Berita  

Prime Video Guncang Oktober: Dari Serial Horor ‘Carrie’ hingga Program Misteri ‘Mascarade’

Prime Video Guncang Oktober: Dari Serial Horor 'Carrie' hingga Program Misteri 'Mascarade'
Prime Video Guncang Oktober: Dari Serial Horor 'Carrie' hingga Program Misteri 'Mascarade'

FaktaHari – 09 Oktober 2026 | Platform streaming Prime Video kembali menunjukkan dominasinya di industri hiburan global dengan menghadirkan sederet konten eksklusif yang siap memanjakan para pelanggan. Mulai dari adaptasi horor modern, program varietas penuh misteri, hingga film drama yang memancing perdebatan, Prime Video memastikan bulan Oktober 2026 menjadi bulan yang tak terlupakan bagi para pencinta tontonan berkualitas.

Salah satu gebrakan terbesar datang dari serial horor psikologis bertajuk ‘Carrie‘. Hanya dalam waktu 24 jam setelah dirilis pada 7 Oktober lalu, serial ini langsung meroket ke puncak tangga lagu global Prime Video, menggeser posisi ‘Reacher’ musim keempat dan spin-off ‘Neagley’ yang sebelumnya mendominasi. Adaptasi perdana novel Stephen King ini digarap oleh Mike Flanagan, sutradara horor ternama di balik ‘The Haunting of Hill House’ dan ‘The Haunting of Bly Manor’. Serial delapan episode ini dibintangi Summer H. Howell sebagai Carrie White, seorang remaja yang hidup di bawah bayang-bayang ibu yang sangat protektif. Setelah kematian ayahnya, Carrie harus menghadapi perundungan di sekolah sebelum menemukan kekuatan telekinetik yang mengubah hidupnya. Dengan pendekatan yang lebih dalam, Flanagan mengeksplorasi dampak perundungan di era media sosial, menjadikan serial ini bukan sekadar tontonan horor biasa.

Tak hanya di ranah horor, Prime Video juga merilis program orisinal Prancis yang sangat dinantikan, ‘Mascarade‘. Pada 9 Oktober 2026, Prime Video mengumumkan jajaran bintang papan atas yang akan berpartisipasi dalam acara misteri ini. Dipandu oleh influencer Loris Giuliano, ‘Mascarade’ menghadirkan delapan selebritas yang harus menyamar dengan perubahan fisik dan suara total selama pesta ulang tahun Loris. Para tamu undangan seperti Pierre Niney, Raphaël Quenard, Laurent Lafitte, Marina Foïs, dan François Damiens harus berusaha keras agar tidak terungkap identitasnya hingga akhir acara. Program enam episode berdurasi 45 menit ini diproduksi oleh Mediawan dan dijadwalkan tayang pada 20 November 2026. Kehadiran ‘Mascarade’ menjadi bukti komitmen Prime Video dalam menghadirkan konten lokal yang segar dan menghibur.

Selain itu, Prime Video juga menjadi platform bagi film kontroversial ‘Primetime’, yang dibintangi Robert Pattinson sebagai Chris Hansen, pembawa acara ‘To Catch a Predator’. Film arahan Lance Oppenheim ini mengeksplorasi dunia di balik layar acara jebakan moral yang kontroversial. Pattinson menjalani persiapan intensif, termasuk berlatih intonasi suara khas Hansen yang datar namun mengancam. Sebuah video uji kamera yang dirilis memperlihatkan Pattinson berlatih di depan layar kaca, mengucapkan kata-kata seperti ‘predators’ dan ‘the house’ dengan penuh penghayatan. Film ini menggunakan gaya visual yang tidak konvensional untuk mengaburkan batas antara fiksi dan kenyataan, menciptakan pengalaman menonton yang tidak nyaman namun memikat.

Di sisi lain, industri musik juga merasakan dampak kehadiran Prime Video. Penyanyi Phoebe Bridgers baru-baru ini merilis video pertunjukan tiga lagu di studio Cherry Lane Theatre, yang merupakan bagian dari seri ‘Sound Check at Cherry Lane’. Video tersebut disutradarai oleh Lance Oppenheim, yang juga menyutradarai ‘Primetime’. Dalam video tersebut, Bridgers membawakan lagu ‘On Video’ sebagai tema penutup film ‘Primetime’, lalu disusul ‘Haunted’ dan ‘Lost Boys’ dari album ‘Lost Weekend’. Yang menarik, Bridgers tampil bersama rekan-rekannya dari Boygenius, Julien Baker dan Lucy Dacus, menandai reuni pertama grup tersebut dalam hampir tiga tahun. Kolaborasi intim ini menunjukkan bagaimana Prime Video tidak hanya menjadi rumah bagi konten film dan serial, tetapi juga menjadi platform untuk pertunjukan musik eksklusif.

Dari segi jumlah penonton, ‘Carrie’ berhasil menggeser ‘Reacher’ dan ‘Neagley’ yang sebelumnya memuncaki tangga global Prime Video. Data dari FlixPatrol menunjukkan bahwa serial horor ini berhasil menarik perhatian jutaan pelanggan dalam waktu singkat. Sementara itu, ‘Mascarade’ diharapkan mampu menarik penonton muda Prancis dan internasional berkat format interaktif dan jajaran bintangnya yang populer.

Prime Video terus membuktikan diri sebagai platform yang berani mengambil risiko dengan konten-konten inovatif. Dari horor yang menggugah kesadaran sosial, program misteri yang mengundang tawa, hingga drama yang memicu perdebatan etis, Prime Video menawarkan variasi tontonan yang sulit ditandingi. Dengan strategi konten yang agresif dan fokus pada kualitas, Prime Video siap mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar streaming global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *