Berita  

Street Fighter Movie 2026: Nostalgia 90-an dan Aksi Memukau di Bioskop Indonesia

Street Fighter Movie 2026: Nostalgia 90-an dan Aksi Memukau di Bioskop Indonesia
Street Fighter Movie 2026: Nostalgia 90-an dan Aksi Memukau di Bioskop Indonesia

FaktaHari – 17 Oktober 2026 | Film street fighter movie (2026) resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 14 Oktober 2026, dua hari lebih awal dari perilisan internasional pada 16 Oktober 2026. Adaptasi live-action dari waralaba gim legendaris Capcom ini disutradarai oleh Kitao Sakurai dan diproduksi oleh Legendary Pictures bersama Capcom. Dengan durasi sekitar 119 menit dan klasifikasi usia 13 tahun ke atas, film ini menghadirkan Andrew Koji sebagai Ryu, Noah Centineo sebagai Ken Masters, dan Callina Liang sebagai Chun-Li. Pemeran pendukung juga tak kalah menarik, seperti Jason Momoa yang berperan sebagai Blanka sekaligus bertindak sebagai produser, Roman Reigns sebagai Akuma, David Dastmalchian sebagai M. Bison, Cody Rhodes sebagai Guile, serta Curtis ’50 Cent’ Jackson sebagai Balrog.

Latar cerita street fighter movie ini sengaja ditempatkan pada tahun 1993, masa kejayaan Street Fighter II di mesin arcade. Pendekatan ini berhasil memadukan nostalgia visual, musik, dan referensi era 90-an dengan sinematografi modern. Sinopsisnya mengisahkan Ryu dan Ken yang telah lama berpisah, kemudian direkrut kembali oleh agen Interpol Chun-Li untuk mengikuti turnamen World Warrior. Di balik kompetisi tersebut, tersembunyi konspirasi besar yang memaksa keduanya menghadapi masa lalu, rivalitas, dan ancaman yang lebih besar. Tujuan utamanya adalah menghentikan Lord Bison sekaligus menyelesaikan dendam atas kematian Guru Gouken di tangan Akuma.

Dari segi aksi, film ini menampilkan empat belas adegan pertarungan utama. Koreografi menggabungkan disiplin bela diri nyata seperti Shotokan, Goju-Ryu, Judo, Wushu, Tai Chi, dan Kung Fu, sehingga jurus-jurus ikonis tetap terasa otentik. Callina Liang bahkan menjalani latihan intensif lima hingga enam hari per minggu demi menguasai tendangan khas Chun-Li. Hasilnya terlihat dalam gerakan dinamis dengan efek visual yang mendukung tanpa mengabaikan fisikalitas aktor. Pendekatan ini berhasil menghidupkan semangat arcade tanpa terjebak pada efek komputer berlebihan.

Sentuhan nostalgia 90-an, humor yang pas, dan sajian laga klasik langsung terasa menonjol. Jalur ceritanya memang sederhana dengan pergantian nada yang kadang timpang antara drama dan komedi, tetapi loyalitas terhadap karakter serta aksi khasnya tetap menjadi daya pikat utama. Salah satu adegan paling menegangkan terjadi ketika Ryu dan Ken akhirnya saling berhadapan di arena turnamen setelah konflik yang menumpuk. Ketegangan dibangun secara bertahap melalui dialog singkat yang mengungkap rasa sakit dan saling tuduh, sebelum meledak menjadi pertukaran pukulan dan tendangan cepat serta presisi.

Di sisi bisnis, street fighter movie diprediksi memimpin box office akhir pekan pembuka dengan estimasi pendapatan USD25 juta hingga USD35 juta dari 3.500 bioskop di Amerika Utara. Film ini diproduksi dengan anggaran USD82 juta, sehingga harus bertahan lama di bioskop agar biaya produksinya tertutupi. Di pasar internasional, film ini diproyeksikan meraup sekitar USD35 juta dari 65 negara. Paramount berperan sebagai distributor, sementara Legendary dan Capcom mendanai bersama. Proyek ini awalnya direncanakan di bawah naungan Sony, namun berpindah ke Paramount setelah kontrak awal berakhir.

Film ini merupakan adaptasi ketiga dari seri gim video Capcom. Film live-action pertamanya pada 1994 dibintangi Jean-Claude Van Damme dan sukses dengan perolehan USD100 juta. Film kedua, Street Fighter: The Legend of Chun-Li (2009), justru gagal besar dengan hanya meraup USD12,8 juta dari anggaran USD50 juta. Kini, reboot yang disutradarai Kitao Sakurai ini diharapkan dapat mengembalikan kejayaan waralaba Street Fighter di layar lebar.

Bagi penonton di Indonesia, street fighter movie sudah dapat disaksikan di berbagai bioskop, termasuk CGV Marvell City Surabaya. Jadwal tayangnya bervariasi, dengan harga tiket mulai dari Rp31.000 untuk Regular 2D. Film ini menjadi alternatif menarik di tengah dominasi film horor yang sedang tayang. Kehadirannya seolah menjadi penyegar bagi pecinta film aksi tanah air.

Secara keseluruhan, street fighter movie berhasil menyajikan keseimbangan antara aksi, nostalgia, dan cerita yang meskipun sederhana tetap menghibur. Dengan akting para pemain yang solid dan koreografi bela diri yang memukau, film ini layak menjadi tontonan wajib bagi penggemar gim dan film aksi. Jangan lewatkan kesempatan menyaksikannya di bioskop kesayangan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *