FaktaHari – 04 Oktober 2026 | Pertandingan antara Singapore vs Malaysia di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 menciptakan gelombang kekecewaan dan kontroversi. Singapura harus menelan pil pahit setelah dibantai dengan skor mencolok 0-6 oleh Malaysia pada laga terakhir Grup A yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, pada 1 Oktober 2026.
Kekalahan ini menjadi perbincangan hangat, tidak hanya di kalangan suporter, tetapi juga di ranah politik. Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PAN, Muhammad Hoerudin Amin, bahkan mendesak FIFA untuk menyelidiki dugaan pengaturan skor dalam pertandingan ini. Menurutnya, kemenangan besar Malaysia sarat dengan kejanggalan, terutama karena pertandingan ini menentukan tiket final yang juga diperebutkan oleh Indonesia.
Di sisi lain, pelatih Timnas Singapura, Gavin Lee, mengakui bahwa anak asuhnya tampil di bawah standar yang diharapkan. Ia menyebutkan bahwa timnya terlalu terbuka dalam formasi permainan karena berusaha mengejar gol, sehingga memberi peluang bagi Malaysia untuk memanfaatkan celah di lini pertahanan Singapura.
Kekalahan memalukan ini juga berdampak pada peringkat FIFA Singapura yang diprediksi akan terjun bebas. Faktor ini menambah beban bagi tim nasional Singapura menjelang turnamen Piala Asia 2027 mendatang. Kekalahan dengan margin enam gol tersebut menjadi yang terbesar dalam sejarah pertemuan Singapore vs Malaysia sejak 1978.
Sementara itu, penggemar The Lions melontarkan kritik tajam di media sosial, menyebut performa tim kesayangan mereka sebagai “amatir”. Mereka menilai setelah kebobolan gol ketiga, semangat tim nasional Singapura tampak kendur, dan ini tidak dapat diterima oleh para pendukung setia.
Di tengah situasi ini, penting bagi Singapura untuk melakukan evaluasi mendalam agar bisa bangkit dan memperbaiki performa di ajang internasional berikutnya. Kesadaran akan standar permainan yang lebih tinggi dan persiapan matang menjadi kunci bagi Singapura untuk kembali bersaing dengan negara-negara kuat lainnya di kawasan Asia.











