FaktaHari – 18 Oktober 2026 | Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, tengah menghadapi tekanan besar setelah kemenangan dramatis 3-1 atas Strasbourg pada lanjutan Ligue 1. Meski meraih tiga poin, kemenangan tersebut terasa pahit karena dua masalah krusial yang bisa mengganggu ambisi timnya di Liga Champions. Luis Enrique secara terbuka mengakui bahwa skuadnya memiliki kelemahan fatal dalam eksekusi penalti, sekaligus harus kehilangan dua pemain penting akibat cedera menjelang bentrokan melawan Barcelona.
Dalam laga di Stade de la Meinau, PSG sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Reyna pada menit ke-17. Namun, semangat juang tim berhasil dibangkitkan pada babak kedua. Gol dari Zanarnyi (77′), Ousmane Dembele (85′), dan Desire Doue (90+3′) memastikan kemenangan bagi pasukan Luis Enrique. Sayangnya, momen penting di mana PSG seharusnya bisa unggul lebih cepat terbuang sia-sia. Ousmane Dembele, yang dipercaya sebagai eksekutor penalti, gagal menjalankan tugasnya. Kegagalan itu menjadi yang kesembilan dari 19 penalti terakhir PSG di semua kompetisi, sebuah statistik yang sangat memprihatinkan bagi tim sekelas juara bertahan Liga Champions.
Krisis Penalti: Hanya Satu dari Empat yang Berhasil
Masalah penalti bukanlah hal baru bagi PSG musim ini. Dari empat penalti yang didapat di Ligue 1, hanya satu yang berhasil dikonversi menjadi gol. Luis Enrique pun tidak menutup mata terhadap situasi ini. Dalam konferensi pers usai pertandingan, ia menegaskan bahwa timnya tidak memiliki seorang spesialis penalti. “Kami harus melatihnya. Tidak ada spesialis, tetapi setiap kali kami bermain di final, para pemain memiliki kepribadian dan kualitas. Namun, memang benar kami tidak punya spesialis,” ujar Luis Enrique.
Ia menyebut beberapa nama yang bisa mengambil tanggung jawab, seperti Vitinha dan Ousmane Dembele, tetapi menekankan bahwa ketiadaan pemain dengan naluri pembunuh dari titik putih menjadi celah yang harus segera ditutup. Statistik menunjukkan tingkat kegagalan PSG mencapai lebih dari 47 persen dalam 19 penalti terakhir, angka yang tentu sangat merugikan mengingat pentingnya setiap gol dalam persaingan gelar.
Dua Pilar Cedera Jelang Hadapi Barcelona
Selain masalah penalti, Luis Enrique juga dihadapkan pada badai cedera. Dua pemain kunci, Nuno Mendes dan Maghnes Akliouche, mengalami masalah fisik dalam laga melawan Strasbourg. Nuno Mendes ditarik keluar pada menit ke-53 karena keluhan otot, sementara Akliouche terpaksa menyelesaikan pertandingan meski mengalami cedera pergelangan kaki yang mengeluarkan darah akibat tekel keras dari Jeyland Mitchell. Luis Enrique mengaku belum bisa memastikan seberapa parah cedera keduanya. “Saya harap ini hanya masalah kecil. Kami tidak ingin mengambil risiko,” ujarnya.
Namun, laporan dari media Spanyol menyebutkan bahwa Akliouche mengalami masalah otot yang serius dan diperparah dengan luka terbuka di pergelangan kakinya. Sementara itu, Nuno Mendes juga masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kondisi ini jelas menjadi pukulan telak bagi PSG yang akan menghadapi Barcelona di Liga Champions dalam waktu dekat. Luis Enrique pun dituntut untuk segera meracik strategi tanpa dua pemain andalannya tersebut.
Pujian untuk Dembele dan Adaptasi Pemain Baru
Di tengah berbagai masalah, Luis Enrique tetap memberikan apresiasi kepada Ousmane Dembele. Meski gagal mengeksekusi penalti, Dembele tampil gemilang dengan mencetak satu gol dan satu assist setelah masuk dari bangku cadangan. Luis Enrique menyebut latar belakang Dembele di Barcelona sebagai faktor penting yang membuatnya cepat beradaptasi dengan filosofi permainannya. “Dia belajar di sekolah sepak bola terbaik, yaitu FC Barcelona. Dalam cara bermainnya, dia sudah memahami segalanya,” puji Luis Enrique.
Selain itu, pelatih asal Spanyol ini juga menyoroti adaptasi pemain baru seperti Mika Godts. Meski masih kesulitan mendapatkan menit bermain, Luis Enrique menegaskan bahwa proses adaptasi membutuhkan waktu, terlebih dengan tuntutan taktik yang tinggi, terutama dalam hal disiplin bertahan. Godts, yang didatangkan seharga 45 juta euro, diharapkan bisa segera menunjukkan performa terbaiknya seiring berjalannya musim.
Kesimpulan
Kemenangan atas Strasbourg memang membawa PSG ke puncak klasemen sementara Ligue 1 dengan 14 poin, tetapi bayang-bayang masalah penalti dan cedera pemain tetap menghantui. Luis Enrique harus segera menemukan solusi konkret untuk meningkatkan efektivitas penalti, sekaligus memutar otak mencari pengganti Nuno Mendes dan Akliouche jika keduanya absen melawan Barcelona. Duel di Liga Champions nanti akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ketangguhan mental dan taktik Luis Enrique dalam mengelola skuad yang tengah dilanda badai masalah.











