FaktaHari – 05 Oktober 2026 | Dividen menjadi topik hangat di kalangan investor ketika mencoba memaksimalkan keuntungan dari saham yang dimiliki. Beberapa emiten memilih untuk membayar dividen dua kali dalam setahun, sebuah strategi yang menarik perhatian para pemegang saham. Pembayaran dividen berkali-kali bisa memberikan keuntungan berkesinambungan kepada pemegang saham, sekaligus mencerminkan kinerja keuangan yang sehat dari perusahaan tersebut.
Salah satu alasan utama emiten membayar dividen dua kali adalah penerapan dividen interim. Dividen interim merupakan pembagian laba sebelum tahun buku berakhir. Ini berbeda dengan dividen final yang biasanya dibagikan setelah laporan tahunan selesai dan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Contohnya adalah PT Astra International Tbk (ASII) yang membagikan dividen interim sebesar Rp 98 per saham berdasarkan data keuangan per 30 Juni 2026. Pembagian ini menggambarkan kekuatan keuangan ASII dengan laba bersih mencapai Rp 12,53 triliun.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga menunjukkan apresiasi kepada pemegang saham dengan membagikan dividen interim sebesar Rp 6,16 triliun atau Rp 66 per saham. Pembayaran ini dilakukan bertepatan dengan HUT ke-28 Bank Mandiri, menyoroti keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis yang kuat. Bank Mandiri telah membayar total dividen sekitar Rp 50,63 triliun sepanjang 2026, membuktikan kinerja solid dan kepercayaan investor.
Sementara itu, sektor makanan dan minuman juga tidak ketinggalan dalam pembagian dividen. PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) mencatat dividen per saham terbesar di sektor ini pada 2026, sebesar Rp 371 per saham. Diikuti oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dengan Rp 290 per saham. Pembagian dividen oleh emiten-emiten ini menunjukkan bagaimana kebijakan perusahaan dapat berpengaruh pada keputusan pembagian laba kepada investor.
PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) dari sektor perkebunan kelapa sawit juga menetapkan dividen interim sebesar Rp 258,93 miliar, atau Rp 20 per saham. Keputusan ini diambil berdasarkan kinerja semester pertama 2026 yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan 6,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kebijakan pembagian dividen interim ini dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap masa depan perusahaan.
Namun, penting untuk dicatat bahwa dividen yang dibayarkan lebih dari sekali dalam setahun bukan jaminan keuntungan lebih besar. Investor perlu memperhatikan jadwal penting seperti cum dividend, ex dividend, dan payment date untuk memastikan hak atas dividen. Selain itu, besarnya dividen interim dan final dapat berbeda, tergantung pada kebijakan perusahaan dan ketersediaan laba yang dapat dibagikan.
Kesimpulannya, strategi pembayaran dividen yang dilakukan lebih dari sekali setahun oleh beberapa emiten seperti ASII, BMRI, dan lain-lain mencerminkan kesehatan keuangan dan manajemen yang percaya diri. Namun, investor harus tetap cermat dalam mencermati kebijakan dan jadwal dividen untuk mendapatkan keuntungan maksimal.











