Kantor Gubernur Aceh berakhir ricuh pada Rabu, 21 Oktober 2026 malam. Kericuhan pecah sekitar pukul 18.26 WIB, beberapa saat sebelum azan magrib berkumandang. Massa yang sebelumnya berkumpul di badan Jalan Teuku Nyak Arief berhamburan saat dikejar aparat berpakaian sipil. Sekitar seratus demonstran menyebar ke Jalan Teungku Nyak Makam, kawasan Lampineung, untuk menghindari kejaran petugas.
Polisi sebelumnya telah mengimbau massa untuk mengakhiri aksi karena waktu penyampaian aspirasi telah berakhir. Namun, situasi memanas setelah batu dilemparkan dari arah massa ke arah petugas keamanan. Aparat kemudian membubarkan demonstrasi dan mengamankan sejumlah peserta aksi. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah demonstran yang diamankan. Aksi tersebut digelar untuk mendesak pemerintah menetapkan bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025 sebagai bencana nasional. Massa menilai penanganan bencana yang telah berlangsung hampir setahun berjalan lamban. Mereka juga menuntut Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, untuk menemui mereka secara langsung. Selain itu, Front Mahasiswa Aceh Resisten mendesak agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia ditetapkan sebagai bencana nasional.
Sementara itu, di Samarinda, Kalimantan Timur, insiden arogan ajudan Gubernur Kaltim juga terjadi menjelang magrib. Asky Rizal Toding, ajudan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, meminta maaf secara terbuka atas tindakan arogannya terhadap massa aksi GMNI Samarinda. Gesekan fisik terjadi di area Masjid Nurul Mukminin Pemprov Kaltim pada Senin petang, sekitar pukul 18.00 WITA, saat mahasiswa sedang beristirahat menanti ibadah Salat Magrib usai membubarkan barisan aksi demonstrasi karhutla. Melalui rekaman video resmi, Asky mengakui keangkuhan sikapnya dan menegaskan bahwa tindakan spontan tersebut murni inisiatif pribadi tanpa arahan pimpinan. Ia menyadari kesalahannya dan tidak ada pembenaran atas perbuatannya. Pemprov Kaltim berjanji melakukan evaluasi total atas pola pengamanan dan hubungan dengan kelompok mahasiswa.
Dari rangkaian peristiwa tersebut, waktu magrib tidak hanya menjadi penanda berakhirnya aktivitas siang dan dimulainya ibadah, tetapi juga menjadi saksi berbagai dinamika sosial. Di satu sisi, umat Islam memanfaatkan jadwal sholat untuk meningkatkan ketakwaan. Di sisi lain, aparat keamanan dan masyarakat diingatkan akan pentingnya menjaga ketertiban, terutama saat menjelang waktu ibadah. Semoga kejadian serupa tidak terulang dan semua pihak dapat mengambil hikmahnya.











