Dirut PLN Baru Suroso Isnandar: Dari Kampus ITPLN ke Kursi Panas Transformasi Energi

Dirut PLN Baru Suroso Isnandar: Dari Kampus ITPLN ke Kursi Panas Transformasi Energi
Dirut PLN Baru Suroso Isnandar: Dari Kampus ITPLN ke Kursi Panas Transformasi Energi

FaktaHari – 17 Oktober 2026 | JAKARTA – Penunjukan Suroso Isnandar sebagai Dirut PLN baru melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026 menjadi sorotan berbagai kalangan. Pria yang masih aktif sebagai dosen tetap Institut Teknologi PLN (ITPLN) ini menggantikan Darmawan Prasodjo di tengah dinamika industri ketenagalistrikan nasional. Pergantian Dirut PLN tersebut dilakukan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.

Rektor ITPLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., menyambut baik penunjukan tersebut. Menurutnya, Suroso memiliki pengalaman panjang di industri ketenagalistrikan yang dapat memperkuat transformasi PLN, pengembangan energi baru terbarukan (EBT), dan sinergi antara perguruan tinggi dengan dunia industri. “Ini momen penting, jadi saya harus turut menghadirinya. Apalagi, Pak Suroso itu dosen ITPLN juga. Saya kenal beliau sudah lama,” ujar Iwa dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).

Iwa juga menyampaikan terima kasih kepada Darmawan Prasodjo atas pengabdiannya, terutama karena telah meletakkan fondasi ITPLN sebagai anak kandung PLN. Ia berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan transformasi perusahaan dan menyukseskan program pemerintah, termasuk program PLTS 100 GWp. “Semoga beliau meneruskan transformasi di PLN sekaligus menyukseskan program pemerintah agar memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pergantian Dirut PLN merupakan aksi korporasi biasa. Ia menepis anggapan bahwa perubahan kepemimpinan ini berkaitan langsung dengan insiden pemadaman listrik total (blackout) di Batam, Kepulauan Riau, pada 12 Oktober 2026. “Itu kan pergantian direksi aksi korporasi biasa, ya. Pergantian Dirut BUMN itu kan hak daripada Danantara dan sudah barang tentu ada arahan dari Bapak Presiden,” ujar Bahlil di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).

Sementara itu, Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan bahwa penguatan PLN Group menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong transformasi berkelanjutan dan memastikan masyarakat merasakan peningkatan kualitas layanan kelistrikan. “Pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas kami dalam penguatan PLN Group. Melalui penyegaran manajemen ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat merasakan peningkatan kualitas layanan, mulai dari keandalan pasokan hingga respons terhadap kebutuhan pelanggan,” ujar Dony.

Komisaris Independen PT PLN (Persero), Andi Arief, menilai pergantian Dirut PLN sebagai hal yang wajar dalam dinamika kepemimpinan perusahaan. Ia menekankan pentingnya menjaga kesinambungan transformasi yang telah berjalan, terutama dalam pengembangan EBT. “Kalau menurut saya, pergantian ini biasa saja. Pak Darmawan Prasodjo sudah cukup lama di PLN. Beliau pernah menjadi komisaris, wakil direktur utama, kemudian direktur utama,” ujar Andi Arief. Menurutnya, pengalaman Suroso di lingkungan PLN menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan tersebut. Selama kepemimpinan Darmawan, Suroso pernah menjabat sebagai direktur manajemen risiko dan kemudian direktur yang menangani manajemen proyek serta energi baru terbarukan.

Andi Arief juga menyoroti tantangan besar yang akan dihadapi PLN ke depan, terutama dalam mendukung transisi energi nasional. Ia merujuk pada rencana pengembangan kapasitas pembangkit hingga 2034, dengan porsi energi terbarukan yang ditargetkan mencapai sekitar 70 persen. “Kalau kita melihat rencana sampai 2034, sekitar 70 persen dari pembangunan pembangkit yang direncanakan merupakan energi terbarukan. Karena itu, ke depan kita akan membangun berbagai sumber energi, mulai dari tenaga surya, air, angin, hingga nuklir,” ujar Andi Arief. Ia menyebut terdapat lebih dari 700 proyek yang masuk dalam perencanaan dan perlu dipersiapkan untuk tahap pelaksanaan, dengan perkiraan pembangunan sejumlah proyek dimulai pada 2027.

Presiden Prabowo Subianto sendiri telah memberikan tugas khusus kepada Dirut PLN baru. Dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Presiden meminta Suroso mempercepat transformasi PLN melalui pembenahan model bisnis, peningkatan efisiensi dan produktivitas, serta percepatan penggunaan panel surya berkapasitas 100 GW. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa Presiden meminta Dirut PLN segera menyusun rancangan transformasi untuk dipaparkan. “Kita membicarakan bagaimana pertama mengakselerasi transformasi di PLN untuk menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih tanggap, dan juga mengakselerasi penggunaan 100GW solar panel,” ujar Rosan. Danantara akan berkoordinasi dengan jajaran PLN untuk mengkaji model bisnis secara menyeluruh, termasuk upaya mengurangi beban subsidi.

Dengan berbagai agenda strategis yang menanti, kepemimpinan Suroso Isnandar sebagai Dirut PLN diharapkan mampu menjawab tantangan transisi energi, menjaga keandalan pasokan listrik, dan memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi. Pergantian Dirut PLN ini menjadi momentum penting untuk memastikan arah transformasi perusahaan tetap sejalan dengan kebijakan energi pemerintah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *