Prabowo Peringatkan Perang Ekonomi, Bos BI Ramal Inflasi Global 4,6%

Prabowo Peringatkan Perang Ekonomi, Bos BI Ramal Inflasi Global 4,6%
Prabowo Peringatkan Perang Ekonomi, Bos BI Ramal Inflasi Global 4,6%

FaktaHari – 22 Oktober 2026 | Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa dunia saat ini tengah dilanda bukan hanya perang fisik, tetapi juga perang ekonomi yang berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi Indonesia. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2026), Kepala Negara menegaskan bahwa lingkungan global penuh dengan krisis, konflik, dan peperangan terbuka. “Bahkan peperangan hampir di semua wilayah dunia kita terjadi perang-perang fisik perang terbuka. Tapi lebih dari itu terjadi juga perang dagang, perang ekonomi, perang tarif,” ujar Prabowo. Ia menambahkan bahwa kondisi global yang ditandai persaingan hegemoni kekuatan besar ini mau tidak mau akan mempengaruhi semua negara karena dunia sudah sangat terintegrasi.

Peringatan tersebut sejalan dengan pandangan Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti yang mengungkapkan prospek perekonomian global masih lemah dengan ketidakpastian tinggi. Dalam paparan Rapat Dewan Gubernur Oktober 2026, Destry menyebut pertumbuhan ekonomi global diperkirakan hanya sekitar 3%, sementara tekanan inflasi mencapai 4,6%. “Prospek perekonomian global lemah dengan ketidakpastian tinggi. Kondisi ini makin kuatnya tensi perang Timur Tengah sehingga harga minyak tetap tinggi,” kata Destry di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Menurut Destry, ketidakpastian global turut mempengaruhi arah kebijakan moneter negara-negara utama, terutama Amerika Serikat. Kebijakan moneter ketat diperkirakan bertahan lebih lama, sementara imbal hasil surat utang pemerintah AS (US Treasury) tetap tinggi. Tekanan juga berasal dari defisit anggaran AS yang semakin besar. Kombinasi faktor tersebut berpotensi mempertahankan daya tarik aset keuangan AS di tengah ketidakpastian global. “Di pasar keuangan global preferensi investor di emerging market terbatas sehingga membuat DXY (indeks dolar AS) tetap kuat,” jelas Destry. Penguatan dolar AS dan terbatasnya minat investor terhadap aset pasar berkembang menjadi tantangan bagi negara-negara seperti Indonesia dalam menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar.

Meski demikian, di tengah tekanan global, upaya memperkuat ekonomi Indonesia dari akar rumput terus dilakukan. PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama anak usahanya menjalankan program Ajang Kolaborasi Seluruh Insan (AKSI) 2026 di Bulutana, Gowa, Sulawesi Selatan, pada 12-16 Oktober 2026. Program yang melibatkan 100 karyawan dari 10 anak perusahaan ini menjangkau 2.340 warga dan mencakup empat bidang: pertanian, lingkungan, sosial, dan pendidikan. PT Pupuk Kalimantan Timur bertindak sebagai tuan rumah. Pada sektor pertanian, kegiatan meliputi perbaikan saluran irigasi sawah, pendampingan petani, penanaman pohon buah, rehabilitasi taman sekolah, serta pembangunan gudang penyimpanan hasil panen. Sebanyak 42 petani menjadi penerima manfaat.

Salah seorang petani Bulutana, Syarifudin, mengaku terbantu dengan perbaikan irigasi. “Saya terbantu sekali dengan adanya saluran irigasi ini. Kami tidak perlu khawatir gagal panen lagi karena pengairan yang kurang,” ujarnya. Selain pertanian, program AKSI 2026 juga menyasar pengembangan potensi wisata melalui pelestarian lingkungan. Sebanyak 100 pohon buah produktif seperti mangga, alpukat, kelengkeng, dan rambutan ditanam. Kegiatan lain meliputi edukasi pengolahan sampah dan pemasangan papan informasi keselamatan di kawasan wisata air terjun. Pemberdayaan masyarakat juga dilakukan melalui program Pengembangan Kawasan Terpadu Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri (PKT BERSERI) yang dikembangkan Pupuk Kaltim sejak 2023. Program ini memiliki 132 anggota dalam enam kelompok tani dengan cakupan lahan 82,5 hektare.

Di sisi lain, transformasi digital juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi Indonesia. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bersama Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil membahas pendekatan regulasi dan perlindungan anak di ruang digital pada Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Selasa (20/10/2026). Meutya menekankan perluasan konektivitas digital harus diiringi tanggung jawab pemerintah untuk memastikan masyarakat, terutama anak-anak, terlindungi saat menggunakan internet. Kementerian Komunikasi dan Digital menjalankan tiga pilar utama: Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. “Ketiga pilar ini sama pentingnya. Karena itu, kita tidak bisa hanya memilih untuk berfokus pada salah satunya,” ujar Meutya.

Dengan dinamika global yang penuh tantangan, mulai dari perang tarif hingga tekanan inflasi, ekonomi Indonesia dituntut untuk tetap tangguh. Pemerintah dan bank sentral perlu mengantisipasi dampak ketidakpastian global terhadap stabilitas nilai tukar dan arus modal. Sementara itu, program pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekosistem digital menjadi fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Sinergi antara kebijakan makro yang hati-hati dan upaya mikro di tingkat komunitas akan menjadi kunci menghadapi badai ekonomi global yang masih membayangi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *