FaktaHari – 10 Oktober 2026 | Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono secara resmi meluncurkan program agen perlindungan sosial (perlinsos) dalam acara pembukaan Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) ke-66 di Banjir Kanal Timur, Jakarta Timur, Sabtu (10/10/2026). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Karang Taruna harus menjadi garda terdepan dalam mendata warga miskin dan memastikan bantuan sosial (bansos) tepat sasaran.
“Jadi sekarang ini kita sedang membangun gerakan dan saya minta nanti Karang Taruna menjadi agen-agen perlinsos supaya data dari masyarakat miskin masuk (dalam data) dan bantuan sosial tepat sasaran,” ujar Agus Jabo di hadapan ribuan anggota Karang Taruna yang hadir.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong digitalisasi data bansos. Agus Jabo menekankan bahwa Karang Taruna sebagai pilar sosial harus mampu mendampingi masyarakat prasejahtera, terutama dalam pendataan. “Kalian adalah pilar sosial, kalian adalah pendamping sosial. Jangan sampai tetangga-tetangga kalian ada yang miskin, ada yang kekurangan,” tegasnya.
Ia juga meminta agar setiap anggota Karang Taruna aktif melihat kondisi di lingkungannya, mendata warga yang membutuhkan, dan melaporkannya ke dinas sosial atau langsung ke Pusdatin Kemensos. “Karang Taruna harus bisa melihat di daerahnya masing-masing, mana saudara-saudara kita yang masih miskin, yang membutuhkan bantuan, segera didata, dilaporkan ke dinsos atau langsung ke Pusdatin Kemensos,” imbuhnya.
Selain itu, Agus Jabo mendorong Karang Taruna untuk mengawal program prioritas presiden seperti Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Koperasi Desa Merah Putih. Ia mengingatkan agar seluruh jajaran Karang Taruna dari pusat hingga desa selalu dekat dengan rakyat, mendengarkan keluhan, dan menyampaikannya ke pemerintah.
Di sisi lain, Kementerian Sosial telah membuka pendaftaran agen perlinsos melalui portal resmi agen-perlinsos.kemensos.go.id. Masyarakat umum, termasuk anggota Karang Taruna, dapat mendaftar dengan mengisi NIK, melakukan autentikasi biometrik wajah, memilih tipe agen (pendamping PKH atau unsur masyarakat), serta menyetujui komitmen membantu tanpa memungut biaya. Proses ini terintegrasi dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dari Dukcapil.
Program perlinsos digital saat ini sudah diuji coba di 43 kabupaten/kota dan diperluas ke 258 kabupaten/kota. Di Bali, misalnya, antusiasme warga sangat tinggi. Hingga minggu pertama Oktober 2026, tercatat 625.858 kepala keluarga (KK) atau 50,52 persen dari total KK di Bali telah teregistrasi. Salah seorang warga, Ni Nyoman Wati (42), mengaku proses pendaftaran cukup mudah. “Dengan pakai HP terus scan wajah langsung muncul hasilnya, anda layak mendapat bantuan,” katanya.
Secara nasional, perlinsos digital telah menjangkau sekitar 6,6 juta KK dan ditargetkan mencapai 48 juta KK pada akhir 2026. Dengan keterlibatan aktif Karang Taruna sebagai agen perlinsos, diharapkan data penerima bansos semakin akurat dan bantuan pemerintah dapat dinikmati oleh mereka yang benar-benar membutuhkan.











