Gerindra Kuasai Survei Elektabilitas 2026, PDIP dan Golkar Terancam?

Gerindra Kuasai Survei Elektabilitas 2026, PDIP dan Golkar Terancam?
Gerindra Kuasai Survei Elektabilitas 2026, PDIP dan Golkar Terancam?

FaktaHari – 20 Oktober 2026 | Partai Gerindra mencatat elektabilitas tertinggi dalam survei nasional Poltracking Indonesia periode 30 September hingga 7 Oktober 2026. Hasil survei menunjukkan Partai Gerindra meraih 22,9 persen suara, disusul PDIP 13,4 persen, dan Golkar 9,1 persen. Temuan ini menjadi sinyal kuat dominasi Gerindra menjelang agenda politik mendatang.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid, mengungkapkan bahwa elektabilitas Gerindra berada di posisi teratas, diikuti PDIP, Golkar, PKB, PKS, Demokrat, dan NasDem. “Elektabilitas Gerindra tertinggi, kemudian disusul PDI-P, Golkar, PKB, kemudian PKS, Demokrat, NasDem,” ujar Hanta dalam pemaparan hasil survei pada Senin (19/10/2026).

Survei ini melibatkan 1.220 responden yang telah memiliki hak pilih, dengan metode multistage random sampling dan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih.

Berikut hasil lengkap elektabilitas partai politik dalam survei Poltracking 2026:

  • Gerindra: 22,9 persen
  • PDIP: 13,4 persen
  • Golkar: 9,1 persen
  • PKB: 7,1 persen
  • PKS: 5,8 persen
  • Demokrat: 5,4 persen
  • NasDem: 3,9 persen
  • PSI: 2,9 persen
  • PAN: 2,2 persen
  • PPP: 1,6 persen
  • Partai lainnya di bawah 1 persen
  • Tidak tahu/tidak menjawab: 24,2 persen

Hanta menyebut bahwa jika ambang batas parlemen tetap 4 persen, sejumlah partai berpotensi lolos ke parlemen. Namun, NasDem yang meraih 3,9 persen berada sedikit di bawah ambang batas tersebut. “Ini kalau dilihat datanya NasDem, Demokrat, PKS, PKB, Golkar, PDI-P dan Gerindra berpotensi besar lolos di parlemen kalau angkanya tetap di 4 persen karena angka mereka ada di 4 persen atau lebih,” jelasnya.

Di sisi lain, Partai Gerindra terus memperkuat konsolidasi organisasi di daerah. Laskar Gerindra Maluku Utara menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Angkatan Pertama Tahun 2026 pada 18-20 Oktober 2026 di Lapangan GOR Akekolano, Sofifi, Kota Tidore Kepulauan. Kegiatan ini diikuti sekitar 272 peserta dari 10 kabupaten/kota dan dibuka langsung oleh Ketua DPD Gerindra Maluku Utara, Sahril Taher.

Djen Sangadji, anggota Laskar Gerindra Maluku Utara, menyatakan kesiapan kader mengawal perjuangan politik Partai Gerindra dan mendukung Prabowo Subianto untuk dua periode. “Pasukan Laskar Gerindra Maluku Utara siap mengawal dan memenangkan Prabowo lanjutkan dua periode untuk Indonesia Raya yang sejahtera,” ungkap Djen di sela-sela diklat.

Selain itu, Partai Gerindra mengklaim pemerintahan Prabowo-Gibran yang genap dua tahun pada 20 Oktober 2026 menunjukkan kemajuan signifikan. Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyebut stabilitas ekonomi terjaga dengan pertumbuhan 5,29 persen pada triwulan II-2026, kemiskinan turun dari 8,25 persen (September 2025) menjadi 8,07 persen (Maret 2026), serta swasembada pangan pada delapan komoditas strategis. “Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan kemajuan dalam memperkuat kemandirian nasional dan kesejahteraan rakyat,” kata Sugiat.

Dengan elektabilitas tertinggi, Partai Gerindra berada di posisi strategis untuk mempertahankan dominasi politiknya. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga konsistensi program dan merespons aspirasi masyarakat. Survei Poltracking ini menjadi cerminan awal peta kekuatan politik nasional menjelang Pemilu 2029.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *