FaktaHari – 21 Oktober 2026 | Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI kembali menunjukkan peran strategisnya dalam diplomasi dan pelindungan warga negara di tengah dinamika global. Dalam sepekan terakhir, kementerian luar negeri mencatat sejumlah langkah penting, mulai dari penguatan komitmen multilateral hingga respons cepat terhadap situasi darurat di luar negeri. Menteri Luar Negeri Arrmanatha C. Nasir menegaskan bahwa Indonesia siap berkontribusi lebih besar bagi perdamaian dunia melalui pencalonan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dan kandidasi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai Direktur Jenderal WHO.
“Sebagai pembentuk jembatan, penjaga perdamaian, dan penghubung berbagai pihak, peran-peran ini bukan sekadar gelar. Semuanya merupakan tanggung jawab untuk membangun kepercayaan dan mewujudkan sistem multilateral yang lebih kuat dan efektif,” ujar Menlu Arrmanatha di hadapan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di Kantor Kemlu, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Foreign Policy Circle Talks bertajuk “Eight Decades of the United Nations: What’s Next?”. Menlu menegaskan bahwa politik luar negeri bebas aktif Indonesia berarti bebas menentukan sikap serta aktif dalam keterlibatan dan kontribusi di dunia internasional. Indonesia telah empat kali menjadi anggota tidak tetap DK PBB dan konsisten memperjuangkan prinsip negara kepulauan melalui UNCLOS.
Di sisi lain, kementerian luar negeri melalui KBRI Paris dan KBRI Roma bergerak cepat merespons gelombang demonstrasi besar di Prancis dan Italia. Direktur Pelindungan WNI Heni Hamidah memastikan hingga saat ini tidak ada laporan WNI yang terlibat atau terdampak dalam unjuk rasa yang berlangsung sejak 17 Oktober 2026 tersebut.
“KBRI Paris dan KBRI Roma telah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI di wilayah akreditasi agar senantiasa berhati-hati, mencermati perkembangan situasi keamanan, memantau informasi resmi dari otoritas setempat, serta menghindari lokasi demonstrasi dan kerumunan massa,” kata Heni dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2026).
WNI diimbau menyesuaikan rencana perjalanan dan mengikuti arahan otoritas keamanan setempat. Untuk kondisi darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Paris di +33-6-2112-2109 dan KBRI Roma di +39-338-954-2333. Langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui kementerian luar negeri dalam melindungi warganya.
Sementara itu, isu lintas kementerian juga mencuat. Dirjen Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Hendarsam Marantoko, membenarkan bahwa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid melakukan perjalanan dinas ke Singapura melalui Batam dan sempat ke Malaysia. Perjalanan tersebut terkait pemeriksaan KPK dalam dugaan korupsi di Kementerian ATR/BPN. Meski demikian, kementerian luar negeri tidak terlibat langsung dalam urusan tersebut karena merupakan ranah penegakan hukum domestik.
Di bidang pendidikan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Climateworks Centre dan The Purnomo Yusgiantoro Center meluncurkan buku laporan dan panduan Net Zero Campus. Senior Analyst Climateworks Centre, Fikri Muhammad, menyoroti peran perguruan tinggi sebagai penghasil emisi yang perlu didekarbonisasi. “Perguruan tinggi bisa kita katakan sebagai replika kota dalam skala kecil, di mana sebagai agen ekonomi juga menghasilkan emisi,” ujarnya dalam acara di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Laporan tersebut menampilkan contoh penerapan pendidikan perubahan iklim di sejumlah kampus luar negeri, seperti Hamburg University of Applied Sciences di Jerman yang mengembangkan riset dan alih teknologi dengan melibatkan lebih dari 3.000 staf akademik. Indonesia dapat mencontoh praktik tersebut untuk mempercepat transisi energi di lingkungan kampus.
Dengan berbagai langkah tersebut, kementerian luar negeri menegaskan posisinya sebagai garda terdepan diplomasi Indonesia. Dari upaya memperkuat multilateralisme hingga pelindungan WNI, kementerian luar negeri terus berperan aktif menjaga kedaulatan dan keselamatan bangsa di kancah global.











