FaktaHari – 19 Oktober 2026 | Laga psim vs psm makassar dalam pekan kelima BRI Super League 2026/2027 berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (16/10/2026). Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi PSIM Yogyakarta yang belum meraih kemenangan dalam lima pertandingan dan terpuruk di posisi ke-16 klasemen dengan koleksi satu poin. Dampaknya, manajemen PSIM langsung memutuskan mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Jean-Paul van Gastel.
Pertandingan psim vs psm makassar sendiri berjalan sengit. PSM Makassar unggul lebih dulu melalui gol Achmat Fahrul Aditia dan Stefan Jevtovski, sementara PSIM hanya mampu memperkecil kedudukan lewat gol Ze Valente. Meski PSM bermain dengan 10 orang sejak menit ke-79 setelah Dusan Lagator diganjar kartu merah, PSIM tetap gagal menyamakan kedudukan. Pelatih Jean-Paul van Gastel menilai timnya kurang beruntung. “Pada babak pertama, kami sebenarnya tampil baik. Kami hanya sedikit kurang beruntung,” ujarnya. “Kami juga memperoleh beberapa peluang emas, tetapi sayangnya gagal memanfaatkannya.”
Kekalahan dalam psim vs psm makassar ini memicu keputusan besar. Direktur Utama PSIM Jogja, Yuliana Tasno, menyatakan bahwa pihaknya mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala demi keamanan dan keberlangsungan klub. “Menanggapi situasi yang ada, tugas saya sebagai direktur utama adalah memastikan keamanan dan keberlangsungan PSIM. Oleh sebab itu, saya dan manajemen PSIM memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Head Coach JP,” kata Liana. Ia menegaskan bahwa pengakhiran hanya berlaku untuk posisi pelatih kepala, sementara staf kepelatihan lainnya tetap dipertahankan dengan evaluasi rutin. Asisten pelatih Guntur Cahyo Utomo ditunjuk sebagai pelatih sementara (caretaker) sambil manajemen mencari pelatih kepala baru dalam waktu kurang dari satu bulan sesuai regulasi liga.
Jean-Paul van Gastel merupakan pelatih asal Belanda kelahiran Breda yang memulai karier sebagai asisten pelatih di Feyenoord, GZ City, dan NAC Breda. Ia kemudian menjadi pelatih utama di Besiktas pada 2024 sebelum bergabung dengan PSIM Yogyakarta pada 12 Juni 2025. Selama menangani PSIM, ia belum mampu membawa tim keluar dari tren negatif. Dalam lima laga terakhir, PSIM menelan empat kekalahan dan satu hasil imbang. Tekanan dari suporter pun semakin besar, namun Van Gastel meminta dukungan tetap diberikan. “Tentu saja kami ingin menang dalam setiap pertandingan yang dijalani. Namun, saat ini semuanya terasa sangat sulit,” ujarnya.
Di sisi lain, kemenangan dalam psim vs psm makassar menjadi modal berharga bagi PSM Makassar. Gelandang Rizky Eka terpilih sebagai Player of the Match berkat kontribusinya, termasuk satu assist untuk gol Stefan Jevtoski. “Sangat bersyukur, alhamdulillah akhirnya kita bisa meraih kemenangan ini,” ujar Rizky Eka. Ia berharap tren positif ini terus terjaga, terutama menjelang laga melawan Persebaya di Stadion Gelora BJ Habibie, Kamis (22/10) mendatang. “Kemenangan yang penting buat kami, tentunya membuat kita bisa lebih percaya diri lagi ke depannya,” tambahnya. Kemenangan ini juga ia persembahkan untuk para suporter dan keluarga.
Bagi PSIM, kekalahan dalam psim vs psm makassar menambah panjang daftar masalah. Sebelumnya, PSIM berharap kembalinya Adrian Purzycki setelah menjalani hukuman kartu merah dapat menambah kekuatan di lini tengah. Namun, harapan itu tak terwujud. Kini, dengan posisi di zona degradasi, Laskar Mataram harus segera berbenah di bawah asuhan caretaker Guntur Cahyo Utomo. Manajemen berjanji akan bergerak cepat mencari pelatih kepala baru agar tim bisa bangkit pada laga-laga berikutnya.
Secara keseluruhan, laga psim vs psm makassar tidak hanya menyajikan pertarungan di lapangan, tetapi juga berujung pada perubahan besar di kursi pelatih PSIM. Kemenangan PSM memperpanjang tren positif mereka, sementara PSIM harus menghadapi kenyataan pahit dengan kehilangan pelatih kepala dan terpuruk di dasar klasemen. Kini, publik Yogyakarta menanti siapa sosok yang akan membawa Laskar Mataram keluar dari keterpurukan.











