FaktaHari – 17 Juli 2026 | Pemerintah Indonesia secara resmi mengkaji rencana pendirian pusat kebudayaan Palestina di Yerusalem. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung pemulihan identitas budaya Palestina yang terancam akibat konflik berkepanjangan. Inisiatif ini diumumkan oleh Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon saat menghadiri International Conference on Reconstruction of Cultural Sector di Madrid, Spanyol, pada 15–16 Juli 2026. Dalam sambutannya, Fadli Zon menegaskan bahwa Indonesia sangat antusias terhadap usulan yang diajukan Pemerintah Palestina. Indonesia kaji rencana pembangunan pusat kebudayaan Palestina di Yerusalem LPP RRI sebagai bentuk nyata solidaritas dan kerja sama di bidang kebudayaan.
Menteri Kebudayaan Palestina, Emad Al-Din Hamdan, menyampaikan bahwa konflik tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga mengancam keberlanjutan identitas budaya Palestina. Oleh karena itu, pemulihan sektor kebudayaan membutuhkan strategi, tahapan kerja, dan dukungan pendanaan yang berkelanjutan dari masyarakat internasional. Dalam pertemuan bilateral, Indonesia dan Palestina sepakat untuk memperdalam kajian terkait pembangunan Cultural Centre Indonesia-Palestine di Yerusalem. Tempat ini dirancang sebagai ruang berkumpul, berkarya, dan berekspresi bagi masyarakat Palestina di Yerusalem dan Tepi Barat. Indonesia kaji rencana pembangunan pusat kebudayaan Palestina di Yerusalem LPP RRI dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, budayawan, dan lembaga terkait.
Fadli Zon menekankan bahwa kebudayaan memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat memahami sejarah dan identitas suatu bangsa. Melalui pusat kebudayaan, nilai-nilai perjuangan dan kekayaan budaya Palestina dapat diperkenalkan secara lebih luas. Selain itu, kedua negara juga membahas sejumlah kerja sama lain, seperti produksi film bersama, pameran seni, dan penerjemahan karya sastra Palestina ke dalam bahasa Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara dan membuka wawasan baru bagi generasi muda Indonesia tentang peradaban Palestina yang kaya.
Dalam kesempatan yang sama, Indonesia juga tengah menjajaki pendirian Museum Perjuangan Palestina di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Museum ini akan memperkenalkan warisan budaya benda dan takbenda Palestina sekaligus mendokumentasikan perjuangan rakyatnya dalam mempertahankan identitas dan kemerdekaan. Menurut Fadli Zon, museum ini menjadi jembatan bagi masyarakat Indonesia untuk mengenal Palestina tidak hanya melalui konflik, tetapi juga melalui seni, tradisi, dan warisan budayanya. Indonesia kaji rencana pembangunan pusat kebudayaan Palestina di Yerusalem LPP RRI dan museum di Jakarta sebagai wujud diplomasi budaya yang inklusif.
Pertemuan di Madrid tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani antara Menteri Kebudayaan Indonesia dan Palestina pada September 2025. Kedua pihak sepakat melanjutkan pembahasan untuk menentukan bentuk kerja sama yang dapat dijalankan dalam waktu dekat. Dukungan Indonesia terhadap Palestina di bidang kebudayaan menjadi salah satu pilar penting dalam hubungan bilateral yang telah terjalin lama. Dengan adanya pusat kebudayaan di Yerusalem, diharapkan generasi muda Palestina dapat terus melestarikan dan mengembangkan identitas budaya mereka di tengah tantangan yang ada.
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung perjuangan Palestina, termasuk dalam aspek kebudayaan. Langkah ini juga sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan mendukung kemerdekaan Palestina. Ke depannya, pemerintah Indonesia akan terus berkoordinasi dengan pihak Palestina dan pemangku kepentingan lainnya untuk merealisasikan rencana tersebut. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya hadir sebagai sahabat diplomatik, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pelestarian warisan budaya Palestina.
Kesimpulannya, inisiatif Indonesia mengkaji rencana pembangunan pusat kebudayaan Palestina di Yerusalem menandai babak baru dalam hubungan kebudayaan kedua negara. Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Palestina bersama-sama berupaya memuliakan nilai-nilai kemanusiaan dan keberagaman budaya yang menjadi fondasi peradaban. Diharapkan, langkah nyata ini dapat segera terwujud dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Palestina serta memperkuat solidaritas antarbangsa.









