FaktaHari – 13 Oktober 2026 | Pembalap muda Spanyol, Maximo Quiles, resmi mengunci gelar juara dunia Moto3 2026 setelah tampil dominan di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok, pada Minggu (11/10/2026). Kemenangan di seri Indonesia ini menjadi yang kesepuluh bagi Maximo Quiles sepanjang musim, sekaligus memastikan mahkota juara dunia diraih dengan lima seri tersisa. Keunggulan 132 poin atas rival terdekatnya, David Almansa, membuat posisi Maximo Quiles tidak tergoyahkan di puncak klasemen.
Balapan Moto3 Grand Prix Indonesia 2026 berlangsung di bawah terik matahari Lombok dan menyajikan drama sejak awal. Maximo Quiles yang start dari posisi keenam langsung mengambil alih pimpinan pada lap ketiga dan menjauh dari para pesaingnya. Ia finis dengan keunggulan 2,994 detik atas David Almansa yang mengamankan posisi kedua. Podium ketiga diraih oleh Brian Uriarte setelah duel sengit dengan Matteo Bertelle di lap terakhir.
Kemenangan ini menegaskan dominasi Maximo Quiles sepanjang musim. Dari 18 seri yang telah dilakoni, ia mencatatkan sepuluh kemenangan, empat kali finis kedua, dan satu kali podium ketiga. Satu-satunya kegagalan meraih poin penuh terjadi saat ia tidak start di Inggris dan finis di posisi ke-11 di Italia. Konsistensi luar biasa ini membuat Maximo Quiles menjadi pembalap Moto3 pertama yang mengunci gelar juara dunia dengan lima balapan tersisa, melampaui rekor David Alonso dan Brad Binder yang sebelumnya hanya menyisakan empat balapan.
Pencapaian Maximo Quiles juga menyejajarkan namanya dengan legenda MotoGP seperti Mike Hailwood, Giacomo Agostini, dan Marc Marquez yang juga pernah meraih gelar juara dunia dengan lima balapan tersisa. Di usianya yang baru 18 tahun, Maximo Quiles menunjukkan kematangan luar biasa di atas lintasan. Ia juga memecahkan rekor lap Moto3 di Sirkuit Mandalika dengan catatan waktu 1 menit 36,690 detik pada sesi latihan kedua, lebih cepat 0,332 detik dari rekor sebelumnya.
Di sisi lain, publik Indonesia turut bergembira dengan penampilan gemilang Veda Ega Pratama. Pembalap Honda Team Asia tersebut finis di posisi keenam setelah sempat merangsek hingga posisi kedua di awal lomba. Aksi double overtake spektakuler di lap terakhir membuat tribun bergemuruh. Hasil ini mengukuhkan posisi Veda di urutan ketujuh klasemen sementara dengan 115 poin, unggul atas rivalnya dari Malaysia.
Marc Marquez, pembalap Ducati Lenovo, memberikan pesan kepada Maximo Quiles agar tetap membumi dan terus bekerja keras meski telah meraih gelar juara dunia. “Maximo Quiles memiliki bakat yang sangat besar. Sekarang ia mungkin masih berada di awang-awang, tetapi ia harus tetap membumi dan terus bekerja keras,” ujar Marc Marquez. Dengan lima balapan tersisa, Maximo Quiles masih berpeluang menambah catatan kemenangannya sebelum naik ke kelas Moto2 pada 2027.
Keberhasilan Maximo Quiles di Mandalika tidak hanya menjadi sejarah pribadi, tetapi juga menambah daftar panjang pembalap Spanyol yang mendominasi kelas ringan MotoGP. Dengan performa yang nyaris sempurna sepanjang musim, Maximo Quiles layak disebut sebagai fenomena baru di dunia balap motor.











