Berita  

Geger Penerbangan Arab Saudi: Air India dan Maskapai Lain Setop Operasi hingga 24 Oktober, Bandara Riyadh Lumpuh 81%

Geger Penerbangan Arab Saudi: Air India dan Maskapai Lain Setop Operasi hingga 24 Oktober, Bandara Riyadh Lumpuh 81%
Geger Penerbangan Arab Saudi: Air India dan Maskapai Lain Setop Operasi hingga 24 Oktober, Bandara Riyadh Lumpuh 81%

FaktaHari – 17 Oktober 2026 | JAKARTA – Gelombang pembatalan penerbangan besar-besaran kembali mengguncang industri aviasi global. Maskapai nasional India, Air India, bersama sejumlah carrier internasional lainnya resmi memperpanjang larangan terbang ke dan dari Arab Saudi hingga akhir Oktober 2026. Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya eskalasi keamanan di Timur Tengah yang dipicu serangan kelompok Houthi.

Berdasarkan data terbaru dari perusahaan analitik penerbangan Cirium, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi bandara yang paling terdampak. Dari 366 jadwal keberangkatan pada 15 Oktober, sebanyak 298 penerbangan dibatalkan atau tidak beroperasi. Angka ini menunjukkan gangguan mencapai 81,4 persen dari seluruh jadwal. Secara nasional, 552 dari 1.178 keberangkatan di Arab Saudi mengalami pembatalan, atau sekitar 47 persen.

Maskapai Air India dan Air India Express secara resmi mengumumkan penangguhan penerbangan ke Riyadh, Dammam, dan Jeddah hingga 20 Oktober 2026. Sementara itu, IndiGo memperpanjang pembatalan hingga 24 Oktober, dan Akasa Air menangguhkan rute Riyadh sampai 24 Oktober serta Jeddah hingga 21 Oktober. Langkah ini diambil setelah insiden serangan di Bandara Riyadh pada 10 Oktober yang menewaskan seorang warga negara India.

Selain maskapai India, lebih dari 15 maskapai internasional turut menghentikan atau mengubah jadwal penerbangan. Qatar Airways menangguhkan rute ke Riyadh dan Dammam, sedangkan Emirates terdampak pada rute Dubai-Riyadh dan Jeddah-Dammam. Maskapai nasional Arab Saudi, Saudia, mencatat gangguan hingga 57,1 persen, diikuti Flynas 44 persen dan Flyadeal 45 persen.

Dalam pernyataan resminya, Air India menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan penumpang serta kru adalah prioritas utama. “Kami terus memantau perkembangan dan menilai situasi secara berkelanjutan untuk memastikan dimulainya kembali operasi dengan aman,” tulis manajemen. Penumpang yang terdampak pembatalan ditawarkan pengembalian dana penuh (full refund).

Meski demikian, di tengah kabar suram ini, Air India justru mengumumkan ekspansi rute baru. Mulai 2 Februari 2027, maskapai akan meluncurkan penerbangan langsung Delhi-Osaka empat kali seminggu menggunakan pesawat Boeing 787-8. Rute ini menjadi gerbang kedua Air India ke Jepang setelah Tokyo Haneda. Pemesanan tiket telah dibuka.

Data Japan National Tourism Organization (JNTO) menunjukkan minat wisatawan India ke Jepang terus meningkat. Sepanjang Januari-Agustus 2026, tercatat 250.100 wisatawan India, naik dari 208.043 pada periode yang sama tahun lalu. Pembukaan rute baru ini diharapkan semakin mempermudah perjalanan multi-kota bagi wisatawan.

Berikut ringkasan maskapai dan rute yang terdampak:

Maskapai Rute Terdampak Periode Penangguhan
Air India & Air India Express Riyadh, Dammam, Jeddah Hingga 20 Oktober 2026
IndiGo Seluruh Arab Saudi Hingga 24 Oktober 2026
Akasa Air Riyadh; Jeddah Hingga 24 Oktober; 21 Oktober 2026
Qatar Airways Riyadh, Dammam Belum diumumkan
Emirates Dubai-Riyadh, Jeddah-Dammam Belum diumumkan

Dengan situasi yang masih dinamis, calon penumpang diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari maskapai masing-masing. Pengembalian dana penuh dan penjadwalan ulang menjadi opsi utama bagi mereka yang terdampak.

Perpanjangan pembatalan ini menjadi pukulan telak bagi sektor pariwisata dan bisnis di kawasan Teluk. Bandara Riyadh yang biasanya sibuk kini sepi, sementara ribuan penumpang terjebak atau harus mengubah rencana perjalanan mereka. Pemerintah India melalui Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk memastikan keselamatan warga negaranya.

Ke depan, pemulihan rute penerbangan ke Arab Saudi akan sangat bergantung pada perkembangan keamanan di kawasan. Maskapai seperti Air India menegaskan tidak akan berkompromi soal keselamatan, meski harus menanggung kerugian operasional yang tidak sedikit. Sementara itu, ekspansi ke Jepang menunjukkan bahwa Air India tetap agresif membuka pasar baru di tengah ketidakpastian global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *