FaktaHari – 12 Oktober 2026 | Harga gas di berbagai negara terus menjadi sorotan utama, mulai dari kebijakan pajak di Ohio hingga fluktuasi harga di Florida. Di tengah dinamika ekonomi global, kisah inspiratif penyintas ledakan gas di Georgia juga menarik perhatian. Artikel ini merangkum berbagai peristiwa terkait gas yang terjadi dalam sepekan terakhir.
Di Ohio, Amerika Serikat, harga gas tidak turun setiap hari, tetapi masih lebih murah dibandingkan negara bagian tetangganya. Pemerintah negara bagian memberlakukan penangguhan pajak gas untuk meringankan beban warga. Namun, dampak kebijakan ini masih terus dipantau. Sementara itu, di Florida, harga gas rata-rata mencapai $4,07 per galon pada Senin lalu, menurut AAA. Angka ini hanya naik satu sen dibandingkan pekan sebelumnya, tetapi melonjak $1,16 dibandingkan tahun lalu. Beberapa wilayah di Florida bahkan kembali mencatat harga di bawah $4 per galon. Harga diesel di sana mencapai $6,35 per galon. Pasar metropolitan termahal di Florida adalah West Palm Beach-Boca Raton dengan $4,19, sedangkan yang termurah adalah Punta Gorda dengan $3,85.
Di sisi lain, Australia menghadapi perbedaan pendekatan antara pemerintah federal dan negara bagian New South Wales (NSW) terkait penggunaan gas. NSW berencana menggunakan skema energi terbarukan untuk membangun pembangkit listrik tenaga gas baru pada tahun depan. Keputusan ini bertentangan dengan kebijakan pemerintah federal yang enggan menjamin pembangunan pembangkit gas baru. Menteri Energi NSW, Penny Sharpe, akan mengumumkan komitmen ini pada Selasa. Langkah ini menuai kritik dari beberapa pihak yang khawatir akan dampak lingkungan.
Di tengah berita ekonomi, kisah Joey Brown memberikan perspektif berbeda tentang gas. Brown adalah penyintas ledakan gas yang membakar 85% tubuhnya saat berusia 21 tahun. Ledakan itu terjadi di apartemennya. Ia menjalani 30 hingga 50 kali operasi, dirawat di rumah sakit selama dua setengah tahun, dan harus belajar berjalan serta makan lagi. Pada 2017, tangan kirinya diamputasi karena meleleh. Selama bertahun-tahun, ia bersembunyi dari dunia karena luka bakar dan bekas lukanya. Namun, kini ia bekerja di dapur Central High School di Carrollton, Georgia, menyiapkan makan siang untuk ratusan siswa. Rekan kerjanya, Beana Nolley, mengatakan Brown bukan lagi bayangan pria yang dulu. Brown kini bahagia dan percaya diri, berkat dukungan dari gereja dan komunitasnya. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa ledakan gas tidak harus menghancurkan masa depan seseorang.
Sementara itu, insiden kriminal juga melibatkan gas. Seorang pria bernama Zachary Brooks, 26 tahun, mencuri mobil dari sebuah rumah di Tampa, Florida. Dalam pengejaran, ia berhenti di sebuah stasiun pengisian bahan bakar atau pompa bensin untuk mencuri vape. Ia kemudian dikejar polisi dan bersembunyi di kolam renang rumah warga. Brooks menghadapi tuduhan pencurian kendaraan bermotor dan pencurian ringan. Insiden ini menunjukkan bahwa stasiun pengisian bahan bakar tidak hanya menjadi tempat transaksi gas, tetapi juga rawan tindak kriminal.
Kesimpulannya, gas tetap menjadi isu multidimensi yang mempengaruhi ekonomi, kebijakan energi, dan kehidupan sehari-hari. Dari penangguhan pajak di Ohio, fluktuasi harga di Florida, perdebatan energi di Australia, hingga kisah penyintas ledakan gas, semua menunjukkan betapa pentingnya peran gas dalam masyarakat modern. Meski ada tantangan, harapan tetap ada, seperti yang ditunjukkan Joey Brown bahwa kehidupan setelah tragedi gas bisa kembali bermakna.











