FaktaHari – 19 Oktober 2026 | Kontroversi seputar gelar juara Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 kembali mencuat. Kali ini, sorotan datang dari media Vietnam, Soha.vn, yang mengutip kritik pedas pengamat sepak bola Indonesia, Akmal Marhali. Koordinator Save Our Soccer (SOS) itu mempertanyakan sejumlah aspek penyelenggaraan turnamen yang dianggap janggal, meski pada akhirnya media Vietnam tetap mengakui keunggulan Garuda. Pernyataan Akmal Marhali menjadi salah satu artikel terpopuler di kanal VIVA Bola sepanjang Jumat (16/10/2026), bersanding dengan kabar Maarten Paes dan potensi kepergian Thom Haye dari Persib Bandung.
Dalam laporannya, Soha.vn menyoroti pernyataan Akmal Marhali yang menilai pembagian grup FIFA ASEAN Cup 2026 menguntungkan Indonesia. Menurutnya, Timnas Indonesia tidak bertemu rival kuat seperti Thailand dan Vietnam pada fase grup. “Timnas Indonesia tampaknya dibukakan jalan untuk menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 lantaran lawan-lawan di grup merupakan tim dengan peringkat yang jauh lebih rendah,” ujar Akmal seperti dikutip media Vietnam tersebut.
Tak hanya soal pembagian grup, Akmal Marhali juga mempertanyakan potensi pertimbangan komersial dalam perjalanan Indonesia menuju final. Ia menduga kehadiran tuan rumah pada laga puncak menjadi faktor yang memengaruhi daya tarik pertandingan. “Timnas Indonesia memang harus tampil di final, sebab jika tidak maka kualitas dari pertandingan puncaknya akan menjadi jauh kurang menarik,” katanya.
Kritik lain yang disorot adalah kemenangan besar Indonesia 9-2 atas Bangladesh. Akmal Marhali mendesak FIFA menyelidiki pertandingan tersebut untuk memastikan tidak ada campur tangan pihak lain. “Otoritas FIFA mutlak harus menyelidiki dan mengklarifikasi apakah ada campur tangan dari pihak tak kasat mata di balik layar untuk menghasilkan skor sebesar itu,” tegasnya. Hingga berita ini diturunkan, dugaan tersebut masih memerlukan bukti dan klarifikasi resmi dari pihak berwenang.
Meski menyoroti dugaan kejanggalan, Soha.vn tetap menilai keberhasilan Indonesia meraih gelar juara layak diapresiasi. Media Vietnam itu menyoroti perjuangan Garuda saat menghadapi Thailand di partai final. Hal ini menunjukkan bahwa di tengah kontroversi, kualitas permainan Timnas Indonesia tetap diakui oleh publik sepak bola regional.
Sementara itu, di kanal VIVA Bola, pernyataan Akmal Marhali menjadi salah satu berita terpopuler. Artikel lain yang tak kalah diminati adalah nasib Maarten Paes di Ajax Amsterdam. Kiper berusia 28 tahun itu belum mendapatkan kesempatan bermain reguler bersama Ajax setelah membantu Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Kabar kurang menyenangkan ini menjadi perhatian pembaca.
Selain itu, Persib Bandung menghadapi potensi kehilangan dua pemain Timnas Indonesia, Thom Haye dan Eliano Reijnders, yang kontraknya akan berakhir pada musim 2026/2027. Jika tidak segera diperpanjang, kedua pemain berharga tersebut bisa pergi dengan status bebas transfer. Persija Jakarta juga menjadi sorotan menjelang laga melawan Persita Tangerang, dengan pelatih Shin Tae-yong yang terus mematangkan strategi.
Kritik yang dilontarkan Akmal Marhali memang menuai pro dan kontra. Sebagian pihak menilai kritik tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap transparansi sepak bola nasional, sementara yang lain menganggapnya berlebihan. Namun, yang jelas, pernyataan Akmal Marhali telah membuat media internasional, khususnya Vietnam, ikut menyoroti penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026. Apakah kritik ini akan ditindaklanjuti oleh FIFA? Kita tunggu saja.
Yang terpenting, gelar juara Timnas Indonesia tetap tercatat dalam sejarah. Apresiasi tetap layak diberikan kepada para pemain dan staf pelatih yang telah berjuang di lapangan. Namun, kritik konstruktif seperti yang disampaikan Akmal Marhali juga penting sebagai bahan evaluasi agar sepak bola Indonesia ke depan lebih bersih dan profesional.











