FaktaHari – 18 Oktober 2026 | Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad kembali menunjukkan taringnya sebagai politisi yang responsif. Dalam sepekan terakhir, Dasco menerima aspirasi dari 1,2 juta personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), langsung menghubungi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, sekaligus mendatangi Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah gejolak pasar modal akibat penurunan status oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Dua langkah strategis ini dinilai pengamat sebagai sinyal kuat bahwa DPR hadir di tengah masyarakat dan pasar.
Pada pertemuan yang berlangsung 1 September 2026, DPP Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) menyampaikan tiga aspirasi utama kepada Dasco. Pertama, permintaan insentif tetap sebesar Rp250 ribu hingga Rp500 ribu per orang per bulan yang bersumber dari APBN dan disalurkan melalui Kementerian Dalam Negeri atau pemerintah daerah. Kedua, transformasi Satlinmas menjadi profesi resmi yang diakui pemerintah dengan dukungan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Ketiga, jaminan perlindungan sosial menyeluruh meliputi BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan Jasa Raharja.
Menanggapi aspirasi tersebut, Dasco tidak tinggal diam. Ia langsung mengangkat telepon dan menghubungi Mendagri Tito Karnavian sebagai bentuk dukungan penuh DPR RI terhadap aspirasi akar rumput. “Aspirasi tersebut disambut positif dan mendapat dukungan dari Wakil Ketua DPR RI. Di kesempatan yang sama, Bapak Dasco langsung menelepon Menteri Dalam Negeri,” ujar Sekjen DPP Aslinmas Adhitya Yusma Perdana dalam keterangan resminya, Minggu (18/10/2026).
Langkah Dasco ini mendapat apresiasi karena Satlinmas selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, mulai dari level desa, kelurahan, hingga perkampungan. Mereka juga berperan dalam penanggulangan bencana, pengamanan pemilu, dan sistem keamanan lingkungan (siskamling). Ketua Dewan Pengawas DPP Aslinmas Reda Manthovani menegaskan bahwa Satlinmas dapat diberdayakan untuk mendukung program Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam gerakan pilah sampah atau Linmas K3. “Membangun dari desa, dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan serta Indonesia Bersih Indonesia Asri,” ujarnya.
Di sisi lain, Dasco juga menyita perhatian publik dengan kunjungannya ke BEI pada Jumat (16/10/2026) lalu. Kehadannya bersama Ketua OJK, Kapolri, dan CEO Danantara Rosan Roeslani menjadi simbol koordinasi antara eksekutif dan legislatif di tengah tekanan pasar modal. Pengamat politik Bawono Kumoro menilai langkah Dasco sangat penting untuk memberikan ketenangan kepada pelaku pasar. “Kunjungan Sufmi Dasco sebagai representasi pimpinan DPR RI bersama Ketua OJK, CEO Danantara, dan Kapolri sangat penting dalam konteks koordinasi perbaikan regulasi demi menjaga stabilitas dan trust pasar modal,” kata Bawono di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Bawono, kehadiran Dasco di BEI diharapkan memperkuat kepercayaan investor global dan ritel agar tetap berinvestasi di pasar saham Indonesia. Dasco sendiri menegaskan bahwa DPR RI terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap perkembangan pasar saham. “Kami memonitor serta meminta kepada bursa untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan,” ujar Dasco. Ia juga memastikan bahwa hasil koordinasi dengan para pemangku kepentingan akan menjadi dasar bagi DPR untuk mendorong reformasi pasar modal yang konsisten dan mengakomodasi masukan lembaga internasional.
Kedua langkah Dasco ini menunjukkan peran ganda DPR: sebagai penyalur aspirasi rakyat kecil melalui Satlinmas, sekaligus sebagai pengawas kebijakan ekonomi yang berdampak pada stabilitas nasional. Jika insentif Satlinmas terealisasi, 1,2 juta personel di seluruh Indonesia akan merasakan kesejahteraan yang lebih baik. Sementara di pasar modal, koordinasi lintas lembaga diharapkan mampu memulihkan kepercayaan investor pasca-penurunan status MSCI. Dasco membuktikan bahwa politik tidak hanya soal wacana, tetapi juga aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat dan denyut perekonomian bangsa.











