FaktaHari – 14 Oktober 2026 | Crystal Palace menunjukkan kebangkitan performa yang signifikan di bawah asuhan pelatih anyar, Pierre Sage. Dalam laga Premier League akhir pekan lalu, The Eagles berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan Nottingham Forest dengan skor 3-1 di Stadion Selhurst Park. Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa Crystal Palace mulai menemukan ritme permainan terbaiknya setelah melalui awal musim yang berat.
Pertandingan melawan Nottingham Forest menjadi ujian berat bagi Crystal Palace. Pasalnya, tim tamu tampil dominan di babak pertama dan menciptakan banyak peluang emas. Nottingham Forest bahkan unggul lebih dulu dan seharusnya bisa memastikan kemenangan lebih awal. Namun, kegagalan mereka dalam memanfaatkan peluang menjadi bumerang. Crystal Palace yang tampil kurang meyakinkan di awal pertandingan justru mampu mencetak dua gol cepat menjelang turun minum, sebelum Yeremy Pino menambah gol ketiga di babak kedua untuk memastikan kemenangan 3-1.
Kemenangan ini menjadi bagian dari tren positif Crystal Palace yang kini telah mengumpulkan empat kemenangan dan satu hasil imbang dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi. Catatan ini menjadi angin segar setelah awal musim yang kurang meyakinkan. Pierre Sage, pelatih asal Prancis yang kembali ke kampung halamannya untuk menangani Crystal Palace, mulai menuai hasil dari pendekatan taktis yang diterapkannya. Ia berhasil membangkitkan mentalitas pantang menyerah dalam skuadnya.
Namun, tantangan besar sudah menanti Crystal Palace. Mereka akan melakoni laga tandang penting di ajang Liga Europa melawan Olympique Lyon di Groupama Stadium. Laga ini menjadi spesial bagi Pierre Sage karena ia akan berhadapan dengan mantan klubnya. Crystal Palace saat ini berada dalam tren positif, namun Lyon juga merupakan tim yang tangguh, terutama saat bermain di kandang sendiri. Les Gones belum terkalahkan dalam 12 pertandingan kandang terakhir mereka di fase grup Liga Europa. Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sengit dan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi permainan Crystal Palace.
Di sisi lain, performa Nottingham Forest dalam pertandingan tersebut menjadi sorotan tajam. Statistik menunjukkan bahwa mereka menciptakan banyak peluang, termasuk 16 tembakan dari dalam kotak penalti, namun hanya satu gol yang berhasil dicetak. Kegagalan dalam penyelesaian akhir menjadi masalah kronis yang harus segera diatasi oleh pelatih Oliver Glasner. Catatan ini menjadi pelajaran berharga bahwa dominasi permainan tidak selalu berbuah kemenangan jika tidak diimbangi dengan ketajaman di depan gawang.
Di tengah persaingan ketat Premier League, Crystal Palace juga berhasil mendatangkan pemain baru berbakat. Salah satunya adalah gelandang asal Chile, Darío Osorio, yang direkrut dengan status pinjaman dari FC Midtjylland. Pemain berusia 22 tahun ini disebut-sebut menolak tawaran menggiurkan dari klub-klub Arab Saudi demi bisa merumput di Premier League bersama Crystal Palace. Keputusan ini menunjukkan ambisi besar Osorio untuk berkembang di kompetisi terbaik dunia dan menjadi bagian dari proyek jangka panjang Crystal Palace.
Kesimpulannya, Crystal Palace saat ini sedang dalam fase kebangkitan yang menjanjikan. Kemenangan dramatis atas Nottingham Forest menjadi momentum penting untuk membangun kepercayaan diri. Tantangan berikutnya adalah membuktikan konsistensi di kompetisi Eropa melawan Lyon. Dengan racikan taktik Pierre Sage dan semangat juang tinggi para pemain, Crystal Palace berpotensi untuk terus bersaing di papan atas klasemen maupun di ajang Eropa. Kehadiran pemain seperti Darío Osorio juga menambah optimisme bahwa masa depan klub ini cerah.











