FaktaHari – 17 Oktober 2026 | Feyenoord tengah menjadi momok menakutkan bagi lawan-lawannya, terutama saat bermain di markas sendiri, De Kuip. Performa impresif tim asuhan pelatih baru ini membuat banyak pihak, termasuk pengamat sepak bola Belanda, Henk Spaan, angkat bicara. Dalam kolomnya di Het Parool, Spaan menyebut Feyenoord seperti “wurgslang” yang tak akan melepaskan mangsanya begitu sudah mencengkeram. Pernyataan ini muncul setelah Feyenoord tampil gemilang di kompetisi Eropa melawan Como, sementara Ajax justru menelan kekalahan pahit dari Hajduk Split.
Kekhawatiran menjelang laga bertajuk De Klassieker pada 29 November mendatang kian memuncak. Spaan secara blak-blakan menyatakan bahwa Ajax tidak punya pilihan selain datang ke Rotterdam, meski harus menghadapi atmosfer yang menakutkan. “Thuisblijven is helaas geen optie voor Ajax,” ujarnya, mengutip pernyataan yang menjadi judul artikel ini. Ia menilai Feyenoord saat ini memiliki fondasi tim yang kuat, bahkan jika bangunan De Kuip sendiri goyah, kekuatan skuad mereka tetap solid.
Dalam sepekan terakhir, kontras performa kedua tim sangat terlihat. Feyenoord sukses menaklukkan Como dengan permainan menyerang yang memukau, sedangkan Ajax harus mengakui keunggulan Hajduk Split. Hal ini membuat analis seperti Toby Alderweireld dan Frank de Boer yang sempat bercanda tentang nyaman bermain di De Kuip dianggap sebagai “jinx” atau pembawa sial. Spaan pun menyoroti hal tersebut sebagai bentuk kepercayaan diri yang berlebihan dari kubu Amsterdam.
Hingga pekan kedelapan Eredivisie, Feyenoord berhasil mengumpulkan poin yang membuat mereka unggul lima angka atas Ajax. Selisih ini tentu menjadi modal berharga bagi tim berjuluk De Trots van Zuid tersebut. Jadwal padat menanti: Feyenoord akan bertandang ke markas Telstar pada Sabtu malam, sementara Ajax dijadwalkan menyambangi FC Groningen pada Minggu. Kedua laga ini akan menjadi ujian konsistensi sebelum bentrokan besar di akhir November.
De Klassieker sendiri akan digelar pada Minggu, 29 November, pukul 14:30 waktu setempat di De Kuip. Laga ini diprediksi berjalan sengit mengingat rivalitas abadi antara kedua klub. Selain itu, pertemuan kedua akan berlangsung pada Februari tahun depan di Johan Cruijff ArenA. Namun, fokus saat ini tertuju pada pertemuan pertama yang bisa menjadi penentu arah persaingan gelar juara musim ini.
Bagi Ajax, kunjungan ke De Kuip bukan sekadar laga biasa. Mereka harus mampu meredam tekanan suporter tuan rumah yang dikenal fanatik. Feyenoord di bawah asuhan pelatih anyar tampil dengan pressing tinggi dan transisi cepat, membuat lawan sulit mengembangkan permainan. Statistik menunjukkan bahwa Feyenoord jarang kalah di kandang sendiri, dan tren positif ini membuat optimisme kubu Rotterdam meningkat.
Di sisi lain, Ajax memiliki kualitas individu yang mumpuni, tetapi konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah. Kekalahan di Eropa menjadi alarm bagi tim asuhan pelatih kepala untuk segera berbenah. Jika tidak, bukan tidak mungkin Feyenoord akan memperbesar jarak poin dan memperkokoh posisi di puncak klasemen.
Menarik untuk ditunggu bagaimana strategi kedua tim dalam menghadapi laga krusial nanti. Apakah Feyenoord benar-benar menjadi wurgslang yang mematikan, atau Ajax mampu membalikkan prediksi dan mencuri poin di kandang rival? Semua akan terjawab dalam 90 menit di De Kuip.
Sebagai penutup, persaingan antara Feyenoord dan Ajax selalu menyajikan drama dan tensi tinggi. Pertemuan kali ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga gengsi dan dominasi sepak bola Belanda. Siapapun yang menang akan memiliki keunggulan mental untuk sisa musim. Namun, satu hal yang pasti: De Kuip akan menjadi medan perang yang tak mudah bagi Ajax, dan Feyenoord siap mempertahankan benteng mereka dengan segala cara.











