FaktaHari – 12 Oktober 2026 | LOMBOK – Pembalap muda Indonesia, Veda Pratama, berhasil menorehkan catatan bersejarah di ajang Moto3 Grand Prix Indonesia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (11/10/2026). Start dari posisi ketujuh, Veda Pratama tampil agresif dan sempat bersaing ketat di barisan depan, sebelum akhirnya finis di posisi keenam. Hasil ini sekaligus memecahkan rekor sebagai pembalap Indonesia pertama yang finis di enam besar di kandang sendiri, mengalahkan capaian Mario Aji yang sebelumnya bertengger di posisi 14 pada edisi 2022.
Balapan 20 putaran yang digelar di bawah terik matahari Lombok itu menjadi salah satu momen paling spesial dalam karier Veda Pratama. “Saya sangat senang bisa finis di enam besar hari ini dan meraih poin penting. Saya sangat menikmati balapan ini,” ujar Veda Pratama dalam rilis resmi Honda Team Asia. Dukungan ribuan penonton yang memadati tribun Sirkuit Mandalika menjadi motivasi ekstra bagi pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut.
Pada awal balapan, Veda Pratama langsung melesat dari posisi ketujuh ke urutan kedua pada putaran kedua. Ia mampu bertahan dalam kelompok depan dan beberapa kali terlibat duel sengit dengan pembalap lain. Namun, ketatnya persaingan membuat posisinya perlahan turun. Memasuki putaran ke-10, Veda Pratama berada di urutan ketujuh. Peluang kembali terbuka setelah Adrian Cruces mengalami kecelakaan pada putaran ke-13, yang membuat Veda naik ke posisi kelima. Meskipun sempat melorot lagi akibat sedikit melebar di tikungan pada putaran ke-18, Veda Pratama menunjukkan mental baja dengan menyodok kembali ke posisi keenam di putaran terakhir.
Maximo Quiles keluar sebagai juara Moto3 Mandalika 2026, diikuti David Almansa di posisi kedua dan Brian Uriarte di posisi ketiga. Namun, sorotan tetap tertuju pada Veda Pratama yang sukses mengukir sejarah. Dengan finis di posisi keenam, Veda Pratama mengoleksi 115 poin di klasemen sementara Moto3 2026 dan duduk di peringkat ketujuh. Jumlah tersebut memecahkan rekor poin tertinggi untuk pembalap debut Honda Team Asia dalam satu musim, yang sebelumnya dipegang Ai Ogura dengan 109 poin pada musim 2019.
Pencapaian Veda Pratama musim ini juga lebih mentereng dibandingkan Ogura. Dalam musim debutnya, Veda Pratama sudah dua kali naik podium, yakni di GP Brasil dan GP Prancis, saat usianya baru 17 tahun. Sementara Ogura hanya sekali naik podium saat debut penuhnya di Moto3 2019. Performa gemilang Veda Pratama ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia memiliki talenta balap motor yang mampu bersaing di level dunia.
Balapan di Sirkuit Mandalika menjadi penutup manis bagi Veda Pratama yang menjalani home grand prix pertamanya. “Balapan di sini di hadapan para penggemar Indonesia adalah pengalaman yang luar biasa. Ini adalah salah satu balapan paling spesial dalam karier saya, dan saya benar-benar menikmati dukungan dari para penonton,” ungkap Veda Pratama. Dengan sisa lima seri lagi musim ini, peluang Veda Pratama untuk terus menambah poin dan memperbaiki posisi klasemen masih terbuka lebar. Publik tanah air pun menantikan aksi-aksi spektakuler selanjutnya dari Veda Pratama.











