Strategi Korporasi dan Pasokan Diam: Mengapa Harga BTC Masih Tertahan di Level Kunci

Strategi Korporasi dan Pasokan Diam: Mengapa Harga BTC Masih Tertahan di Level Kunci
Strategi Korporasi dan Pasokan Diam: Mengapa Harga BTC Masih Tertahan di Level Kunci

FaktaHari – 13 Oktober 2026 | Harga btc kembali menjadi sorotan setelah pekan lalu menunjukkan pemulihan bertahap, meskipun masih berada di bawah tekanan. Data terbaru menunjukkan bahwa btc diperdagangkan di sekitar $84.000 pada awal pekan ini, jauh dari rata-rata pergerakan 50 hari yang sempat disentuh pada Kamis lalu. Kondisi ini mencerminkan sentimen pasar yang masih hati-hati, meskipun ada tanda-tanda pembelian saat harga turun.

Salah satu pendorong utama pergerakan btc adalah aksi akumulasi besar-besaran dari perusahaan publik. Strategy, perusahaan treasury btc yang terdaftar di Nasdaq, kembali membeli 250 Bitcoin senilai $21,5 juta pada periode 5-11 Oktober. Dengan tambahan ini, total kepemilikan Strategy kini mencapai 848.250 Bitcoin, setara dengan sekitar $70,2 miliar pada harga saat ini. Langkah ini menandai pembelian mingguan keempat berturut-turut setelah perusahaan sempat mengurangi frekuensi pembelian untuk membangun cadangan kas.

Di sisi lain, data on-chain mengungkapkan bahwa sebagian besar pasokan btc tidak aktif secara ekonomi. Dari sekitar 20,10 juta Bitcoin yang terklasifikasi, sebanyak 66,7% atau 13,41 juta BTC tergolong sebagai pasokan tidak likuid. Sementara itu, sekitar 6,84 juta BTC tidak berpindah selama setidaknya lima tahun, dengan 3,63 juta BTC di antaranya tidak bergerak selama lebih dari satu dekade. Angka ini menunjukkan bahwa proporsi besar Bitcoin disimpan sebagai investasi jangka panjang, bukan digunakan untuk transaksi atau perdagangan aktif.

Dari sisi pasar derivatif, analis FxPro mencatat bahwa kapitalisasi pasar kripto saat ini mencapai $2,83 triliun, naik 1,1% dalam sehari tetapi masih turun 3,5% dibandingkan pekan lalu. Pemulihan yang terjadi sejak Jumat lalu berlangsung lambat, hanya mampu mengembalikan dua pertiga dari kerugian yang terjadi pada Rabu dan Kamis pekan lalu. Level resistensi terdekat untuk BTC berada di $87.000, dan jika berhasil ditembus, target berikutnya adalah $94.000.

Namun, ada risiko dari sisi aliran dana institusional. Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa arus keluar bersih dari ETF Bitcoin spot AS mencapai $681,1 juta pada pekan lalu, tertinggi sejak akhir Juni. Sementara itu, ETF Ethereum spot juga mencatat arus keluar bersih $542,1 juta, level terburuk sejak Januari. Hal ini menandakan bahwa investor institusional masih cenderung mengurangi eksposur mereka terhadap aset kripto.

Di tengah ketidakpastian ini, perusahaan pertambangan seperti MARA dilaporkan mentransfer 996 BTC ke Galaxy Digital, menunjukkan bahwa beberapa penambang masih menjual sebagian kepemilikan mereka untuk mengelola likuiditas. Sementara itu, TD Cowen menaikkan perkiraan harga Bitcoin tetapi memperingatkan bahwa penerbitan sekuritas baru dan kewajiban keuangan Strategy dapat membatasi imbal hasil bagi pemegang saham biasa.

Kesimpulannya, meskipun akumulasi oleh korporasi besar seperti Strategy memberikan sinyal positif bagi prospek jangka panjang btc, dominasi pasokan tidak likuid dan arus keluar dari ETF menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase pemulihan awal. Level $87.000 menjadi kunci untuk menentukan arah selanjutnya, sementara investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas yang mungkin terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *